Gunung Merapi 11 kali luncurkan guguran lava pijar ke barat daya
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 13:30 WIB |
Gunung Merapi 11 kali luncurkan guguran lava pijar ke barat daya
Arsip foto - Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.)

Elshinta.com - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah pada Jumat pukul 00.00 hingga 06.00 WIB meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 11 kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, selama kurun itu Merapi juga mengalami 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 sampai 3,5 MM selama 8-139 detik dan satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 8 MM selama sembilan detik.

Selama periode pengamatan Jumat pagi, asap kawah tidak terpantau keluar dari Gunung Merapi.

Cuaca di gunung itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara 13-20 derajat Celsius, kelembaban udara 64-97 persen dan tekanan udara 567-708 MMHg.

Berdasarkan hasil pengamatan selama sepekan terakhir, dari 3 hingga 9 September 2021, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih.

Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga KM dari puncak gunung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPBD Jember: Bencana angin kencang terjadi di 10 lokasi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 23:45 WIB
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan bencana angin k...
Pasca gempa Semarang, Polda Jateng siapkan dapur umum
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:24 WIB
Tiga wilayah yang  terimplikasi gempa bumi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak menimbulkan ker...
 26 Oktober 2010: Sang juru kunci Merapi meninggal dunia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 06:26 WIB
Letusan Gunung Merapi meninggalkan banyak cerita. Gunung yang berada di Sleman, Magelang, Boyolali, ...
Polresta Samarinda lakukan patroli kemanusiaan di wilayah banjir
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, terus melakukan patroli kemanusiaan untuk membantu warga masya...
 Gempa Salatiga nihil kerusakan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Salatiga, Jawa tengah, Sabtu (23/10) tidak menimbulkan  kerusaka...
Gubernur Jateng minta warga pegunungan siaga gempa pergerakan sesar
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:47 WIB
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowp meminta warga di daerah pegunungan untuk siaga terkait dengan ad...
Puluhan rumah warga di Ogan Ilir rusak diterjang puting beliung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:22 WIB
 Puluhan rumah warga di lima desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan mengalami rusak parah da...
 BPBD Karawang prediksi banjir awal tahun, pakar manajemen bencana ingatkan cuaca ekstrem
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawan...
Polisi berlakukan buka tutup jalur Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup lalu lintas Medan-Berastagi dan sebaliknya, akib...
Gempa magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Enggano, Bengkulu
Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Gempa bumi dengan Magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Minggu ...