IDI dukung tatap muka di pesantren
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 17:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
IDI dukung tatap muka di pesantren
Sumber foto: https://bit.ly/3nGbKdn/elshinta.com.

Elshinta.com - Pembukaan pesantren di tengah pandemi Covid-19 dapat dilakukan. Syaratnya, para santri dan pengasuh sudah divaksin dan seluruh protokol kesehatan diterapkan secara ketat. 

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Profesor Zubairi Djoerban mengatakan, sudah 75 juta orang menerima vaksinasi dosis pertama hingga 15 September 2021. “Kondisi membaik, tetapi harus tetap waspda. Silahkan buka pesantren. Selama memenuhi prokes,” ujarnya dalam Istighotsah Nahdaltul Ulama dan Penguatan Informasi Covid-19 di Indonesia.

Ia mengingatkan, orang dengan banyak komorbid atau penyakit penyerta justru semakin memerlukan vaksin. Vaksinasi hanya perlu ditunda selama kondisi tubuh belum memungkinkan. “Silahkan konsultasi ke fasilitas kesehatan. Siapa yang belum vaksinasi, secepatnya daftar. Karena semakin mudah. Pada prinsipnya, dalam kondisi pandemi, yang terbaik adalah yang di dekat kita,” ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Jumat (17/9).

Majelis Ulama Indonesia menegaskan kembali bahwa vaksin halal dan boleh dipakai. Mencegah penyebaran Covid-19 juga dinyatakan sebagai ibadah. Ketua Bidang Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan, sangat jelas bahwa semua penyakit ada obatnya. Covid-19 pun tidak lepas dari hal itu. “Kita disuruh berobat,” ujarnya.

MUI telah meneliti seluruh 9 vaksin yang diizinkan beredar di Indonesia. Ada vaksin yang dipastikan halal dan suci sejak proses awal hingga akhir. Di sisi lain, ada vaksin yang bersentuhan dengan zat haram selama prosesnya. 

Meski demikian, MUI berpendapat vaksin-vaksin itu tetap boleh digunakan. “Bukan diubah dari haram menjadi halal, melainkan dibolehkan,” kata dia. Kebolehan itu didasarkan pada kondisi darurat. 

Vaksin yang dipastikan halal dari awal sampai akhir hanya bisa mencukupi sebagian kebutuhan vaksin. Karena itu, vaksin lain diperlukan untuk memenuhi target vaksinasi. KH Cholil Nafis mengingatkan, Islam sangat menganjurkan menghindari bahaya. Bahkan, pencegahan penyebaran Covid-19 termasuk ibadah bagi muslim karena menghindari bahaya bagi lingkungan sekitarnya.
 
Seperti Zubairi, KH Cholil Nafis sepakat bahwa pesantren perlu dibuka. Sebab, pesantren dan pengasuhnya diisolasi dalam suatu tempat. Mereka tidak berinteraksi dengan pihak di luar pesantren.


Kabar Bohong

Sementara Ketua Satuan Tugas NU Peduli Covid-19, Makki Zamzami, membenarkan bahwa ada banyak kabar bohong atau hoax soal Covid-19. Bahkan, hoax tersebar di sejumlah warga NU.  Satgas NU Peduli Covid-19 menjadikan pemberantasan hoax sebagai salah satu program prioritas. “Apalagi, dulu di awal-awal informasinya masih berubah terus,” ujarnya.

Di Indonesia, 92 persen hoax tersebar di media sosial, hingga 41 persen hoax terkait kesehatan. Meski demikian, kini semakin banyak warga NU sadar kesehatan dan bahaya Covid-19. Pesantren dan para pengasuhnya adalah salah satu yang aktif melawan Covid-19.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir COVID-19: WHO belum rekomendasikan vaksin 12 tahun ke bawah
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia atau...
Erick Thohir apresiasi BRI dampingi UMKM jalani transformasi digital
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 22:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah Bank BRI mendampingi UMKM menjalani transformasi dig...
Tak kantongi izin keramaian, petugas imbau MFW dihentikan 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:44 WIB
Kepolisian Polresta Malang Kota, Jawa Timur menegaskan acara Malang Fashion Week (MFW) di halaman s...
Masa pandemi Langkat raih tiga penghargaan nasional
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:11 WIB
Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menerima tiga penghargaan tingkat nasional, meski pandemi COVID-19...
YLKI: Syarat PCR penumpang pesawat diskriminatif
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:55 WIB
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai kebijakan wajib ...
UNICEF-Pemprov Jateng kolaborasi lindungi anak yatim piatu terdampak Covid-19
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:22 WIB
Sebanyak 28.680 anak di Indonesia menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena kehilangan salah sat...
 PROJO minta hapus kewajiban tes PCR Covid-19
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:56 WIB
PROJO mendesak Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 segera meninjau kewajiban tes PCR Covid-19 di t...
Bersama masyarakat, Satgas Yonif RK 751/VJS bersihkan jalan dan kantor desa di Distrik Kubu
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:44 WIB
Kantor desa yang seharusnya menjadi sentral dalam merencanakan pembangunan dan pengembangan desa men...
Biddokes Polda NTT salurkan air bersih dan sembako untuk masyarakat 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:23 WIB
Brigpol Heribertus A.B. Tena, Bintara Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Nusa Tenggara...
 BNN Jateng musnahkan 19,3 kg ganja 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 18:58 WIB
Sebanyak 19,3 Kg ganja, dimusnahkan di kantor BNN Kabupaten Magelang Jateng, Kamis (21/10/2021). Seb...