Negara bagian terpadat ketiga di Australia hindari penguncian COVID
Elshinta
Minggu, 12 September 2021 - 12:25 WIB |
Negara bagian terpadat ketiga di Australia hindari penguncian COVID
Seorang pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung berjalan dengan seekor anjing melewati pusat kota selama penguncian untuk mengekang penyebaran wabah COVID-19 di Sydney, Australia, Kamis (9/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/rwa.

Elshinta.com - Queensland, negara bagian terpadat ketiga di Australia, mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu memerintahkan penguncian setelah mendeteksi nol infeksi COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Negara bagian Queensland pada Sabtu mencatat lima kasus COVID-19.

Pemimpin negara bagian Annastacia Palaszczuk memperingatkan bahwa penguncian mungkin diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus.

Namun, negara bagian itu mengatakan pengujian belum mendeteksi kasus lebih lanjut, menghindari perlunya tindakan seperti itu.

"Kami belum keluar dari masalah, tetapi ini adalah hasil terbaik yang bisa kami harapkan pada titik wabah ini," kata Wakil Pemimpin negara bagian Queensland Steven Miles kepada wartawan di Brisbane.

Hasilnya adalah dorongan untuk ekonomi Australia senilai A$2 triliun atau sekitar Rp20 ribu triliun, yang berisiko tergelincir ke dalam resesi kedua dalam beberapa tahun sebagai akibat dari penguncian dua negara bagian terpadat di negara itu, Victoria dan New South Wales.

Victoria pada Minggu mencatat 392 infeksi COVID-19 dalam 24 jam terakhir, turun sedikit dari 450 kasus yang tercatat di negara bagian itu sehari sebelumnya.

Sumber : Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China berupaya keras stabilkan harga batu bara
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:47 WIB
China sedang berupaya keras menstabilkan harga batu bara dan menjaga pasokan.
Melbourne siap keluar dari `lockdown` COVID terlama di dunia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:28 WIB
Jutaan orang di Melbourne bersiap untuk pada Kamis malam keluar dari penguncian (lockdown) COVID-19 ...
Emas turun di Asia, naiknya imbal hasil obligasi AS kurangi daya tarik
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:34 WIB
Harga emas turun tipis di perdagangan Asia pada Rabu (20/10) pagi, karena melonjaknya imbal hasil ob...
Korea Utara tembakkan rudal balistik dari kapal selam
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:25 WIB
Korea Utara melakukan uji tembak rudal balistik baru dari kapal selam (SLBM) di lepas pantai timurny...
Vaksin HPV pertama China kantongi prakualifikasi WHO
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:59 WIB
Vaksin HPV pertama yang dikembangkan sendiri oleh China, Cecolin, mengantongi prakualifikasi dari Or...
Sydney longgarkan banyak pembatasan COVID saat vaksinasi melejit
Senin, 18 Oktober 2021 - 09:11 WIB
Ribuan anak kembali ke sekolah-sekolah Sydney pada Senin ketika kota terbesar Australia itu melongga...
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung di World Expo Dubai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung lebih pada perhelatan World Expo 2020 Dubai sejak d...
Lapak makanan-minuman Indonesia diminati di Shanghai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:01 WIB
Lapak-lapak produk makanan dan minuman sangat diminati di ajang \"The Colours of Indonesia\" di Shan...
Komitmen bersama Indonesia dengan warga dunia membantu Afghanistan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:01 WIB
Negeri Afghanistan kini sudah berubah wajah, meski kondisi fisik yang poran-poranda akibat konflik d...
KJRI Shanghai gelar `The Colours of Indonesia`
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:40 WIB
Konsulat Jenderal RI di Shanghai, China, menggelar “The Colours of Indonesia: Kopi Indonesia in Sh...