Penyebab `learning loss` dan kiat menyiasatinya
Elshinta
Minggu, 05 September 2021 - 11:37 WIB |
Penyebab `learning loss` dan kiat menyiasatinya
Ilustrasi anak belajar di rumah. (Pexels)

Elshinta.com - Pemerhati dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji membagikan sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya learning loss kepada anak, terutama yang kini harus belajar dari rumah karena adanya pandemi COVID-19.

Learning loss adalah istilah yang mengacu pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu, katanya dikutip dari keterangan pers, Minggu.

Kondisi tersebut, antara lain adalah periode libur panjang pada kalender akademik, peristiwa putus sekolah yang dialami peserta didik karena kemiskinan, hingga ditutupnya sekolah tatap muka sebagai akibat dari pandemi yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh.

Indra menuturkan bahwa kondisi learning loss tidak sepenuhnya terjadi karena pembelajaran jarak jauh atau karena tidak adanya pembelajaran tatap muka. Learning loss justru seringkali diakibatkan karena cara mengajar yang hanya dipindahkan dari dalam kelas dan diadopsi sepenuhnya ke pembelajaran online.

Di situasi ini, guru mendistribusikan informasi dan komunikasi hanya satu arah, yang kemudian menyebabkan siswa cepat merasa bosan dan tidak semangat belajar.

Ada pun kiat-kiat yang dibagikan Indra kepada para tenaga pengajar untuk menghindari learning loss pada siswa.

"Pertama, pendidik harus mempunyai growth mindset yakni pemikiran yang bertumbuh dan berkembang sesuai keberlangsungan zaman. Sebagai contoh, pembelajaran daring yang dilakukan saat pandemi ini justru mempercepat pendidik dan siswa dalam menghadapi era digital yang perkembangannya kian cepat dari waktu ke waktu," kata Indra.

Kedua, pendidik juga perlu memahami Socio-Technical Knowledge Management pada era digital yang terdiri dari Infokultur, Infostrukur dan Infrastuktur.

Infokultur merupakan transfer informasi di era digital, salah satunya yang dikenal dengan istilah blended learning yakni perpaduan antara manusia dengan teknologi.

Infostruktur berkaitan dengan hal-hal identitas lembaga di dunia maya, seperti alamat situs, akun-akun sivitas yang berhubungan dengan nama domain lembaga. Institusi pendidikan harus mempunyai domain khusus misal sch.id atau ac.id untuk penyediaan e-mail guru dan siswa agar proses transfer informasi tidak akan tercampur dengan urusan pribadi.

Selain domain, lembaga pendidikan juga perlu menyiapkan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran.

Sementara, infrastruktur terkait dengan tentang sarana dan prasarana, gawai, listrik hingga internet yang merupakan aspek terpenting untuk mendukung keberlangsungan pendidikan era digital.

Terakhir, pendidik mulai menerapkan kelas modern (Flipped Classroom), yang menggabungkan aspek asynchronous dan synchronous secara efektif. Pada tahap asynchronous siswa mempelajari materi secara individu di luar kelas baik daring maupun luring.

"Pemanfaatan aplikasi Learning Management System (LMS) menjadi standar dalam pola ini. Lalu di tahap synchronous, pertemuan di dalam kelas baik secara daring maupun luring digunakan untuk aktivitas kolaborasi aktif dari masing-masing siswa yang mendorong penalaran tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) dengan cara project based learning, antara lain melalui presentasi, diskusi, bedah kasus, atau debat," kata Indra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI: `Bonding time` bersama anak tak perlu persiapan khusus
Minggu, 10 Oktober 2021 - 15:15 WIB
Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, Psikolog.,m...
Orangtua wajib diedukasi soal kesehatan mental pada anak bibir sumbing
Sabtu, 11 September 2021 - 09:01 WIB
Penolakan dan perundungan terhadap anak dengan bibir sumbing atau celah langit-langit mulut tak jara...
Penyebab `learning loss` dan kiat menyiasatinya
Minggu, 05 September 2021 - 11:37 WIB
Pemerhati dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji membagikan sejumlah faktor yang menyebabkan ter...
Ajak anak pilih masker sendiri
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 09:13 WIB
Mengajari anak mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi bisa dimulai dengan mengajak buah hati...
Pentingnya peran orang tua rayakan kemerdekaan di rumah bersama anak
Senin, 16 Agustus 2021 - 22:05 WIB
Orang tua memiliki peranan penting untuk mengenalkan dan merayakan momen Hari Kemerdekaan Republik I...
Ajarkan toleransi dan kebhinekaan kepada anak sejak dini
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:54 WIB
Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan ...
Ahli gizi ungkap alasan penting anak 5-12 tahun wajib bergerak aktif
Kamis, 29 Juli 2021 - 08:16 WIB
Anak usia sekolah atau 5-12 tahun setidaknya harus melakukan aktivitas fisik selama 60 menit per har...
Ragam cara orang tua beri rasa bangga pada anak agar bertumbuh optimal
Minggu, 25 Juli 2021 - 18:13 WIB
Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Ratih Ibrahim membagikan beragam cara bagi para orang ...
Mengenal gejala stres pada anak
Sabtu, 24 Juli 2021 - 21:09 WIB
Rasa khawatir dan cemas tidak hanya dirasakan oleh orangtua saat pandemi COVID-19, anak-anak pun bis...
Pakar sebut ada tiga masalah kesehatan pada anak saat pandemi COVID-19
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:02 WIB
Selama masa pandemi COVID-19, utamanya saat penerapan pembatasan mobilitas pada anak guna mencegah p...