Komunitas lingkungan soroti krisis air bersih Ambon
Elshinta
Jumat, 27 Agustus 2021 - 10:26 WIB |
Komunitas lingkungan soroti krisis air bersih Ambon
Komunitas Moluccas Coastal Care melakukan program Tree of Hope (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Sejumlah komunitas peduli lingkungan di Provinsi Maluku, yakni The Mulung dan Moluccas Coastal Care, menyoroti kondisi krisis air bersih yang kini mulai melanda sejumlah daerah di Kota Ambon.

"Tidak bisa dipungkiri salah satu penyebabnya juga adalah sampah. Apalagi susah sekali di Kota Ambon ada sungai yang bersih dari sampah,” kata pendiri The Mulung, Olyvia Jasso, di Ambon, Kamis.

Ia menilai, jika masyarakat tidak segera memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, maka penyerapan air akan terhambat. Jika tidak ada kesadaran dan penanggulangan yang baik dari sekarang, maka diprediksi 30 tahun ke depan Ambon akan kesusahan air bersih.

"Kalau masyarakat masih buang sampah sembarangan, lalu timbun atau tanam sampah kan nanti menghambat penyerapan air," ujarnya.

Untuk mempertahankan air bersih, ia mengatakan The Mulung secara rutin melakukan aksi pembersihan sampah baik di sungai, maupun di pesisir pantai. "Karena bicara air bersih itu tidak lain dari (masalah) sampah, hutan, juga pohon," katanya.

Selain itu, ia berharap masyarakat lebih bijak lagi menggunakan air serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. "Mulai sekarang, pintar-pintar menggunakan air. Sekarang mungkin kita belum merasakan dampaknya, tapi di beberapa daerah itu sudah sangat merasakannya," tuturnya

Sementara itu, Ketua Moluccas Coastal Care (MCC), Stefani Teria Salhuteru, mengatakan beberapa daerah di Kota Ambon kini telah kekurangan air bersih. Kondisi itu terjadi di daerah Kuda Mati, Mangga Dua, dan Gunung Nona. "Kita belum melakukan penelitian, tapi yang saya dengar dari mereka, kalau air bersih sudah berkurang, tidak sama dengan dulu lagi," ujarnya.

Menurut dia, komunitas MCC rutin melakukan aksi penanaman pohon untuk penyelamatan air bersih. "Pohon punya akar untuk menyerap dan menyimpan cadangan air. Jadi ini solusi dari kita supaya air bersih tetap terjaga," ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung sejak 2019 lalu hingga sekarang, dan dinamakan dengan program “Tree of Hope”. MCC sendiri punya cara mengajak masyarakat untuk menanam pohon, yakni dengan cara membawa beberapa jenis bibit pohon di dalam mobil pikap, lalu menggunakan toa dan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi.

"Jadi, kita tidak memberi cuma-cuma, tetapi mengajak melalui toa, supaya yang datang pun adalah memang benar-benar yang mau dan berkomitmen," katanya.

Teria berharap, pemerintah punya ketegasan untuk mengupayakan bagaimana pun caranya agar hutan-hutan lindung tetap terjaga. "Karena komunitas juga sudah bergerak, tapi kalau pemerintah tidak buat apa-apa, tetap bakalan lama," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network