Berapa lama tubuh bertahan tanpa makan dan minum?
Elshinta
Selasa, 07 September 2021 - 16:35 WIB |
Berapa lama tubuh bertahan tanpa makan dan minum?
Ilustrasi

Elshinta.com - Tubuh manusia dapat bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makanan, tetapi kebanyakan orang hanya dapat bertahan 2-4 hari tanpa air, hal ini seperti diungkap pakar bedah bariatrik sekaligus direktur medis di MemorialCare Surgical Weight Loss Center di Orange Coast Medical Center, Mir Ali, MD.

Mengenai berapa lama seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan tergantung pada berbagai faktor termasuk jenis kelamin, komposisi tubuh, makanan dan minuman yang dikonsumsi dan lingkungan sekitar, menurut pendiri Health Media Experts, Andrea Paul, MD.

Orang dengan cadangan lemak lebih banyak dapat bertahan lebih lama karena tubuh dapat membakar lemak yang disimpan untuk bahan bakar pada saat kelaparan ekstrem. Terlebih lagi, bila dia memiliki akses ke air tetapi tidak memiliki makanan, maka mungkin dapat bertahan hingga dua bulan.

Secara umum, individu yang sehat dan kurus bisa mengalami kelaparan yang parah ketika kehilangan 18 persen dari berat badannya atau mencapai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 16,5 (sangat kurus).

Dari sisi jenis kelamin, wanita dapat menahan kelaparan lebih lama daripada pria dan bertahan pada IMT yang lebih rendah. Ini mungkin karena mereka secara alami memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Tubuh cenderung menggunakan lemak ketimbang otot sebagai energi selama kelaparan.


Efek lapar pada tubuh

Ketika Anda kekurangan makanan, tubuh mengalami tahap kelaparan karena tak ada lagi kalori untuk fungsi organ. Menurut Paul, tubuh akan mencoba memecah jaringan dan menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk mempertahankan kehidupan selama mungkin.

Caranya, dengan memanfaatkan glukosa apa pun yang tersisa. Dalam beberapa jam pertama, targetnya glukosa dalam darah Anda. Setelah itu, glikogen yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk habis.

Di sisi lain, tubuh harus melakukan ketosis, yang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dan menyebabkan Anda mengalami gejala awal kelaparan seperti pusing dan kelelahan.

Tubuh Anda dapat menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk menghabiskan simpanan lemak, tergantung pada seberapa banyak yang ada. Tapi begitu lemak hilang, satu-satunya yang tersisa untuk dibakar tubuh Anda adalah protein di dalam otot Anda, termasuk otot jantung Anda. Akibatnya, risiko serangan jantung bisa meningkat.

Setelah tubuh Anda mulai membakar protein, kesehatan Anda menurun dengan sangat cepat menyebabkan berbagai masalah seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, gagal organ yang bila tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

Sementara bila tubuh kekurangan air, maka tak ada mekanisme serupa Anda memecah jaringan untuk menggantikan bahan bakar dari makanan. Dalam beberapa jam setelah tidak minum, Anda dapat mulai mengalami gejala dehidrasi termasuk haus, kulit kering, pusing yang seiring waktu bisa berkembang menjadi kebingungan, kegagalan organ.

Ali mengingatkan, dehidrasi dapat berujung secara cepat terutama saat kondisi cuaca panas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:01 WIB
Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 ...
Respirator bisa bantu kurangi risiko terkena pajanan polusi udara
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:06 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, ...
Tangani dini AMD agar penglihatan tak semakin memburuk
Jumat, 15 Oktober 2021 - 11:34 WIB
Sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan dini, begitu juga AMD atau degenerasi maku...
Terapi atasi kecemasan remaja pada masa pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:17 WIB
Aktivitas fisik dan latihan fisik bisa menjadi strategi terapi yang efektif mengatasi gejala depresi...
Trigeminal neuralgia bisa disembuhkan dengan tindakan PRFR
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Dokter spesialis bedah saraf dr. Mustaqim Prasetya, Sp.BS FINPS mengatakan trigeminal neuralgia-kon...
Olahraga dua jam sebelum tidur dapat membantu lebih nyenyak
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:58 WIB
 Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan dua jam sebelum tidur dapat membantu tidur lebih ...
Mengenal hipoglikemia, penyakit yang diderita Dorce Gamalama
Senin, 11 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Lemas, pusing, bahkan susah konsentrasi merupakan ciri-ciri dari seseorang mengalami hipoglikemia, p...
Mengenal `toxic positivity` dari sudut pandang `mindfulness`
Senin, 11 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Praktisi Mindfulness dan Emotional Healer Adjie Santosoputro mengingatkan bahwa seseorang perlu ...
Psikolog: Mitos dan stigma kendala tangani masalah kesehatan mental
Senin, 11 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Widya S. Sari, M.Psi mengatakan permasalah...
Jaga kualitas udara dari paparan asap rokok di dalam rumah
Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:30 WIB
Menjaga kualitas udara di dalam hunian merupakan hal penting guna meningkatkan kualitas kesehatan, t...
Live Streaming Radio Network