Produsen sawit dan Unja lakukan pemberdayaan ekonomi Suku Anak Dalam
Elshinta
Kamis, 16 September 2021 - 15:52 WIB |
Produsen sawit dan Unja lakukan pemberdayaan ekonomi Suku Anak Dalam
Warga Suku Anak Dalam (SAD) yang juga dikenal sebagai Orang Rimba, Sarolangun, Jambi, Kamis (10/6/2021). ANTARA/Muhamad Hanapi/aa.

Elshinta.com - Produsen sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) bersama Universitas Jambi (Unja) melakukan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi melalui program Matching Fund untuk membangun kemandirian SAD atau Orang Rimba.

"Kami menyambut baik program ini. Pembangunan sosial SAD membutuhkan sinergi multipihak," ujar Direktur PT SAL, anak perusahaan Grup Astra Agro, Wahyu Medici Ritonga di Jakarta, Kamis.

Pihaknya berharap kerja sama ini mampu menghasilkan dampak yang signifikan bagi kemandirian dan kesejahteraan komunitas SAD di masa datang.

Matching Fund merupakan platform dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2021 yang dirancang untuk mengakomodasi sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi.

Terkait Suku Anak Dalam, lanjutnya melalui keterangan tertulis, program Matching Fund akan fokus pada pemberdayaan ekonomi, dengan beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti inventarisasi dan pengolahan tanaman obat, membuat demplot tanaman endemik dan kehutanan.

Ketua Tim Matching Fund Unja Fuad Muchlis menyatakan program ini dimulai sejak Agustus dan berlangsung hingga Desember 2021 atau selama empat bulan. Salah satunya yakni mengembangkan demplot tanaman obat di lahan Kampung Terpadu Madani (KTM) di Lubuk Jering kurang lebih 2 hektar (ha) dan lahan ALC (Agriculture Learning Centre) PT SAL seluas 2,34 (ha).

"Untuk program tanaman obat sendiri tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya hayati untuk pengembangan obat-obatan tradisional berbasis perilaku kesehatan komunitas SAD yang dikembangkan dengan sistem PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang berlaku di masyarakat pada umumnya," katanya.

Saat ini, tambahnya, telah terinventarisasi beberapa tanaman obat oleh tim MF dengan melibatkan dinas kesehatan setempat, yang sering digunakan secara turun temurun oleh komunitas SAD dan akan diperkaya di kawasan TNBD sebagai bahan baku pembuatan obat herbal oleh komunitas SAD yang dapat bernilai ekonomis atau fabrikasi tanaman herbal untuk jangka panjang.

Selain inventarisasi tumbuhan obat di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang bernilai ekonomi juga dilakukan pelatihan teknik pengolahan obat, pengadaan alat pengolahan, pelatihan pengemasan produk dan Asistensi Legalisasi produk untuk dipasarkan.

Pengembangannya akan dilakukan penanaman di kawasan TNBD sesuai zona tradisional yg ditetapkan TNBD dengan potensi luasan 36.000 hektar, tetapi tidak akan ditanami dengan tanaman obat semua, ujar Fuad Muchlis, karena peruntukannya bagi ruang hidup dan sumber penghidupan.

Menurut dia, kegiatan yang didukung oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Dikti akan melibatkan sekitar 40 orang mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (Prodi).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IHSG Rabu dibuka menguat 6,43 poin
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat 6,43 poin
Rupiah dibuka melemah 10 poin ke Rp14.162 per dolar AS pada Rabu pagi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi dibuka melemah 10 ...
Airlangga: Program BSU akan diperluas sasar 8,78 juta pekerja
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:48 WIB
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja ...
Zaman makin maju, Fatar Yani tekankan perusahaan migas upgrade teknologi
Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:46 WIB
Menjadi yang nomor 3 di Indonesia, Kalimantan tak sepatutnya berbangga diri karena sumur-sumur minya...
 Wabup Fauzi Yusuf minta Badan Wakaf Indonesia selamatkan harta agama
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:36 WIB
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf meminta Badan Wakaf untuk menyelamatkan harta agama, yakni berup...
OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:37 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai ped...
BAZNAS dorong pemanfaatan digitalisasi zakat secara optimal
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lemb...
Rupiah Selasa pagi melemah 2 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:12 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 2 poin
Relawan nilai harga tes PCR terlalu mahal dan bebani masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah menerapkan kewajiban tes PCR sebagai syarat penerbangan. Kebijakan tersebut menyebabkan h...
IHSG Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:49 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 14,36 poin