Penggunaan aplikasi `pedulilindungi` di Tulungagung masih minim
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 07:01 WIB |
Penggunaan aplikasi `pedulilindungi` di Tulungagung masih minim
Salah satu penumpang bus, Donna Zulfa Ulin Nuha menunjukkan status vaksin dan kesehatan dirinya di aplikasi pedulilindungi saat menunggu keberangkatan bus di Terminal Gayatri Tulungagung, Kamis (16/9) (ANTARA/HO - Joko Purnomo)

Elshinta.com - Masyarakat yang menggunakan aplikasi pedulilindungi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejauh ini masih minim, mengacu data pemakai aplikasi ini yang menggunakan jasa angkutan umum di daerah tersebut.

Hal ini diungkapkan Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Gayatri Tulunggaung, Dukut Sismantoyo, Kamis, dimana dari 1.500 penumpang yang masuk melalui Terminal Gayatri, maksimal hanya 10 yang sudah memanfaatkan aplikasi pedulilindungi.

"Belum ada pendataan resmi. Namun hasil pantauan sementara ya antara 5-10 dari 1.500 pengunjung terminal yang bisa menunjukkan bukti sertifikat vaksin dan status kesehatan melalui aplikasi pedulilindungi," kata Dukut menjelaskan.

Ia mengakui bahwa penggunaan aplikasi ini masih taraf sosialisasi, sehingga pengggunaanya belum banyak.

Masih ada toleransi saat penumpang ataupun awak bus dan angkutan umum lain, belum bisa menunjukkan aplikasi bukti status vaksin dan kesehatan mereka melalui aplikasi pedulilindungi.

Kendala lain yang sering ditemui, banyak warga yang menggunakan jasa angkutan umum tidak memiliki gawai yang mendukung. Selain juga sosialisasi yang memang belum optimal.

Sebagai bentuk sosialisasi, pihaknya mempunyai petugas yang berkeliling mengedukasi penumpang, dan menempelkan kode batang di pintu masuk terminal untuk dipindai (scan) oleh penumpang.

Warga yang sudah mempunyai aplikasi ini diarahkan untuk pindai kode yang ditempelkan. Untuk yang belum punyai diarahkan untuk mengunduh aplikasi ini dan diajari penggunaanya.

Untuk sekarang, pihaknya tak bisa memaksakan warga untuk menggunakan aplikasi ini. "Takutnya mereka malah naik bus dari luar terminal dan merugikan kita," katanya.

Salah satu penumpang, Donna Zulfa Ulin Nuha yang hendak pergi ke Malang, mengaku sudah mempunyai aplikasi ini. Namun dirinya tidak mengetahui adanya kewajiban untuk scan kode  jika hendak masuk ke Terminal.

"Ya sudah punya. Tetapi kalau di sini belum tahu kalau harus menggunakan aplikasi pedulilindungi," katanya.

Menurut Dona, sebenarnya banyak keuntungan yang didapat dengan aplikasi pedulilindngi.

Dirinya tak perlu repot membawa kartu vaksin. Di dalam aplikasi ini sudah ada kartu vaksin digital yang bisa dibawa dan ditunjukkan di manapun dan kapanpun.

Pada aplikasi pedulilindungi.id ini, akan muncul status vaksin dan kesehatan individu. Ada empat warga yang akan ditunjukkan sesuai status orang itu.

Hijau untuk yang sudah vaksin dua kali dan sehat. Mereka dengan warna ini boleh beraktifitas di luar rumah.

Warna oranye berarti yang bersangkutan boleh memasuki lokasi tapi harus mematuhi kebijakan pengelola lokasi.

Warna merah berarti orang tersebut belum divaksin dan harus melakukan vaksinasi COVID-19.

Terakhir warna hitam, berarti merupakan orang yang positif COVID-19 atau kontak erat pasien COVID-19.

Mereka tidak boleh beraktivitas di luar dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan atau karantina. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf disambut dengan prosesi Mansorandak di Raja Ampat
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:29 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno disambut dengan proses...
Virtual `job fair` Disnaker Tangerang sediakan 1.237 lowongan kerja
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:17 WIB
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Banten menggelar virtual job fair dengan menyediakan 1.237 l...
BMKG imbau waspadai hujan dan angin kencang sebagian wilayah NTT
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:52 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Agung Sudio...
Pemerintah Kota Kupang izinkan pusat belanja buka hingga pukul 21.00
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:42 WIB
Pemerintah Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengizinkan pusat perbelanjaan dan pasar trad...
Menko PMK: Antisipasi gelombang tiga jangan abaikan perputaran ekonomi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta ...
Beruang madu yang direhabilitasi di Mendalo sudah siap dilepasliarkan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menyatakan bahwa satu beruang madu tangkapa...
BSN-Jabar selenggarakan Bulan Mutu Nasional 2021 di Bandung
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:23 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan a...
Anggota DPR ajak pemangku kepentingan selamatkan Garuda Indonesia
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:23 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengajak berbagai pihak pemangku kepentingan untuk menyelama...
Pemerintah berupaya menekan pergerakan warga jelang libur akhir tahun
Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Pemerintah menghapus cuti bersama Hari Raya Natal 2021 dalam upaya menekan pergerakan warga menjela...
Aplikasi berbagi kendaraan Trevo bantu pemulihan ekonomi Bali
Rabu, 27 Oktober 2021 - 07:50 WIB
Aplikasi berbagi kendaraan Trevo berkomitmen untuk membantu pemulihan perekonomian Bali yang terdamp...