Sukses Neta jadi wasit taekwondo di Tokyo Paralympic Games 2020 hasil pembinaan berkesinambungan
Elshinta
Selasa, 31 Agustus 2021 - 22:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Sukses Neta jadi wasit taekwondo di Tokyo Paralympic Games 2020 hasil pembinaan berkesinambungan
Sumber foto: Bayu Koosyadi/Elshinta.com.

Elshinta.com - Setelah sukses sebagai satu-satunya wasit asal Indonesia di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016 silam, mantan taekwondoin tangguh putri nasional Rahadewineta, atau yang akrab disapa Neta itu, kembali dipercaya untuk memimpin pertandingan cabang olahraga taekwondo di ajang Tokyo Paralympic Games 2020.

Neta kembali menjadi satu-satunya wasit wanita asal Indonesia yang ditugaskan World Taekwondo sebagai wasit di ajang empat tahunan tersebut yang akan digelar pada tanggal 2 hingga 4 September mendatang. 
 
Neta terpilih menjadi wasit di ajang Tokyo Paralympic Games 2020 bersama 30 wasit dari belahan dunia lainnya yang terpilih setelah melalui tahapan seleksi yang cukup panjang. 
 
Ia telah menjalani proses seleksi sejak 2019 silam di Moscow, Rusia, yang diikuti sekitar 500 wasit dari 5 Benua yang diundang mengikuti seleksi tahapan awal yang kemudian mengerucut hingga menjadi 50 wasit international taekwondo terbaik di dunia. 
 
Adapun tes yang telah diikuti oleh Neta diantaranya, tes fisik, tes tertulis, scoring test, competition management test, serta interview. 
 
Ke-50 wasit terbaik dunia itu kembali menjalani proses seleksi dan evaluasi di pertandingan Pra-Kualifikasi Paralympic Games 2020 hingga terpilih 30 wasit terbaik atau The Best yang akan memimpin pertandingan di ajang Tokyo Paralympic Games. 
 
Sementara, Neta yang merupakan salah satu wasit terbaik binaan Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTIPro) itu ditugaskan menjadi wasit di ajang Pra-Kualifikasi Zona Afrika di Maroko dan Zona Eropa di Bulgaria yang kemudian mengantarkannya lolos seleksi bersama dengan 30 wasit lainnya yang terdiri dari 15 wasit wanita dan 15 wasit pria yang memimpin jalannya pertandingan cabang taekwondo di ajang Tokyo Paralympic Games 2020.
 
Mengomentari kesuksesan Neta kembali terpilih sebagai wasit di ajang bergengsi kelas dunia itu, Pendiri dan Pembina UTIPro Grand Master yang juga penyandang Dan IX Kukkiwon, Lioe Nam Kiong mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai salah satu wasit terbaiknya itu. 
 
"Kami mengajukan dua wasit terbaik yakni Suwandi Gunawan (pria) dan Rahadewineta (wanita) yang kerap memimpin pertandingan tingkat international. Namun, akhirnya Neta yang lolos seleksi," kata Grand Master, Lioe Nam Khiong  dalam keterangan pers virtual kepada para wartawan, termasuk Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Selasa(31/8). 
 
Ia mengatakan, terpilihnya Neta sebagai wasit di ajang Tokyo Paralympic Games 2020 merupakan buah dari pembinaan yang berkesinambungan. 
 
"Ini membuktikan bahwa wasit hasil binaan UTIPro layak untuk memimpin pertandingan tingkat dunia dan kami cukup bangga," tandas Lioe Nam Khiong. 
 
Namun, ketika ditanya kenapa pihak PB TI tidak meloloskan atlet/wasitnya di ajang Tokyo Olimpiade Games 2020 kali ini, Lioe Nam Khiong enggan mengomentarinya.
 
"Kalo soal itu saya No Comment, " ujarnya dengan nada singkat. 
 
Terpisah, Sekjen UTIPro, Lamting mengatakan, Neta memang sangat mumpuni untuk memimpin jalannya pertandingan di ajang itu. 
 
"Latar-belakang sebagai mantan taekwondoin tangguh nasional, ia juga sangat menguasai perkembangan peraturan pertandingan cabang taekwondo saat ini," paparnya. 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyalaan api Olimpiade Musim Dingin Beijing digelar tanpa penonton
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Api untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing dinayalakan, Senin, di Olympia, Yunani kuno, tanpa penonton...
KOI minta LADI selesaikan tanggung jawabnya dengan WADA
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:30 WIB
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) segera menyelesaikan t...
Ridwan Kamil ungkap skenario sport sains penunjang prestasi Jabar
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengungkap skenario sport sains yang dipersiapkan bagi seluruh atlet Jawa Bara...
Menpora: Kesuksesan PON Papua berkat kerja sama lintas instansi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:53 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengatakan kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nas...
Antrean mengular, warga antusias menonton upcara penutupan PON Papua
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Animo warga Papua yang ingin menonton langsung upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Pa...
PON Papua - KONI Pusat apresiasi pemecahan dua rekornas renang
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:39 WIB
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi adanya pemecahan dua rekor nasional (r...
PON Papua - Jawa Barat juara umum cabang atletik
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:27 WIB
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Nasional (PON)...
Laga final Rugby 7S Papua melawan Jakarta ricuh
Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Laga final cabang olahraga Rugby 7S putri antara tuan rumah Papua dan DKI Jakarta berakhir ricuh di ...
Sepuluh provinsi berburu emas pemungkas angkat berat PON Papua
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:50 WIB
Kontingen dari sepuluh provinsi berburu emas pemungkas cabang angkat berat Pekan Olahraga Nasional (...
Suami istri kompak sabet emas pencak silat PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:08 WIB
Pesilat Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang juga pasangan suami istri namun berbeda konti...