PON Papua bukan sekadar ajang olahraga
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 12:47 WIB |
PON Papua bukan sekadar ajang olahraga
Sebelas tim Free Fire bersiap untuk terbang ke Jayapura setelah berhasil lolos ke babak final cabang olahraga eskshibisi esport Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Hanya menunggu hitungan hari, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX segera digelar di "Bumi Cenderawasih" Papua. Secara resmi, kegiatan tersebut diagendakan dibuka pada 2 hingga 15 Oktober 2021.

Bagi masyarakat khususnya pecinta olahraga, tentu saja pesta olahraga terbesar tingkat nasional tersebut dinanti-nantikan. Bagaimana tidak, masyarakat akan melihat secara langsung para atlet kebanggaannya berlaga di 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

Penyelenggaraan PON kali ini terbilang istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya, ajang olahraga empat tahunan tersebut diselenggarakan di Tanah Papua. Terdapat empat kluster yang menjadi lokasi utama PON Ke-20 yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan paling ujung terletak di Kabupaten Merauke.

Jika dilihat lebih jauh, PON XX bukan hanya sekadar ajang olahraga semata. Namun, jauh dari itu, pesta olahraga tersebut ialah upaya merekatkan, menguatkan dan menegaskan kebinekaan yang ada di Indonesia.

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah penyelenggara acara tersebut tentu saja dengan berbagai pertimbangan dan kajian yang matang. Mulai dari masalah aspek geografis, budaya, sosial hingga persoalan keamanan.

Tak bisa dipungkiri, selama ini Papua tidak lepas dari sorotan dugaan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia, ketimpangan infrastruktur, masalah sosial hingga ingin melepaskan diri dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun, satu persatu masalah tersebut bisa diurai. Beragam upaya terus dilakukan oleh pemerintah agar Indonesia tidak terpecah apalagi harus kehilangan salah satu kepingan "surga" di ujung timur Indonesia tersebut.

Melalui PON XX, diharapkan masyarakat dapat menguatkan kecintaannya terhadap Tanah Air dan tentu saja beragam masalah di Papua tadi segera bisa dituntaskan dengan cara-cara yang elok dan lebih humanis.

Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo mengatakan dalam konteks kebangsaan, pemilihan Papua sebagai provinsi penyelenggara PON XX merepresentasikan dari semangat Republik Indonesia yang wilayahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke.

"Ini akan menjadi semacam tali pengikat yang merepresentasikan persatuan Indonesia dari timur ke barat," kata Aris Heru Hutomo.

Dalam ajang olahraga, setidaknya menyimpan tiga spirit utama yang ingin dicapai. Pertama, ialah semangat persatuan, sportifitas dan saling bekerja sama untuk meraih prestasi.

Oleh sebab itu, penyelenggaraan PON XX pemerintah harus bisa menangkap dan menyatukan ketiga hal tersebut kepada para atlet, ofisial, penyelenggara dan masyarakat terutama saudara-saudara yang ada di Bumi Cenderawasih.

Hadirnya para atlet, ofisial dan masyarakat umum yang akan menyaksikan langsung maupun dari layar kaca televisi dapat berdampak positif terhadap kekayaan budaya yang ada di Papua.

Terselenggaranya PON XX juga diharapkan menjadi ajang untuk mengeksplorasi seluruh sektor kehidupan di Papua. Mulai dari pariwisata, kehidupan masyarakat hingga kebudayaan yang mungkin tidak ada di provinsi lain.

"Lebih dekat, kita tidak hanya melihat fisik saja tetapi juga budaya, kearifan lokal, wisata dan interaksi masyarakat di sana," kata Aris.

Dengan demikian, harapannya Papua tidak hanya dikenal sebagai penghasil sumber daya alam yang berlimpah, namun juga "gudang" atlet berprestasi dan tentu saja daerah tujuan pariwisata.

Olahraga dan persatuan
Pemilihan atau penunjukan Papua sebagai penyelenggara PON Ke-20 memiliki sejumlah alasan dan pertimbangan tertentu. Seperti diketahui, gelaran olahraga tersebut bukan hanya sekadar siapa yang paling terdepan atau tercepat di gelanggang.

Akan tetapi, jauh dari itu PON XX adalah wujud dan tekad serta upaya untuk menguatkan rasa persatuan di Indonesia khususnya di Tanah Papua melalui olahraga.

