Hati-hati tangani limbah COVID-19
Elshinta
Minggu, 29 Agustus 2021 - 06:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Hati-hati tangani limbah COVID-19
Sumber foto: https://bit.ly/2WAOO3G/elshinta.com.

Elshinta.com - Pandemi COVID-19 tidak hanya menyebabkan banyak orang terinfeksi. Pandemi juga menghasilkan limbah medis yang tergolong bahan beracun dan berbahaya.

Setiap hal yang bersentuhan dengan pengidap COVID-19 harus dilakukan sebagai benda infeksius. "Harus dimusnahkan, dibakar," kata Edward Nixon Pakpahan dari Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Pelatihan Penguatan Gerakan Pramuka, Sabtu (28/8), yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dan Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka.

Tenaga Ahli Menteri Kominfo Donny Budi Utoyo dan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Kwarda DKI Jakarta Isnawa Adji juga hadir dalam pelatihan itu. Selain soal limbah, pelatihan itu juga membahas penyebaran disinformasi semasa pandemi.

Edward mengatakan, ada kenaikan limbah medis hingga 30 persen per hari selama pandemi berlangsung. Sebelum pandemi, rata-rata dihasilkan 400 ton limbah medis per hari. Jadi selama pandemi ini, limbah medis meningkat menjadi 520 ton per harinya.

Untuk penanganannya, Kementerian LHK membangun insenerator di berbagai daerah sejak tahun lalu. Pembangunan berbagai insinerator tambahan itu bisa memusnahkan total 150 ton limbah medis per hari. "COVID-19 ini berbahaya, semua yang terkait harus ditangani serius. Masker, sekalipun tidak dipakai orang terpapar, harus ditangani dengan baik," kata Edward.

Masker menjadi salah satu sumber limbah medis paling banyak. Sebab, masker tidak hanya dipakai di lingkungan yang ada pengidap COVID-19. "Kami berharap kawan-kawan Pramuka bisa ikut membantu menyosialisasikan cara penanganan masker yang aman," ujar Edward lebih lanjut.

Masker yang sudah dipakai wajib dipotong dan disemprot dengan cairan disinfeksi. Setelah itu, baru dikemas secara aman sebelum dibawa ke tempat pemusnahan. "Semua limbah medis harus dimusnahkan," katanya lagi.

Selain penanganan limbah medis, masalah yang harus ditangani adalah disinformasi. Selama pandemi, hampir 2.000 kabar hoaks beredar. Kabar palsu itu beredar luas ke berbagai lapisan masyarakat. "Pramuka bisa membantu memberantasnya. Jika ada berita yang tidak jelas sumber dan kebenarnya, jangan disebar ke orang lain dengan alasan bertanya atau mengonfirmasi," ujar Donny.

Ia mengajak anggota Pramuka dan masyarakat luas rutin memeriksa covid19.go.id untuk mengetahui informasi terpercaya soal Covid-19. "Hoax sangat berbahaya. Banyak yang menjafi korban gara-gara percaya hoax," kata dia.

Setiap kabar palsu atau hoaks bisa menyebar hingga ke ribuan orang. Setiap orang bisa terlibat memutus penyebarannya dengan memeriksa setiap informasi yang diterima. Kini, semakin banyak tempat untuk memeriksa informasi terpercaya terkait COVID-19 pungkas Donny.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network