China-ASEAN Expo hasilkan kesepakatan bisnis Rp664 triliun
Elshinta
Kamis, 16 September 2021 - 00:01 WIB |
China-ASEAN Expo hasilkan kesepakatan bisnis Rp664 triliun
China-ASEAN Expo

Elshinta.com - Pameran perdagangan dan investasi China-ASEAN Expo (CAExpo) ke-18 yang berakhir di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, China, pada Senin (13/9) membuahkan 779 kesepakatan bisnis senilai total 300 miliar yuan atau sekitar Rp664 triliun.

Nilai itu meningkat 13,7 persen dibandingkan ajang yang sama pada tahun lalu, demikian media resmi setempat pada Rabu, mengutip pernyataan Sekretariat CAExpo.

Sebanyak 148 aktivitas promosi ekonomi dan perdagangan serta 28 forum tingkat tinggi digelar selama pameran yang berlangsung di wilayah China selatan itu.

China telah lama memiliki gedung pemanen CAExpo yang berdiri di atas lahan seluas 100.000 meter persegi di Kota Nanning. Gedung tersebut mampu menampung 5.400 stan pameran.

Pada tahun ini lebih dari 1.500 perusahaan, termasuk sejumlah perusahaan dari Indonesia, turut meramaikan ajang tahunan tersebut.

Pihak penyelenggara menyiapkan lahan seluas 20.000 meter persegi untuk perusahaan asing, naik 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

CAExpo ke-19 akan digelar pada 16-19 September 2022 di tempat yang sama dengan menunjuk Malaysia sebagai negara kehormatan.

Untuk kali kedua dalam dua tahun, Pakistan turut serta dalam gelaran CAExpo.

Presiden Pakistan Arif Alvi memberikan sambutan melalui video pada acara pembukaan pada Jumat (10/9).

"China sangat mengapresiasi itu (keterlibatan Pakistan). Pakistan menghadiri pertemuan dan pameran sebagai negara mitra khusus untuk yang kedua kalinya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian di Beijing, Rabu.

Dalam dua tahun terakhir, ASEAN telah mengambil alih posisi Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai mitra dagang terbesar China.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Utusan AS desak Korea Utara akhiri `provokasi`
Minggu, 24 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Pengujian rudal balistik yang baru-baru ini dilakukan oleh Korea Utara merupakan langkah yang \"meng...
China berupaya keras stabilkan harga batu bara
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:47 WIB
China sedang berupaya keras menstabilkan harga batu bara dan menjaga pasokan.
Melbourne siap keluar dari `lockdown` COVID terlama di dunia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:28 WIB
Jutaan orang di Melbourne bersiap untuk pada Kamis malam keluar dari penguncian (lockdown) COVID-19 ...
Emas turun di Asia, naiknya imbal hasil obligasi AS kurangi daya tarik
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:34 WIB
Harga emas turun tipis di perdagangan Asia pada Rabu (20/10) pagi, karena melonjaknya imbal hasil ob...
Korea Utara tembakkan rudal balistik dari kapal selam
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:25 WIB
Korea Utara melakukan uji tembak rudal balistik baru dari kapal selam (SLBM) di lepas pantai timurny...
Vaksin HPV pertama China kantongi prakualifikasi WHO
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:59 WIB
Vaksin HPV pertama yang dikembangkan sendiri oleh China, Cecolin, mengantongi prakualifikasi dari Or...
Sydney longgarkan banyak pembatasan COVID saat vaksinasi melejit
Senin, 18 Oktober 2021 - 09:11 WIB
Ribuan anak kembali ke sekolah-sekolah Sydney pada Senin ketika kota terbesar Australia itu melongga...
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung di World Expo Dubai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Paviliun Indonesia kedatangan 50 ribu pengunjung lebih pada perhelatan World Expo 2020 Dubai sejak d...
Lapak makanan-minuman Indonesia diminati di Shanghai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:01 WIB
Lapak-lapak produk makanan dan minuman sangat diminati di ajang \"The Colours of Indonesia\" di Shan...
Komitmen bersama Indonesia dengan warga dunia membantu Afghanistan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:01 WIB
Negeri Afghanistan kini sudah berubah wajah, meski kondisi fisik yang poran-poranda akibat konflik d...