Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Elshinta
Sabtu, 11 September 2021 - 22:49 WIB |
Sumatera Selatan waspadai karhutla hingga akhir September 2021
Helikopter Super Puma milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melakukan \\\"water bombing\\\" di Muara Medak, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (21/8/2019). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz)

Elshinta.com - Provinsi Sumatera Selatan tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir September 2021 karena masih memasuki puncak kemarau.

Pj Sekda Sumsel SA Supriono di Palembang, Sabtu, mengatakan, walaupun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan terjadi hujan dengan intensitas rendah tapi sejatinya ini masih musim kemarau.

Untuk itu, pada musim kemarau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menaruh perhatian khusus terhadap lima kabupaten dalam penanganan karhutla yakni Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Kabupaten Muaraenim.

“Semua daerah menjadi perhatian. Tapi ada lima kabupaten/kota yang spesifik menjadi perhatian karena terbilang rawan,” kata dia.

Sebelumnya, OKU Timur dan Lahat sempat menjadi perhatian, namun pada tahun ini sudah tidak ada lagi hot spot.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Sumatera Selatan tetap mengalami hujan di musim kemarau pada Agustus-September 2021.

Hujan diprediksi tetap turun karena pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole.

Kepala BMKG SMB II Palembang Desindra Deddy Kurniawan mengatakan akibat pengaruh fenomena tersebut membuat terjadi pembentukan awan di Sumatera akibat adanya masa udara dari India sebelah barat yang masuk.

“Sehingga banyak uap air, walau sekarang ada musim kemarau tapi tetap ada hujan,” kata Desindra.

Kondisi ini mengandung kemiripan dengan cuaca dan iklim yang terjadi di tahun 2020, namun curah hujan selama musim kemarau tersebut hanya berkisar 50 mm per dasarian atau tidak melebihi 150 mm dalam satu bulan atau kategori menengah.

Berkat adanya hujan ini, setidaknya turut membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desindra mengatakan, sebelunya terdapat sejumlah titik api di Sumsel. Namun setelah turun hujan pada Jumat (6/8/2021) Sumsel kembali ke status hijau atau aman karhutla.

Walau demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, karena sejatinya karhutla itu terjadi disebabkan oleh 99 persen ulah manusia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network