Kecamatan Ciemas Sukabumi dibangun PLTB terbesar di Asia
Elshinta
Kamis, 09 September 2021 - 08:07 WIB |
Kecamatan Ciemas Sukabumi dibangun PLTB terbesar di Asia
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi yang dijadikan tempat pembangunan PLTB di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Rabu, (8/9). (Antara/Aditya Rohman)

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi terlaksana dalam waktu dekat yang diperkirakan mampu memproduksi listrik 150 Megawatt.

"PLTB di Kecamatan Ciemas ini akan menjadi yang terbesar di Asia, saat ini eksplorasi sudah dilakukan sehingga pembangunan dipastikan terlaksana," kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Sukabumi, Rabu, (8/9).

Kecamatan Ciemas sejak lama sudah diprioritaskan menjadi lokasi pembangunan PLTB karena memiliki sumber daya angin yang baik untuk membangkitkan tenaga listrik. Berbagai penelitian dari para ahli pun sudah dilakukan, akhirnya setelah menunggu beberapa lama pembangunan ini bisa terealisasi.

Menurut Uu, manfaat dari pembangunan ini tidak hanya dirasakan untuk masyarakat di Kabupaten Sukabumi atau Jabar saja tetapi nasional, karena bisa membantu memasok listrik untuk cadangan negara.

Selain itu, manfaat lainnya yang bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Sukabumi khususnya yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan adalah penyerapan tenaga kerja mulai dari pembangunan hingga pengoperasiannya nanti.

Bahkan, informasi yang diterimanya untuk pengoperasian PLTB ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) sekitar 300 orang, tentu ini harus dimanfaatkan oleh warga asalkan memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mengelola pembangkit listrik ini.

Maka dari itu, agar masyarakat bisa memanfaatkan peluang itu Pemprov Jabar tentunya membuat terobosan yang diawali dengan pendidikan untuk warga yang berkaitan dengan pengoperasian PLTB, sebab perlu keahlian khusus dalam pengoperasiannya.

Namun demikian, dalam rekruitmen tenaga kerja perusahaan wajib memprioritaskan warga sekitar dahulu, jangan sampai masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi PLTB hanya menjadi penonton saja.

Kemudian, saat proses pembangunan dibutuhkan sekitar seribu tenaga kerja dan Pemprov Jabar sudah meminta dan membuat MoU dengan perusahaan pemegang proyek agar memprioritaskan warga Jabar.

"Adanya PLTB persediaan listrik akan terjaga karena ini merupakan energi terbarukan yang tidak akan habis dan setelah beroperasi tidak membutuhkan biaya operasional yang besar karena energi yang didapatkan bersumber dari angin serta terpenting adalah ramah lingkungan karena tidak ada polusi yang ditimbulkan," tambahnya.

Uu mengatakan Pemprov Jabar akan mendorong pemerintah pusat dan meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang PLTB. Apalagi, Presiden Jokowi pun beberapa waktu lalu usai meresmikan PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan menyebutkan Kabupaten Sukabumi juga akan memiliki pembangkit listrik serupa.

Ia pun meminta dukungan kepada seluruh masyarakat Jabar khususnya Kabupaten Sukabumi untuk mendukung proyek pembangunan PLTB ini demi kepentingan persediaan dan pasokan listrik Indonesia.

"PLTB Sidrap saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, tetapi PLTB di Kecamatan Ciemas nantinya akan menjadi yang terbesar di Asia. Ini akan menjadi kebanggan warga Sukabumi dan Jabar, apalagi lokasinya tidak jauh dari objek wisata Geopark Ciletuh sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Tahun depan, Kudus punya mall pelayanan publik
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kudus Jawa Tengah terus dikebut. Mall yang akan menampung be...
Pemkab Langkat akan bangun sarana dan prasarana umum dan sosial
Minggu, 24 Oktober 2021 - 20:11 WIB
Pada rapat yang dipimpin Ketua DPRD Langkat Sribana PA.  Bupati meminta pokok pikiran DPRD segera d...
Ekonom sebut Jembatan Sei Alalak akselerasi pertumbuhan ekonomi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:13 WIB
Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin  mengatakan  keberadaan Jemb...
Komitmen Jokowi bangun Papua tersaji dalam Capaian Kinerja 2021
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:45 WIB
Komitmen Presiden Joko Widodo dalam pembangunan Tanah Papua tersaji dalam buku laporan Capaian Kiner...
 Laksanakan kerja bakti, Satgas Yonif RK 751/VJS jadi promotor dalam pembangunan kantor klasis
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:11 WIB
Bersama masyarakat dan Jemaat GKI Oraetlabora Kurima, Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS membangun ...
Akademisi: Kota Medan butuh perbaikan infrastruktur jalan
Senin, 18 Oktober 2021 - 07:01 WIB
Akademisi Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu, MSi, menyebutkan bahwa Kota Medan ...
Stafsus Menteri BUMN bantah ada utang tersembunyi proyek kereta cepat
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:15 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan bahwa tidak ada utang tersembunyi China terkait ...
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 79 persen
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:15 WIB
Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen, da...
Wapres Ma`ruf Amin beri bantuan kepada gereja di Papua Barat
Jumat, 15 Oktober 2021 - 14:45 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberi bantuan kepada gereja untuk pengembangan sekolah dan rumah ibad...
Menteri PUPR ingatkan pengembang bangun rumah berkualitas bagi MBR
Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:45 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali mengingatkan kepada pe...