BAZNAS sukses pertahankan sertifikasi manajemen anti penyuapan
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 15:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 BAZNAS sukses pertahankan sertifikasi manajemen anti penyuapan
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 : 2016 pada lingkup Direktorat Operasi BAZNAS. Ini adalah tahun kedua BAZNAS menerapkan ISO Anti Suap untuk mendorong pengelolaan zakat yang jujur, akuntabel dan transparan. 

Sertifikasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen praktik anti suap di BAZNAS yang dilakukan oleh seluruh Direksi BAZNAS mewakili pimpinan dan seluruh amil pelaksana BAZNAS. Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 dikeluarkan oleh  PT. Mutuagung Lestari, sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa sertifikasi secara independen dengan brand Mutu International. 

Penyerahan Surat Mempertahankan Sertifikat  ISO 37001:2016 untuk Lingkup Direktorat Operasi BAZNAS ini dilaksanakan secara daring oleh Direktur PT Mutu Agung Lestari Irham Budiman kepada Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum, disaksikan Pimpinan BAZNAS RI Kolonel Caj. (Purn) Drs Nur Chamdani, Direktur Utama BAZNAS M Arifin Purwakananta, Kepala Divisi Sisdur Deni Hidayat, Kepala Divisi IT Achmad Setio Adinugroho dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Jumat (17/9). 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS Mo Mahdum menyampaikan, pencapaian atas Sertifikat Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 untuk tahun 2021 ini merupakan bukti nyata komitmen dari seluruh jajaran BAZNAS, baik pimpinan, direksi dan seluruh amil untuk menghadirkan lembaga pengelola zakat negara yang memiliki sistem manajemen anti penyuapan, agar terhindar dari praktik tindak pidana korupsi, kolusi, maupun nepotisme. 

“Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dan sekaligus memastikan pengelolaan zakat di BAZNAS dilaksanakan dengan akuntabel dan transparan serta mencegah korupsi dan anti suap di lingkungan lembaga BAZNAS RI,” kata Mo Mahdum dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (18/9). 

Ia melanjutkan, sistem manajemen anti penyuapan SNI ISO 37001:2016 bagi BAZNAS menjadi langkah penting, karena sebagai pengelola dana zakat harus mampu menjaga amanah dan kepercayaan umat, baik muzaki maupun mustahik salah satunya dengan sertifikasi terhadap suatu sistem manajemen anti penyuapan yang menjadi bagian dari mewujudkan good governance pengelolaan zakat di BAZNAS. 

“Direktorat Operasi dipilih menjadi bagian pertama dikembangkannya Sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 ini karena melingkupi aktivitas BAZNAS dalam memberikan dukungan dalam pengumpulan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang meliputi kegiatan transaksi keuangan, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan sistem informasi, teknologi dan pelaporan, serta pengelolaan sistem dan prosedur,” ujarnya. 

Mo Mahdum mengatakan, BAZNAS memperluas ruang lingkup sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 ini pada Direktorat Pendistribusian dan Pendayagunaan, Direktorat Pengumpulan ZIS dan DSKL, Sekretariat BAZNAS Non-ASN, dan Direktorat Kepatuhan dan Audit Internal. 

“Kami berharap, peningkatan nilai sertifikasi ini bukan hanya bermakna sebuah simbol tetapi juga menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi dan sertifikasi ini dapat dijalankan sebaik-baiknya sehingga pengadaan yang ada di BAZNAS sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur PT. Mutu Agung Lestari, Irham Budiman mengucapkan selamat atas pencapaian yang diraih oleh BAZNAS. 

“Kami mengucapkan selamat atas perolehan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 pada Direktorat Operasi BAZNAS. Sebagaimana tertera dalam sertifikat, BAZNAS mendukung proses anti suap dan korupsi pada pengumpulan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang meliputi kegiatan transaksi keuangan, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan teknologi informasi,  pelaporan, serta pengelolaan sistem dan prosedur,” jelas Irham. 

Irham berharap, “Surat mempertahankan Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 ini menjadi penyemangat untuk kita agar terus berkarya dan menyempurnakan sistem kita serta melakukan hal-hal yang terbaik untuk menyesuaikan antara regulasi dan syar'i.” 

Selama ini, dalam implementasi di lingkungan BAZNAS, sistem manajemen ISO 37001:2016 diterapkan sesuai dengan kebijakan yang ditanda tangani oleh Direktur Operasi dalam Surat Keputusan Direktur Operasi, tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Direktorat Operasi Badan Amil Zakat Nasional. Saat ini BAZNAS telah menerapkan ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang akan diintegrasikan kepada seluruh sistem manajemen berbasis ISO di BAZNAS. 

Sebagai informasi tambahan, selain ISO 37001:2016 dan ISO 9001:2015, BAZNAS juga sudah mengimplementasikan ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk lingkup direktorat operasi pada tahun 2021 untuk diperluas ruang lingkupnya menjadi seluruh unit kerja di BAZNAS. Sistem ini untuk memastikan BAZNAS memiliki kontrol terkait sistem manajemen keamanan informasi terhadap proses pengelolaan zakat yang mungkin menimbulkan risiko atau gangguan yang berasal dari aset berupa informasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri ATR/BPN: Cakupan pemanfaatan wakaf perlu diperluas
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:46 WIB
Gerakan santri yang mempromosikan wakaf dalam bentuk uang harus dikelola dengan baik dan dengan penu...
Komisi IV DPR kembangkan percontohan teknologi pertanian di Magelang
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:48 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP  dapil VI Jateng, Vita Ervina mengatakan, pihaknya telah ...
 Peduli puluhan kafe kopi di Majalengka, BRIN hibahkan mesin roasting kopi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi bantuan hibah mesin panggang atau penyangrai kopi (r...
 Babinsa Blang Mangat, dampingi petani cabai wujudkan ketahanan pangan 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Wujudkan ketahanan pangan wilayah ditengah pandemi covid-19, Babinsa Koramil 22/Blm Serka Rusli Panj...
 Hulu migas setor Rp136,8 triliun untuk penerimaan negara
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:26 WIB
Momentum membaiknya harga minyak dunia berhasil dimaksimalkan oleh kinerja hulu minyak dan gas bumi ...
 MUI:  Lembaga keuangan syariah bisa berantas pinjol ilegal
Jumat, 22 Oktober 2021 - 19:06 WIB
Pinjaman online atau lebih dikenal sebagai pinjol menjadi salah satu masalah besar Indonesia di teng...
Sandiaga: Potensi game di masa depan luar biasa bagi ekonomi Indonesia
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:35 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Rupiah Jumat pagi melemah 25 poin
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:12 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 25 poin
IHSG Jumat dibuka melemah 12,31 poin
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:49 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah 12,31 poin
BI NTT targetkan perluas QRIS untuk retribusi semua pasar Kota Kupang
Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:35 WIB
Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan memperluas transaksi elektronik p...