Selama ini jika membicarakan tentang Papua atau berita yang muncul di berbagai media massa tidak lepas dari masalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Tidak terhitung sudah berapa kali terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok tersebut. Korban jiwa baik di pihak TNI maupun KKB Papua sudah kerap terjadi.

Masyarakat sipil juga turut menjadi korban dari tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menentang dan ingin melepaskan diri dari NKRI tersebut.

Di satu sisi, Aris berpandangan pada dasarnya masyarakat Papua sama sekali tidak ada niat ingin melepaskan diri dari Indonesia. Mungkin, gejolak-gejolak yang terjadi selama ini akibat adanya berbagai kebutuhan atau keinginan yang belum terakomodasi dengan baik.

Kendati demikian, BPIP menyakini melalui ajang olahraga tersebut dapat membuka mata hati para kelompok yang membelot sadar bahwa Indonesia sama sekali tidak pernah melupakan apalagi meninggalkan Papua.

"PON XX di Papua adalah cerminan bagaimana masyarakat dari provinsi lain memberikan kepercayaan kepada Papua," kata dia.

Apalagi, lagu PON XX yang bertema "Torang Bisa" yang memiliki makna kita bisa adalah wujud dari upaya menjaga rasa persatuan di Indonesia. Setelah PON XX digelar, diyakini akan lebih banyak lagi hal-hal positif yang bisa dipublikasikan oleh media massa. Tidak hanya tentang konflik KKB Papua dengan aparat keamanan, namun diharapkan ada nilai-nilai lain yang bisa memacu semangat persatuan.

Jika kembali menyimak sejarah atau tujuan PON diselenggarakan ialah bagaimana mengikat atau merekatkan semangat rasa persatuan antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia.

Merujuk terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang kemudian berujung pada penyelenggaraan PON untuk pertama kalinya pada 9 September 1948 di Surakarta, Jawa Tengah.

Pada saat itu, masyarakat di Tanah Air masih terbagi-bagi atau terkotak-kotak dengan berbagai pandangan politik yang berbeda-beda. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menyelenggarakan PON untuk edisi pertamanya.

Tujuannya jelas yakni menyatukan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, suku, agama, ras dan golongan yang berbeda satu sama lain. Melalui gelanggang olahraga, semua perbedaan tadi dapat disatukan.

Masyarakat dari Sabang sampai Merauke berkumpul. Tidak hanya soal sportifitas tetapi juga meraih prestasi dengan semangat kebangsaan.

Terakhir, penyelenggaraan PON XX di Papua diharapkan betul-betul menjadi sebuah sarana oleh semua anak bangsa dan memahami bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan.

Sesuai dengan semboyan Bineka Tunggal Ika yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ridwan Kamil ungkap skenario sport sains penunjang prestasi Jabar
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengungkap skenario sport sains yang dipersiapkan bagi seluruh atlet Jawa Bara...
Menpora: Kesuksesan PON Papua berkat kerja sama lintas instansi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:53 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengatakan kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nas...
Antrean mengular, warga antusias menonton upcara penutupan PON Papua
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Animo warga Papua yang ingin menonton langsung upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Pa...
PON Papua - KONI Pusat apresiasi pemecahan dua rekornas renang
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:39 WIB
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengapresiasi adanya pemecahan dua rekor nasional (r...
PON Papua - Jawa Barat juara umum cabang atletik
Jumat, 15 Oktober 2021 - 09:27 WIB
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Nasional (PON)...
Laga final Rugby 7S Papua melawan Jakarta ricuh
Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Laga final cabang olahraga Rugby 7S putri antara tuan rumah Papua dan DKI Jakarta berakhir ricuh di ...
Sepuluh provinsi berburu emas pemungkas angkat berat PON Papua
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:50 WIB
Kontingen dari sepuluh provinsi berburu emas pemungkas cabang angkat berat Pekan Olahraga Nasional (...
Suami istri kompak sabet emas pencak silat PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:08 WIB
Pesilat Hanifan Yudani Kusumah dan Pipiet Kamelia yang juga pasangan suami istri namun berbeda konti...
Perwakilan Forkopimda akan ikuti penutupan PON Papua
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:50 WIB
Perwakilan-perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari 34 Provinsi akan hadir...
Kementerian PUPR dukung kesuksesan PON Papua lewat sarana air bersih
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:29 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung kesuksesan PON XX Papua melal...
Live Streaming Radio Network