MemoRI 25 September
25 September 1810: Daendels dan berdirinya Kota Bandung
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
25 September 1810: Daendels dan berdirinya Kota Bandung
Pemandangan Baru Alun-Alun Bandung. (https://bit.ly/3nr4uSM)

Elshinta.com - Sebelum menjadi sebuah kota, awal berdirinya Kota Bandung tidak lepas dari saudara tua mereka, Kabupaten Bandung.

Dilansir laman resmi Humas Kota Bandung, wilayah Kabupaten Bandung yang kerap disebut Dalem Bandung itu dibentuk pada sekitar pertengahan abad ke-17 Masehi, dengan Bupati pertama Tumenggung Wiraangunangun. Ia memerintah Kabupaten Bandung hingga tahun 1681.

Semula Kabupaten Bandung beribu kota di Krapyak yang sekarang lebih dikenal masyarakat sebagai wilayah Dayeuhkolot. Jaraknya sekira 11 kilometer ke arah selatan dari pusat kota Bandung sekarang. Ketika kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati ke-6, yakni R.A Wiranatakusumah II (1794-1829) yang dijuluki "Dalem Kaum I", kekuasaan di Nusantara beralih dari kompeni ke Pemerintahan Hindia Belanda, dengan gubernur jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811).

Baca juga 25 September hari jadi kota Bandung

Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di ujung barat Jawa Barat ke Panarukan di ujung timur Jawa timur (kira-kira 1000 km). Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

Di daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya Pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada. Di daerah Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Asia Afrika-Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, Daendels melalui surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak atau Tanjungsari, mendekati Jalan Raya Pos. 

Rupanya Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, Bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan. Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun. Kini, lokasi tersebut menjadi pusat kota Bandung.

Alasan pemindahan ibu kota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai ibu kota pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

Sekitar akhir tahun 1808 awal 1809, bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekati lahan bakal ibu kota baru. Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu yang kini dikenal dengan daerah Cipaganti, kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampung Bogor atau Kebon Kawung pada lahan Gedung Pakuan sekarang.

Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu langsung dipimpin oleh bupati. Dengan kata lain, Bupati R. A. Wiranatakusumah II adalah pendiri Kota Bandung. Kota Bandung diresmikan sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung dengan surat keputusan tanggal 25 September 1810.

 

Sumber: cnnindonesia.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Timsel KPU dan Bawaslu diharapkan kerja profesional dan independen
Jumat, 15 Oktober 2021 - 14:56 WIB
Pemerintah telah membentuk Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Masa Jabat...
MPR: Pro dan kontra pengangkatan Dewan Pengarah BRIN tak perlu terjadi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 12:57 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai pro dan kontra keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat da...
Pemkot Bogor serahkan rancangan APBD tahun 2022 sebesar Rp2,3 triliun
Jumat, 15 Oktober 2021 - 08:53 WIB
Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat telah menyerahkan draf rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggar...
Inovasi Kota Sukabumi masuk `Top 45` Jawa Barat 2021
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:47 WIB
Reformasi birokrasi pemerintahan yang terus bergulir melalui berbagai inovasi, mengantarkan dua inov...
Wakil Ketua MPR: Amendemen UUD harus melewati kajian dalam
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:35 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa amendemen Undang-Undang Dasar Negara Republik ...
Wakil Ketua MPR: Amendemen UUD harus melewati kajian dalam
Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa amendemen Undang-Undang Dasar Negara Republik ...
Wapres Ma`ruf bertolak ke Papua Barat dari Maluku
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:01 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin melanjutkan agenda kunjungan kerja dari Ambon, Provinsi Maluku, menuju Ma...
Lestari Moerdijat: Fraksi Nasdem tidak antiamendemen UUD 1945
Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:45 WIB
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Nasdem Lestari Moerdijat menegaskan partainya tidak anti-terhadap ame...
Mantan pegawai KPK ungkap niat bentuk partai politik
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:35 WIB
Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang mengungkap niatnya membentuk pa...
Wapres melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku
Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:35 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Ambon, Maluku, untuk memimpin rapat koordi...
Live Streaming Radio Network