Tingkat pencemaran DAS Citarum turun menjadi cemar ringan
Elshinta
Selasa, 07 September 2021 - 17:36 WIB |
Tingkat pencemaran DAS Citarum turun menjadi cemar ringan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyatakan bahwa tingkat pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum turun dari cemar berat menjadi cemar ringan dalam dua tahun terakhir.

"Target kita di 2020 sebenarnya hanya tercemar sedang, tapi berkat kerja luar biasa dan juga intinya kerja luar biasa, kami melewati status cemar sedang Pak," katanya di Bandung, Selasa, saat melaporkan kondisi terkini DAS Citarum kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Hari ini langsung jadi cemar ringan, nah kemudian nanti di akhir kita berharap mutu airnya sudah masuk kelas 2," katanya seusai mendampingi Luhut meninjau pelaksanaan program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum di Secaba Rindam III Siliwangi, TPSA Cicabe, Jajaway Cidurian, dan Kantor Satgas Citarum Bandung.

Ia menjelaskan, saat Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum mulai dilaksanakan pada tahun 2019 status DAS Citarum masih tercemar berat.

"Waktu kita mengawali yang warna kuning kita itu poin-nya 33,43 atau tercemar berat, jorok, kotor, dan lain-lain," kata dia.

Sekarang, ia melanjutkan, DAS Citarum statusnya cemar ringan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network