Kunjungi Pesantren Alhamdulillah, Mendes PDTT syukuran lahirnya Perpres Pesantren 
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 17:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kunjungi Pesantren Alhamdulillah, Mendes PDTT syukuran lahirnya Perpres Pesantren 
Sumber foto: A Muhtarom/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar berkunjung ke Rembang, Jumat (17/9). Kunjungannya ke Rembang untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten setempat yang berhasil menjadi salah satu daerah tercepat dalam menyelesaikan pendataan SDGs Desa.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Halim Iskandar kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz di Pendopo Museum Kartini, Jumat (17/9).

Usai acara penyerahan penghargaan, Gus Menteri, sapaan akrab Menteri Halim Iskandar didampingi Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro'. secara khusus menyempatkan diri berkunjung ke Pesantren Alhamdulillah Kemadu, Kecamatan Sulang, yang diasuh Nyai Hj Nur Rohmah Syahid.

Gus Menteri mengaku kunjungannya ke Pesantren Alhamdulillah untuk ngalap berkah.

"Dulu pernah ke sini mohon doa waktu mbangun masjid. Dan alhamdulillah saat ini masjidnya sangat besar. Itu termasuk barokah dari sini (pondok kemadu-red). Nah sekarang saya ke sini lagi untuk nambahi barokah lagi supaya barokahnya tambah banyak," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, A Muhtarom.

Gus Menteri juga menambahkan, kunjungannya ke pesantren yang didirikan almaghfurlah KH Ahmad Syahid juga sebagi wujud tasyakuran lahirnya Peraturan Presiden No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Menurutnya, lahirnya Perpres Pesantren merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong kemajuan pondok pesantren.

"Ini juga salah satu jenis syukuran kita terhadap lahirnya Perpres Pesantren. Sudah jelas kan, Kepresnya sudah turun, sudah ada dana abadi, tinggal nanti breakdown dari situ terjemahan dari Perpres bagaimana teknisnya. Pesantren yang bagaimana yang punya hak untuk mendapatkan dari dana abadi itu," terang Menteri Halim.

"Cuma usulnya PKB adalah dari bawah, dari pesantren kecil-kecil yang didahulukan untuk mendapatkan manfaat dana abadi, baru pesantren memengah. Pesantren besar mohon sabar gantian. Karena tentu tidak cukupkan kalau tiap tahun. Dimulai pesantren kecil-kecil karena itu basis kekuatan pesantren juga ada di situ," tegasnya.

Mewakili keluarga pengasuh pesantren Alhamdulillah Kemadu, Abdul Fatah Wahab, mengaku senang dengan kehadiran Gus Menteri. Ia berharap kehadiran Menteri Desa menghasilkan sesuatu yang manfaat dan maslahat bagi umat, utamanya terkait lahirnya Perpres Pesantren.

"Alhamdulillah semoga silaturahim terjalin baik, bisa menghasilkan selagala sesuatu yang manfaat dan maslahat. Harapan saya lewat temen - temen PKB, terutama PKB Rembang dan partai partai berbasis Islam lainnya ada turunan Perda terkait Perpres dana abadi pesantren," ucap Gus Fatah.

Sementara itu Wakil Bupati Rembang yang juga Ketua DPC PKB Rembang mengaku sangat mengapresiasi lahirnya Perpres Pesantren. Pihaknya terus mendorong Fraksi PKB di DPRD Rembang untuk segera mempercepat terwujudnya aturan turunan berupa Perda Pesantren.

"Kita telah dan akan dorong terus Fraksi PKB untuk segera menginisiasi terbitnya Perda Pesantren di Rembang," ucapnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PKB Rembang , Ilyas mengaku Fraksi PKB DPRD Rembang telah menginisiasi lahirnya Perda tentang pesantren sebagai breakdown dari UU Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

“Kami mengupayakan Perda ini bisa disahkan pada tahun 2021 atau paling lambat 2022 karena tanpa Perda maka undang-undang tentang pesantren belum bisa diimplementasikan,” terangnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Geliat upaya pelestarian Ulos lewat para penenunnya
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:45 WIB
Wastra nusantara termasuk Ulos yang menjadi kain khas masyarakat Batak terus diupayakan pelestarian...
Wapres berkunjung ke GKI Pniel Kotaraja Jayapura
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkunjung ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pniel Kotaraja di Jayapur...
30 karya lukis anak bangsa dipamerkan di Kazakhstan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:36 WIB
Sebanyak 30 karya lukis hasil karya anak bangsa dipamerkan di Museum Kepresidenan Pertama Republik K...
Dekranasda dorong pengembangan usaha miniatur perahu kater
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 06:45 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Bel...
Budayawan tolak pengelolaan Kebun Raya Bogor oleh MNR
Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim memberikan kesempatan Budayawan Jawa Barat menyampaikan tujuh po...
 Pelepasan Kafilah STQH Kalsel diawali dengan salat hajat
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:36 WIB
Wakil Gubernur Kalsel, H Muhiddin melepas secara resmi keberangkatan Kafilah Prov Kalsel, yang akan ...
 Aceh Utara kirim 20 peserta untuk 10 cabang MQK Aceh
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:27 WIB
Kabupaten Aceh Utara mengirim 20 orang peserta untuk mengikuti 10 cabang perlombaan pada Musabaqah Q...
Belajar dari masyarakat Badui yang tak pernah krisis pangan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Masyarakat Badui yang tinggal di kaki Gunung Kendeng pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hing...
Kadisbudpar Bogor: Rindu Alam itu `legend`
Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi menyatakan keberadaan Rindu Alam...
Dua putra asal Langkat wakili Sumut ke STQH Nasional di Malut
Senin, 11 Oktober 2021 - 20:22 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana PA bersama Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana memberikan tal...
Live Streaming Radio Network