Kota Ternate dilanda banjir
Elshinta
Rabu, 15 September 2021 - 11:37 WIB |
Kota Ternate dilanda banjir
Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya di Maluku Utara dilanda banjir akibat luapan air dari drainase dan kali mati, menyusul cuaca ekstrem disertai hujan dengan intensitas lebat menggenangi daerah ini (Antara/Abdul Fatah)

Elshinta.com - Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya di Maluku Utara (Malut) dilanda banjir akibat luapan air dari drainase dan kali mati, menyusul cuaca ekstrem disertai hujan dengan intensitas lebat.

Prakirawan Cuaca pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate Dewi Makhrantika Madiong ketika dihubungi di Ternate, Rabu, menyatakan, banjir di Malut itu akibat tingginya intensitas hujan sedang hingga lebat.

Menurut dia, berdasarkan pantauan angin di lapisan 3.000 feet, terdapat angin konvergen di wilayah Malut diakibatkan adanya palung yang terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur laut Malut dan Typhoon “CHANTU” (980 HPA, MAX 65KT) di bagian utara semakin menjauhi wilayah Filipina.

"Kondisi tersebut diiringi dengan tingginya anomali suhu muka laut sebesar 1 - 3 °C di wilayah perairan Malut dan adanya gelombang tipe low frequncy di Wilayah Malut," ujarnya.

Selain itu, nilai kelembapan udara (RH) di wilayah Maluku Utara pada lapisan 850mb, 700mb dan 500mb berkisar antara 80-100% serta nilai SOI yang cukup signifikan (+8.0) juga mempengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur cukup signifikan.

Kondisi tersebut yang menyebabkan terbentuknya awan konvektif (Cumulonimbus) yang mengakibatkan terjadinya hujan sedang hingga lebat di wilayah Malut.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini oleh MEWS BMKG Ternate sebanyak dua kali dalam grup media sosial, baik whatsApp maupun facebook menyusul hujan deras sejak pukul 13.50 wit dan di update pkl 15.55 WIT yang berlangsung hingga 18.25 WIT

Dia menyebut, respons lanjut oleh penerima peringatan dini, yaitu meneruskan informasi BMKG kepada anggota yang sedang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam tindakan penanganan kejadian.

BMKG juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun terus waspada dengan terus memonitor perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca melalui berbagai kanal, di antaranya website www.bmkg.go.id, media sosial facebook Stamet Sultan Baabullah Ternate atau BMKG Malut, instagram @bmkg_malut maupun melalui youtube BMKG Malut, Aplikasi mobile phone INFO BMKG yang dapat diinstal dari Play Store atau Apple Store.

Dia menambahkan, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat lagi, masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air, misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk, serta dari lereng rawan longsor.

Selain itu guna mencegah terjadinya banjir semakin memburuk pada waktu berikutnya, masyarakat disarankan untuk bekerja sama membersihkan saluran irigasi di setiap kelurahan.

Untuk Kota Ternate sendiri, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terpantau dari citra radar dan satelit yang terjadi sejak pukul 15.00 wit hingga pukul 17.00 wit pada Selasa (14/9) sore di Kota Ternate dengan lokasi kejadian, seperti Kampung Pisang, Pasar Gamalama dan Pasar Higienis/pasar tradisional setelah terjadi banjir.

Sementara dampak berdasarkan laporan warga, banjir menggenangi jalan raya dan masuk ke rumah dan pertokoan warga setempat dan mengganggu akses jalan raya serta kerugian ekonomi yang belum bisa ditaksir besarannya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung Aso Jepang meletus, tingkat siaga dinaikkan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:30 WIB
Gunung Aso, yang merupakan gunung berapi di pulau utama selatan Jepang Kyushu, meletus hingga menyem...
BPBD Kota Sukabumi tangani bencana di sejumlah lokasi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 09:39 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menangani bencana akibat dari ...
Kampung Bojong Jengkol Cilebut terendam banjir hingga sepinggang
Selasa, 19 Oktober 2021 - 22:01 WIB
Kampung Bojong Jengkol, Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam ban...
Kampung Bojong Jengkol Cilebut terendam banjir hingga sepinggang
Selasa, 19 Oktober 2021 - 22:01 WIB
Kampung Bojong Jengkol, Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam ban...
Cuaca kering dan berangin, BPBD Sukoharjo waspadai kebakaran kawasan hutan
Senin, 18 Oktober 2021 - 17:24 WIB
Ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah  meningkat dalam dua pekan terakhir. C...
Banjir menggenangi ruas jalan dan rumah di Samarinda
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:12 WIB
Sejumlah ruas jalan dan rumah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, digenangi banjir dengan ketingg...
Tiga desa di Ogan Komering Ulu diterjang banjir bandang
Senin, 18 Oktober 2021 - 15:48 WIB
Sebanyak tiga desa di Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diterjang ...
Gunung Merapi luncurkan guguran lava pijar lima kali sejauh 1,8 km
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:11 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa Gunung M...
Samarinda dikepung banjir
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:23 WIB
Kota Samarinda, Kalimantan Timur dikepung banjir sejak sekitar pukul 07.00 Wita, akibat hujan dengan...
Kepala BNPB lakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa Bali
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:48 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito SE MM, melakuk...
Live Streaming Radio Network