MemoRI 17 September
17 September 2009: Noordin M Top tewas ditangan Densus 88
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
17 September 2009: Noordin M Top tewas ditangan Densus 88
Noordin M Top menjadi teroris yang paling dicari oleh Kepolisian Indonesia pada saat itu. (https://bit.ly/3Bvn0x1/elshinta.com)

Elshinta.com - Tepat pada 17 September 2009 silam, operasi Densus 88 di Solo berhasil menewaskan Noordin M Top. Dalang dari sejumlah aksi terorisme besar di Indonesia ini dilumpuhkan di salah satu rumah di Kampung Kepoh Sari, Mojosongo, Jebres, Solo. Pasukan Densus 88 mengepung rumah tersebut semalaman, disertai baku tembak yang menewaskan empat orang, termasuk gembong teroris Noordin M Top.

 

Kronologi

Salah satu keluarga (Widodo) yang berkediaman di sebelah kontrakan tersebut menceritakan, pada 16 September 2009, sebelum suara tembakan terdengar, terlihat beberapa orang berseliweran di sekitar rumah Susilo. Tak berapa lama, terdapat orang yang mengetuk pintu rumah Widodo dan meminta mematikan lampu rumah. Kemudian, sekitar pukul 22.30 WIB terdengar tembakan ke arah rumah Susilo dan keluarga Widodo diminta untuk tiarap.

"Kira-kira tembakan tiga kali, saya dengar ada teriakan Allahu Akbar. Kayaknya yang teriak laki-laki," ujar Partini, salah satu orang saksi kala itu.

Rumah keluarga Widodo juga dititipi barang bukti yang ditemukan dari rumah Susilo. Warga di sekitar tempat kejadian merasa cemas dan memilih mengungsi ke rumah tetangga lain yang terletak agak jauh dari lokasi. Sekitar pukul 00.30, Kamis (17/9/2019) dini hari, lampu di kampung tersebut dipadamkan. Suara tembakan terus belanjut dan frekuensinya semakin sering mulai pukul 00.00 WIB hingga reda pukul 01.10 WIB ditandai sebuah bunga api menyembur ke udara setinggi 100 meter.

Pukul 02.00 WIB, mobil pemadam kebakaran masuk ke kampung dan mendekati lokasi. Saat itu, masyarakat hanya boleh mendekat di jarak 500 meter dari tempat pengepungan. Pukul 02.30 WIB, mobil jenazah Kepolisian Daerah Jawa Tengah, ambulans Poltabes Surakarta, dan mobil unit identifikasi tempat kejadian perkara Poltabes Surakarta mendekati lokasi kejadian.

Rentetan tembakan kembali terjadi pukul 02.45 WIB dan berakhir pukul 06.00 WIB. Polisi antiteror membawa peti-peti bersisi amunisi, karung-karung, dan gulungan kabel. Mobil Satuan Gegana Brimob terlihat di lokasi dan empat ambulans meninggalkan tempat penyergapan pada waktu berbeda.

Petugas INAFIS-Polri bertugas mengidentifikasi sidik jari jenazah dengan metode klasifikasi Henry Faulds di dalam ambulans di landasan Bandara Adi Sumarmo, Surakarta. Identitas jenazah harus jelas sebelum diterbangkan ke Jakarta. Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas Inafis menyimpulkan, sidik jari jenazah identik dengan data sidik jari milik buronan teroris Noordin M Top yang diperoleh dari Polis Diraja Malaysia.

 

Target

Disebutkan, saat itu, Noordin telah menjadi salah satu target perburuan selama 9 tahun lamanya, tapi terus berhasil meloloskan diri. Warga Malaysia ini merupakan orang yang diduga bertanggung jawab atas aksi teror, mulai dari Bom Bali (2002), Bom JW Marriott (2003), Bom Kedutaan Besar Australia (2004), serta Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (Juli 2009).

 

Sumber: kompas.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK amankan Rp1,7 miliar terkait OTT Bupati Musi Banyuasin
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sekitar Rp1,7 miliar terkait operasi tangkap tan...
KPK tetapkan Bupati Musi Banyuasin tersangka
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) ber...
Polisi ungkap kasus pembuangan bayi di Kabupaten Malang
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 20:15 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang berhasil mengungkap pelaku pembuangan seorang bayi berjenis kelamin...
Bupati Tangerang jemput mahasiswa korban kekerasan oknum polisi
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:30 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjemp...
KPK menangkap Bupati Musi Banyuasin di Jakarta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel)...
Bupati Musi Banyuasin yang ditangkap KPK miliki kekayaan Rp38,4 miliar
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 13:30 WIB
Bupati Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin, yang ditangkap KPK terkait ka...
Kemenag: Kegiatan susur sungai tewaskan 11 siswa MTs harus dievaluasi
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 11:15 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam pada Kementerian Agama M Ali Ramdhani menegaskan kegiatan susur s...
Mabes Polri tindak oknum polisi tidak profesional
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes polisi Ahmad Ramadhan menegaskan institusinya akan memberikan ...
Mabes Polri mutasi Kapolsek Percut Sei Tuan terkait penganiayaan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:01 WIB
Mabes Polri memutasikan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Percut Sei Tuan Ajun Komisaris Janpiter ...
KPK lakukan OTT di Sumatera Selatan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:50 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sum...
Live Streaming Radio Network