Polisi ungkap industri rumahan miras impor palsu di Cileungsi Bogor
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 07:30 WIB |
Polisi ungkap industri rumahan miras impor palsu di Cileungsi Bogor
Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam saat menunjukkan barang bukti minuman keras hasil industri rumahan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Polres Bogor)

Elshinta.com - Polres Bogor berhasil mengungkap praktik ilegal industri rumahan pembuat minuman keras (miras) impor palsu dan oplosan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

"Kami telah menyelidiki kasus ini dalam sebulan terakhir, sebelum melakukan penggerebekan dini hari tadi. Di TKP (tempat kejadian perkara) kami temukan barang-barang yang diduga yang digunakan untuk membuat miras impor palsu," ungkap Kapolsek Cileungsi,Kompol Andri Alam saat dihubungi Antara di Bogor.

Ia mengamankan satu orang tersangka berinisial LF (41) berikut sejumlah barang bukti berupa ratusan botol miras impor dengan berbagai merek, serta bahan dan alat untuk membuat miras palsu.

Adapun barang bukti yang disita polisi yakni ratusan miras import merek Hennesy, Glenfiddich, Red Label, Black Label, Macallan, Jose Cuervo hingga Hendrick's.

Pihaknya juga menyita barang bukti di luar jenis miras, yakni campuran pemanis rasa, seperti minuman suplemen makanan hingga vitamin C, serta minuman bersoda.

Kemudian, ia juga menyita alat-alat pembuat agar menyerupai miras impor yakni satu rol plastik segel berwarna putih, satu rol plastik segel berwarna hitam, enam botol cat pylox, satu galon air mineral, sebuah botol takar, sebuah baskom, sebuah selang, sebuah corong, pengharum serta perasa minuman.

"Para pelaku dan barang bukti diamankan ke Mako Polsek Cileungsi guna pengembangan dan proses sidik tuntas," kata Andri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Manokwari buru OTK pengibar bendera Bintang Kejora
Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:57 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Manokwari jajaran Polda Papua Barat memburu orang tak dikenal (OTK) pengi...
KPK limpahkan berkas perkara terdakwa suap RAPBD Jambi ke pengadilan
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:40 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Paut Syakarin dari pihak swasta ke Pen...
Waspadai penyusupan iklan judi `online` di situs pemerintah
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:06 WIB
Perlu cari akar masalah ketika akan memberantas perjudian dengan sistem daring (online). Salah satun...
Polda NTT selidiki kasus pencurian baterai tower Telkomsel
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:25 WIB
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian bat...
MAKI tetap gugat Ketua DPR terkait pemilihan anggota BPK
Selasa, 19 Oktober 2021 - 12:43 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan bahwa MAKI tetap mela...
KPK kumpulkan bukti terkait OTT di Riau
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan lembaganya masih mengumpulkan bukti...
KPK benarkan lakukan OTT di Riau
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:29 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Gufron membenarkan bahwa lembaga antirasuah ter...
Menteri Tjahjo dorong Polda Metro Jaya bongkar jaringan calo CPNS
Selasa, 19 Oktober 2021 - 00:11 WIB
Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mendorong Polda Metro Jaya untuk membongkar jaringan dan pihak lain yan...
Ironi di balik pekerja pinjol ilegal
Senin, 18 Oktober 2021 - 23:23 WIB
jIka utang tidak segera dilunasi, foto serta data pribadi peminjam hendak diviralkan di media sosia...
JPU jerat terdakwa `Unlawful Killing` dengan pasal pembunuhan
Senin, 18 Oktober 2021 - 17:16 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa perkara dugaan tindak pidana pembunuhan anggota Laskar F...
Live Streaming Radio Network