Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 12:16 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pabrik gula pastikan luberan air berkabut bukan limbah B3 
Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.

Elshinta.com - Mengantisipasi agar tidak kembali terjadi luapan air pendingin condesor masuk ke dalam saluran air selokan.  Pihak Pabrik Gula Pesantren Baru  Kota Kediri  melakukan beberapa upaya monitoring sekaligus  pencegahan. 

Dikatakan Hasan Mursid Asman selaku Asisten Manajer lingkungan  Pabrik Gula Pesantren, pasca terjadinya luapan kemarin, saat turun air hujan, pihaknya mulia nmemonitoring level air jatuhan. 

Disamping itu tidak lupa pabrik juga telah  menyiapkan pengurasan air hujan serta  pembuatan tanggul ketika terjadi emergency. (darurat) 

Penjelasan yang ia sampikan ini sekaligus juga menampik adanya kabar yang beredar menyebutkan  jika  air tersebut mengandung amoniak. 

"Dipastikan berita itu tidak benar karena Pabrik Gula Pesantren Baru tidak menggunakan bahan pembantu proses amoniak atau pun memproduksi amoniak," terang Mursid Asman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Selasa (14/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan kronologis kenapa air pendingin condesor tersebut masuk ke saluran air selokan depan pabrik hingga meluber ke jalan. 

Menurutnya hal tersebut  dikarenakan pada saat itu  pada hari Minggu 12 September 2021, turun hujan lebat sehingga mengakibatkan saluran air hujan milik Pabrik Gulan Pesantren Baru tidak mampu menampung debut  air hujan.

Kelebihan air itu laku meluber menuju saluran air jatuhan (pendingin condensor).

Mursid Asman kembali menjelaskan jika  Air tersebut termasuk air non polutan, tetapi memiliki temperature sekitar 40’ sampai 42’ C atau sekitar 38 C setelah tercampur air hujan. 

Hingga Kemudian  nampak  terlihat seperti asap atau kabut. Hal ini disebabkan adanya perbedaan suhu air tersebut dengan suhu lingkungan sekitar 29’ C sehingga terjadi proses evaporasi. 

Air tersebut merupakan air pendingin yang bukan limbah B3 ataupun non B3 dan juga tidak mengandung bahan kimia.
 
Seperti diketahui luberan air pendingin ini kali pertama diketahui oleh warga. Petugas kepolisian yang mengetahuil tersebut kemudian meresponya melakukan pengecekan dengan dengan mendatangi lokasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...
 Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:22 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pes...
 Dukung Program Jakarta Sadar Sampah, Bank DKI rangkul penghuni Rusun Pesakih
Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Mendukung program Gerakan Jakarta Sadar Sampah sebagai sebuah upaya kolaborasi bersama untuk Jakarta...
 Program `Mageri Kuto` Polres Salatiga tanam 5.000 pohon
Selasa, 12 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Dalam rangka mendukung Program Polda Jawa Tengah `Mageri Segoro` yang dilaksanakan seluruh Jajaran P...
Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang tutup perusahaan yang lakukan pencemaran
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah kawasan industri. Hampir seluruh wilayahnya...
Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan
Senin, 11 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengambil kebijakan menambah anggaran pembebasan lahan untuk menormal...
Menjaga lingkungan Polres Semarang tanam pohon 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Kapolres Semarang, Jawa Tengah  AKBP Yovan Fatika bersama Pju Polres Semarang dan Bhayangkari melak...
Jaga kualitas oksigen, Pemkot Depok larang warga tebang pohon sembarangan 
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:04 WIB
Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  melarang masyarakat menebang pohon sem...
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan U...
Live Streaming Radio Network