Film `Penyalin Cahaya` suarakan darurat isu kekerasan seksual
Elshinta
Jumat, 03 September 2021 - 09:47 WIB |
Film `Penyalin Cahaya` suarakan darurat isu kekerasan seksual
Film `Penyalin Cahaya` (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Film "Penyalin Cahaya" karya dari sutradara Wregas Bhanuteja mengangkat isu tentang kekerasan seksual. Menurutnya masalah tersebut sudah darurat dan penting untuk disuarakan melalui medium film.
 
Wregas mengatakan kasus kekerasan seksual sering disepelekan oleh masyarakat. Bahkan, para korban atau penyintasnya sering mendapat stigma negatif dan tidak mendapat dukungan.

Bagi Wregas, situasi ini sudah sangat darurat dan perlu untuk disuarakan. Film pun menjadi medium yang tepat dan efisien guna meningkatkan kepedulian.

"Kasus ini seringkali membawa hal yang menyakitkan bagi penyintas seperti kesehatan mental, trauma, depresi, itu banyak muncul karena dia tidak dipercaya. Begitu dia bercerita, dia tidak mendapat dukungan, dia disanksikan diragukan, seolah apa yang dialami itu mengada-ada dan bagian dari kewajaran," ujar Wregas dalam jumpa pers pada Kamis (2/9).

"Sekarang itu darurat kekerasan seksual di mana banyak penyintas yang memadamkan kisah mereka karena lingkungan tidak mensupport. Jadi saya rasa film ini harus hadir untuk membangkitkan awareness akan pentingnya menyuarakan soal kekerasan seksual," lanjut Wregas.

Dalam proses pembuatan ceritanya, Wregas melakukan riset dari berbagai macam berita tentang kekerasan seksual serta cerita orang-orang di sekitarnya. Ia juga terinspirasi pada kisah Baiq Nuril yang justru dituntut balik karena melaporkan kasus kekerasan seksual yang menimpanya.

Semua cerita ini kemudian dirangkum dan menjadi permasalah inti dari karakter Sur yang diperankan oleh Shenina Cinnamon.

"Kisah-kisah ini kita rangkum dan pilih, kita tajamkan untuk menjadi dasar dari yang dialami Sur. Yang paling kuat tentu saja Sur yang melawan sistem yang tidak mendukung penyintas untuk mengungkap kebenaran," kata Wregas.

"Penyalin Cahaya" sendiri masuk dalam program kompetisi utama New Currents di ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2021 dan akan melakukan World Premiere di salah satu festival film terbesar di Asia tersebut.

Bagi Wregas, keberadaan festival film Busan sebagai tempat untuk penayangan perdana "Penyalin Cahaya". Dengan demikian, isu tentang kekerasan seksual dapat dengan mudah disebarkan kepada masyarakat dunia.

"Saya menganggap festival film adalah pengeras gaung dari komunikasi kita. Busan adalah festival film terbesar di Asia di mana film-film dari seluruh dunia dipresentasikan berarti film kita tidak hanya disaksikan oleh orang Indonesia saja," ujar Wregas.

"Akhrinya film kita yang penting disuarakan isunya ini enggak cuma di Indonesia tapi dunia. Busan International Film Festival adalah salah satu target untuk menggaungkan suara itu," imbuhnya.

"Penyalin Cahaya" bercerita tentang mengenai Sur yang harus kehilangan beasiswanya karena dianggap mencemarkan nama baik fakultas usai swafotonya dalam keadaan mabuk beredar.

Sur tidak mengingat apapun yang terjadi pada dirinya malam itu. Ini adalah kali pertama Sur datang ke pesta kemenangan komunitas teater di kampusnya, dan mendapati dirinya tidak sadarkan diri.

Sur meminta bantuan Amin, teman masa kecilnya, seorang tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya di malam pesta.

Film ini dibintangi oleh Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, Dea Panenda dan Giulio Parengkuan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengemas sains jadi lebih menarik lewat film
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:57 WIB
Science Film Festival, acara tahunan Goethe Institut, diharapkan dapat mengemas tema sains yang kera...
Sutradara harap film `Dune` bisa pikat penggemar lama dan baru
Selasa, 12 Oktober 2021 - 12:52 WIB
Sutradara Denis Villeneuve berharap film \"Dune\" dapat memikat para penggemar lama novel legendaris...
Lukman Sardi ungkap antusiasmenya main film `Paranoia`
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:19 WIB
Aktor Lukman Sardi mengungkapkan antusiasmenya saat pertama kali mendapatkan tawaran untuk beradu ak...
Nirina Zubir sempat kaget ditawari main film thriller karya Riri Riza
Senin, 11 Oktober 2021 - 20:45 WIB
Aktris Nirina Zubir mengaku sempat kaget dan tak percaya dirinya mendapatkan tawaran untuk bermain d...
`No Time To Die` cetak Rp796 miliar di box office Amerika
Senin, 11 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Film James Bond terakhir dari era Daniel Craig berhasil meraup 56 juta dolar AS atau sekitar Rp796 m...
`Galang`, film musik baru dari sutradara peraih Piala Citra
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:01 WIB
Sutradara peraih Piala Citra, Adriyanto Dewo, yang telah mengarahkan film \"Mudik\" dan \"Tabula Ras...
Trailer `A World Without` perlihatkan ketegangan di film Nia Dinata
Minggu, 10 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Film Indonesia terbaru \\\"A World Without\\\" akan segera tayang secara global pada 14 Oktober mend...
Film Iko Uwais `Triple Threat` tayang di Lionsgate Play bulan ini
Minggu, 10 Oktober 2021 - 09:01 WIB
Film laga Iko Uwais `Triple Threat` yang dibintangi bersama aktor laga Tony Jaa dari Thailand dan Ti...
Film `Nussatawarkan relevansi cerita untuk semua kalangan
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 14:01 WIB
Produser Anggia Kharisma mengatakan film animasi `Nussa` tidak hanya ditujukan untuk anak-anak saja ...
`Wife of Spy`dapat penghargaan bergengsi di Asian Film Awards
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 12:15 WIB
Film \"Wife of Spy\" dari sutradara Kiyoshi Kurosawa mendapatkan penghargaan film terbaik di Asian F...
Live Streaming Radio Network