Ratusan warga Afghanistan dievakuasi ke Korsel
Elshinta
Kamis, 26 Agustus 2021 - 20:31 WIB |
Ratusan warga Afghanistan dievakuasi ke Korsel
Arsip - Seorang prajurit Marinir AS mengawal seorang anak ke keluarganya selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 24 Agustus 2021. (ANTARA/Reuters)

Elshinta.com - Hampir 400 warga Afghanistan yang dievakuasi tiba di Seoul, Korea Selatan pada Kamis, di mana pemerintah mengatakan sedang mengamandemen undang-undang untuk memberi izin tinggal jangka panjang bagi mereka yang bekerja pada proyek-proyek Korsel di Afghanistan sebelum Taliban merebut kekuasaan bulan ini.

Imigrasi adalah masalah yang diperdebatkan di Korsel, di mana banyak penduduknya bangga dengan homogenitas etnis, bahkan ketika populasi 52 juta jiwa menua dengan cepat dan angkatan kerja berkurang.

Sedikitnya dua penerbangan akan membawa 391 orang, termasuk keluarga pekerja di kedutaan Korea, Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA), sebuah rumah sakit, dan lembaga pelatihan kejuruan dan pangkalan militer yang dikelola pemerintah Korea.

Menteri Kehakiman Park Beom-kye mengatakan banyak warga Korea telah menerima dukungan internasional setelah terpaksa melarikan diri selama Perang Korea dari tahun 1950 hingga 1953.

"Sekarang saatnya bagi kita untuk membalas budi," kata dia dalam pengarahan di Bandara Incheon di luar ibu kota, sebelum kedatangan pesawat evakuasi.

Pemerintah sedang dalam proses mengamandemen undang-undang imigrasi untuk memberikan izin tinggal jangka panjang kepada warga Afghanistan sebagai orang asing yang telah memberikan layanan khusus kepada negara itu, ujar Park.

Dia mengakui kontroversi atas rencana tersebut, dengan mengatakan keputusan untuk menerima pengungsi Afghanistan menjadi "sulit". Namun, Park menegaskan bahwa Korsel tidak bisa meninggalkan "teman-temannya".

"Terlepas dari kenyataan bahwa kami secara fisik terpisah di negara yang jauh, mereka praktis adalah tetangga kami. Bagaimana mungkin kita bisa menutup mata terhadap mereka ketika nyawa mereka terancam karena fakta bahwa mereka bekerja dengan kita?" ujar dia.

Korsel telah menerima lebih dari 30.000 pembelot Korut selama bertahun-tahun, tetapi mereka menyetujui sejumlah kecil pencari suaka dari negara lain.

Pada 2018, lonjakan tiba-tiba dari kedatangan warga Yaman di pulau resor selatan Jeju memicu kekhawatiran atas kemungkinan peningkatan kejahatan dan kesengsaraan sosial lainnya, yang mendorong tindakan keras pemerintah terhadap pendatang.

Hanya 55 dari 6.684 orang yang mencari status pengungsi di Korsel pada tahun 2020 yang menerimanya, 127 lainnya diizinkan tinggal karena alasan kemanusiaan, meskipun tidak ditetapkan sebagai pengungsi, berdasarkan data kementerian kehakiman.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China berupaya keras stabilkan harga batu bara
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:47 WIB
China sedang berupaya keras menstabilkan harga batu bara dan menjaga pasokan.
Melbourne siap keluar dari `lockdown` COVID terlama di dunia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:28 WIB
Jutaan orang di Melbourne bersiap untuk pada Kamis malam keluar dari penguncian (lockdown) COVID-19 ...
Emas turun di Asia, naiknya imbal hasil obligasi AS kurangi daya tarik
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:34 WIB
Harga emas turun tipis di perdagangan Asia pada Rabu (20/10) pagi, karena melonjaknya imbal hasil ob...
Korea Utara tembakkan rudal balistik dari kapal selam
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:25 WIB
Korea Utara melakukan uji tembak rudal balistik baru dari kapal selam (SLBM) di lepas pantai timurny...
Vaksin HPV pertama China kantongi prakualifikasi WHO
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:59 WIB
Vaksin HPV pertama yang dikembangkan sendiri oleh China, Cecolin, mengantongi prakualifikasi dari Or...
Sydney longgarkan banyak pembatasan COVID saat vaksinasi melejit
Senin, 18 Oktober 2021 - 09:11 WIB
Ribuan anak kembali ke sekolah-sekolah Sydney pada Senin ketika kota terbesar Australia itu melongga...
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung di World Expo Dubai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung lebih pada perhelatan World Expo 2020 Dubai sejak d...
Lapak makanan-minuman Indonesia diminati di Shanghai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:01 WIB
Lapak-lapak produk makanan dan minuman sangat diminati di ajang \"The Colours of Indonesia\" di Shan...
Komitmen bersama Indonesia dengan warga dunia membantu Afghanistan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:01 WIB
Negeri Afghanistan kini sudah berubah wajah, meski kondisi fisik yang poran-poranda akibat konflik d...
KJRI Shanghai gelar `The Colours of Indonesia`
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:40 WIB
Konsulat Jenderal RI di Shanghai, China, menggelar “The Colours of Indonesia: Kopi Indonesia in Sh...