Kabupaten Cirebon masuk level 4, karena perbedaan data pusat dan daerah
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 16:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kabupaten Cirebon masuk level 4, karena perbedaan data pusat dan daerah
Sumber foto: Yohanes Charles/elshinta.com.

Elshinta.com - Masuknya Kabupaten Cirebon dalam level 4 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), disebabkan karena laboratorium pemeriksa covid tidak menginput dalam data nasional. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, tidak diinputnya data tersebut dalam data  nasional, membuat  laporan data kematian dari rumah sakit terlambat  dilaporkan secara nasional. 

"Hal ini menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam new all record (NAR)," kata Enny seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohanes Charles, Jumat (17/9). 

Enny menjelaskan, setiap kasus kematian karena Covid-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam new allrecord oleh laboratorium pemeriksa Covid-19. 

Dari status konfirmasi maka akan berakhir pada dua status yaitu sembuh atau meninggal. Sehingga seharusnya, ketika ada laporan kematian dari Rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record. 

"Pada kasus yang dialami oleh Pemkab Cirebon ini, banyak laporan kematian dari rumah sakit namun ketika dicari dalam data new allrecord tidak ada, sehingga data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium," kata Enny. 

Enny mengatakan, perbedaan data tersebut diketahui, saat pihaknya melakukan verifikasi data kematian periode Januari - Agustus 2021. Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih kematian hingga 378 kasus. 

"Ada selisih data dari Kabupaten dan Pusat, terkait angka kematian hingga 378 kasus," kata Enny. 

Hal tersebut, membuat pihaknya berusaha untuk melaporkan kembali selisih angka kematian tersebut secara bertahap. Setiap harinya, dilaporkan sebanyak 13 kasus kematian. Pada periode 10 Agustus hingga 6 September, sudah dilaporkan sebanyak 203 kasus kematian, sehingga tersisa sebanyak 175 kematian. 

Untuk segera menyelesaikan jumlah selisih kematian tersebut, Pemkab Cirebon langsung menyelesaikan selisih angka kematian, dengan melaporkan sebanyak 175 kasus dalam satu hari, pada 7 September 2021. 

"Namun ternyata, saat melakukan evaluasi kembali pada 7 September 2021, masih ada selisih kematian sebanyak 160 kasus," kata Enny. 

Kondisi tersebut, membuat Pemkab Cirebon kembali melaporkan selisih kematian sebanyak 160 kasus dalam satu hari pada 8 September 2021. 

Enny mengatakan, perbaikan selisih data ini sudah dikoordinasikan dengan pihak provinsi, melalui surat resmi yang dikirimkan. 

Jika merujuk pada data real yang ada saat ini, seharusnya Kabupaten Cirebon sudah masuk pada level 2 PPKM. Jumlah kematian juga sudah turun secara signifikan. 

Bahkan Enny memastikan, minggu depan level PPKM di Kabupaten Cirebon, dipastikan akan turun. Hal tersebut karena selesainya perbaikan data yang dilakukan. Turunnya level PPKM juga, perlu didorong dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan. 

"Minggu depan pasti turun, kalau tidak level 2, ya level 3," ujar Enny.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ganjar nilai perlu kajian harga paling wajar tes PCR
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlunya ada kajian dari tim mengenai harga paling wajar...
Dinkes: Kasus aktif di Bandung naik karena tambahan dari PTM
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:07 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut kasus aktif di Bandung meng...
Indonesia-Swedia sepakati ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Pemerintah Indonesia-Swedia menyepakati kerja sama dalam ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan eko...
Wamenkes sebut dobel transfer insentif nakes akibat kendala teknis
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:39 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengemukakan peristiwa dobel transfer insentif te...
Laboratorium PCR bergerak di Jambi siaga 24 jam
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:29 WIB
Laboratorium PCR bergerak yang dioperasikan Rumah Sakit Pertamina Baiturrahim Jambi  siaga melakuk...
Sri Mulyani harapkan lulusan PKN STAN jaga integritas dan profesional
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan wisudawan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN ...
OJK: Penempatan likuiditas perbankan di SBN capai Rp1.502,91 triliun
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:05 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penempatan likuiditas perbankan di Surat Berharga Negara (SBN)...
Petani di Kolaka mulai panen padi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:53 WIB
Petani di Desa Wowa Tamboli dan Kelurahan Tonganapo Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Te...
96.886 pelanggan di Bumi Cenderawasih sudah unduh PLN Mobile
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:28 WIB
Sebanyak 96.886 pelanggan di Papua dan Papua Barat sudah mengunduh aplikasi PLN Mobile dengan mini d...
Perpusnas perkuat iklim kepenulisan di Kota Tebing Tinggi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:22 WIB
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melalui Penerbit Perpusnas Press turut mendoron...