SBI Cilacap gandeng komunitas pasok sampah untuk fasilitas RDF
Elshinta
Jumat, 03 September 2021 - 14:45 WIB |
SBI Cilacap gandeng komunitas pasok sampah untuk fasilitas RDF
Petugas saat mengambil sampah yang dikumpulkan komunitas Moms RU IV Go Green untuk dibawa ke fasilitas RDF guna dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik semen PT SBI Cilacap. ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap yang merupakan anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggandeng komunitas dalam memasok sampah untuk kebutuhan fasilitas refuse derived fuel (RDF) yang akan dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik semen SBI.

"Salah satu komunitas yang telah menjalin kerja sama dengan kami adalah Moms RU IV Go Green. Meskipun kerja sama tersebut baru terjalin sejak bulan Mei 2021, telah memberi manfaat besar bagi lingkungan, yakni terhindarnya pencemaran air dan tanah," kata Community Relations Manager SBI Dewi Hestiyani dalam keterangannya di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat.

Dalam kerja sama tersebut, kata dia, komunitas Moms RU IV melakukan pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan sampah basah dan kering dari rumah.

Menurut dia, sampah basah akan dikelola secara mandiri untuk dijadikan kompos oleh masing-masing keluarga, sedangkan sampah kering akan disetorkan ke lokasi pengumpulan untuk diambil oleh tim lingkungan.

"Selanjutnya sampah kering tersebut akan dikirim ke fasilitas RDF untuk diproses menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik semen SBI Cilacap," katanya.

Selain sampah, kata dia, program nyata lainnya adalah kerja sama penukaran minyak goreng bekas (minyak jelantah, red.) dengan minyak goreng yang baru.

Menurut dia, hal itu merupakan salah satu partisipasi SBI dalam membantu penyediaan pangan yang sehat.

"Kami memberikan program tukar 1 liter minyak baru dengan 3 liter minyak goreng bekas. Alhamdulilah animo ibu-ibu sangat bagus," katanya.

Dewi mengatakan selama tiga bulan kerja sama telah dilakukan pengumpulan sampah kering mencapai 1.300 kilogram dan minyak jelantah mencapai 260 liter yang ditukar dengan 86 liter minyak goreng baru.

"Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Semoga hal ini bisa terus berlanjut dan ditiru oleh yang lain, dengan potensi sampah yang dihasilkan dalam 1 bulan di antaranya plastik bening 2 kg, dupleks 4 kg, kaleng 3 kg, dan kardus 2 kg adalah jumlah yang cukup yang berpotensi mengganggu lingkungan jika tidak dikelola dengan baik," katanya menegaskan.

Salah seorang pengurus komunitas Moms RU IV Go Green, Dwi Rachmawati mengaku sangat merasakan manfaat dari kerja sama yang telah terjalin dengan SBI Pabrik Cilacap.

"Selain lingkungan bersih adalah meningkatnya semangat dan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah dari rumah. Memilah sampah dan memanfatkan sampah menjadi kebutuhan, sehingga akan dilakukan dengan penuh keikhlasan dan menjadi kebiasaan setiap keluarga," kata dia yang akrab disapa Bunda Ewie di komunitasnya.

Ia mengatakan komunitas Moms RU IV Go Green yang berkantor di Kelurahan Gunung Simping RW 10, Kecamatan Cilacap Tengah, saat ini beranggotakan 125 keluarga.

Menurut dia, komunitas tersebut sudah memberikan langkah nyata dalam mengelola sampah rumah tangga dengan memilah sampah di rumah, mengolah sampah organik, bertanam secara organik, serta memperpanjang manfaat suatu barang.

"Sudah saatnya semua orang lebih bijak mengelola sampah yang dihasilkannya, meskipun jumlahnya berbeda untuk setiap keluarga," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network