Monitoring MCP, KPK datang ke Kudus
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 15:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Monitoring MCP, KPK datang ke Kudus
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali datang ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kedatangan tim kali ini untuk melakukan monitoring dan evaluasi MCP dan tematik. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo menyambut Tim Korpsupgah KPK RI wilayah III, didampingi Sekda beserta para asisten dan diikuti seluruh OPD, Kepala BPN Kudus, serta Bank Jateng.

Monitoring Control for Prevention (MCP) merupakan aplikasi yang digunakan sebagai tools dalam rangka melaksanakan monitoring dan evaluasi atas progres rencana aksi pemberantasan korupsi yang terintegrasi.  Kegiatan diawali dengan penyerahan sertifikat tanah aset milik pemkab Kudus sejumlah 45 bidang dari Kepala kantor pertanahan/BPN Kudus kepada Bupati. 

Dalam sambutanya Bupati Kudus menyampaikan apresiasi kepada tim KPK RI yang sudah memonitoring jalanya pemerintahan di Kudus. Sehingga kedepan kabupaten Kudus tercipta good and clean government. Hartopo juga berujar bahwa hakikat penyelenggaraan pemerintahan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan memajukan kehidupan masyarakat.

"Oleh karena itu, apa yg kita kerjakan harus sesuai prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat bangsa dan negara," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (17/9). 

Pihaknya juga mengatakan, dalam penyelenggaraan pemerintahan, kabupaten Kudus diharap terus dan berulang-ulang untuk selalu mematuhi prinsip-prinsip tersebut agar terhindar dari permasalahan di kemudian hari. "Hasil rakor monev kiranya dapat menjadi pelecut bagi Pemkab Kudus untuk berupaya memperbaiki diri ke depannya," imbuhnya. 

Bupati meminta tindak lanjut OPD terkait, mengenai 8 area intervensi dalam kegiatan koordinasi supervisi dan pencegahan (korsupgah), agar terus ditingkatkan. Termasuk di dalamnya managemen ASN, tata kelola dana desa, PBJ, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah.

"Untuk itu saya minta kepada seluruh kepala OPD untuk menyiapkan semua data dukung yang dibutuhkan, memperhatikan indikator dan sub indikator jangan sampai ada yang terlewat sehingga kita bisa meraih nilai yang maksimal," pintanya. 

Sementara itu, Korpsubgah wilayah III KPK RI, Untung meminta agar ada peningkatan kinerja pemkab Kudus Ke depannya. Dirinya berharap Kudus harus semakin baik.

"Semoga pemkab Kudus bisa lebih baik dari tahun sebelumnya dalam meningkatkan kualitas kinerja di masing-masing instansi," ujarnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pencatatan kekayaan intelektual penting agar tidak diklaim asing
Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:41 WIB
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan pencatatan beragam kekayaan intelektual komunal y...
Bahlil: Presiden buka pintu investasi seluas-luasnya bagi semua negara
Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar Indonesia harus membuka pintu seluas-luasnya ke...
Danjen Koppasus salurkan bansos warga terdampak COVID-19 di Bantul
Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:41 WIB
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Koppasus) TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Mohammad Ha...
Ganjar nilai perlu kajian harga paling wajar tes PCR
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlunya ada kajian dari tim mengenai harga paling wajar...
Dinkes: Kasus aktif di Bandung naik karena tambahan dari PTM
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:07 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut kasus aktif di Bandung meng...
Indonesia-Swedia sepakati ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Pemerintah Indonesia-Swedia menyepakati kerja sama dalam ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan eko...
Wamenkes sebut dobel transfer insentif nakes akibat kendala teknis
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:39 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengemukakan peristiwa dobel transfer insentif te...
Laboratorium PCR bergerak di Jambi siaga 24 jam
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:29 WIB
Laboratorium PCR bergerak yang dioperasikan Rumah Sakit Pertamina Baiturrahim Jambi  siaga melakuk...
Sri Mulyani harapkan lulusan PKN STAN jaga integritas dan profesional
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan wisudawan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN ...
OJK: Penempatan likuiditas perbankan di SBN capai Rp1.502,91 triliun
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:05 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penempatan likuiditas perbankan di Surat Berharga Negara (SBN)...