Desa dan kelurahan di DIY digelontor danais dan BTT Rp 26,1 M untuk tangani COVID-19
Elshinta
Minggu, 19 September 2021 - 11:27 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Desa dan kelurahan di DIY digelontor danais dan BTT Rp 26,1 M untuk tangani COVID-19
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Meski kasus COVID-19 sudah turun namun penanganan harus tetap dilakukan. Guna menangani COVID-19 maka desa dan kalurah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat kucuran dana segar miliaran rupiah. 

Hasil koordinasi Komisi A DPRD DIY bersama Satpol PP dan Paniradya Keistimewaan lewat alokasi anggaran tahun 2021 melalui danais dan BTT, bantu 438 desa dan kelurahan dialokasikan Rp 26,1 miliar, dengan rincian Rp 22,6 miliar untuk 392 desa dan 3.5 M untuk 46 kalurahan di DIY, 1 kelurahan di Kulonprogo dan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. 

"Alokasi dana untuk bantu sarana dan prasarana jaga warga,  Rp 26,1 miliar dialokasikan antara lain guna bantu pengadaan tabung oksigen, oxyneter, alat fogging, masker, APD dan sembako. 22.6 M sudah sebagian teralokasikan ke desa desa, dilanjutkan yang 3.5 M untuk membantu 45 kelurahan di Yogyakarta dan 1 kelurahan di Kulonprogo. Semoga 26.1 M ini dapat membantu masyarakat dalam pencegahan dan penanganan covid di desa dan kelurahan," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY. 

Khusus di 4  kabupaten sudah berjalan, sejak awal September lalu sementara di 46 kelurahan dengan 1 di Kulonprogo dan 45 lurah di kota Yogyakarta sudah ada koordinasi. 

"Khusus untuk SAR Istimewa nanti juga ada bantuan APD dan ambulans, serta mobil jenazah," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Minggu (19/9). 

Ditargetkan di Oktober 2021 bisa realisasi keseluruhan. 

Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Suwardi,  menambahkan hasil dari PPKM yang diterapkan sudah terasa. Sekarang sudah kepala 1 dengan tiga digit. Upaya penanganan Covid-19 di DIY didukung dengan alokasi anggaran lewat dana keistimewaan untuk percepatan penanganan penyakit menular. 

"Ini hasil kerjasama semua, terima kasih. Melalui Komisi A kita dorong juga untuk 46 kelurahan yang sebelumnya belum masuk bantuan alokasi dana keistimewaan bisa mendapatkan. Termasuk alokasi untuk bantu vaksinasi. Semoga masyarakat semangat, kita berharap tetap jalankan prokes," kata Suwardi. 

Sementaraa Heri Dwi Haryono, anggota Komisi A DPRD DIY menambahkan dana Rp 26,1 miliar di alokasikan untuk membantu masyarakat tanggulangi Covid.

"Agar tetap  bisa digunakan dengan perubahan laporan APBDes, APB kelurahan dibuat sesuai kondisi di wilayah lalu dapat alokasi bantuan," katanya. 

Eko Suwanto menambahkan sesuai alokasi anggaran sudah sesuai dengan ketentuan. Rp 26,1 miliar sudah berjalan dan berproses untuk dibelanjakan. Sementara untuk Rp 3,5 miliar di bawah koordinasi pemda lewat Satpol PP guna 46 kelurahan di Yogyakarta dan Kulonprogo. 

"Kita harapkan bantuan ini dilaksanakan secepatnya agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat. Misalnya di Kota Yogyakarta kan disemua wilayah kampung melalui lurah koordinasi jaga warga akan dibantu tabung oksigen, oksimetri, alat fogging, apd dan lain lain termasuk sembako yang diajukan lurah. Laksanakan kegiatan ini dengan baik dan tetap kedepankan azas kehati hatian. Kita ajak masyarakat untuk tingkatkan disiplin prokes. Kita harap jaga warga bisa menjadi teladan bagi masyarakat lainnya dalam disiplin prokes ," Jelasnya. 

Meskipun tren kasus positif menurun, ada beberapa data yang perlu dilihat. Misalnya angka kematian, masih tinggi di atas nasional. Tingkat kesembuhan betul naik, tapi masih di bawah nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ekonom prediksi bank umum jadi bank digital pada 2030
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:55 WIB
Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mempre...
Garuda Indonesia luncurkan promo harga tes COVID
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:20 WIB
Maskapai Garuda Indonesia melalui Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital...
Masa berlaku PCR penumpang pesawat diperpanjang 3x24 jam
Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:02 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menambah durasi berlaku tes reaksi berantai (polymerase ch...
BMKG prediksi musim hujan di Sulteng bersamaan dengan fenomena La Nina
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:29 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu memprakirakan, wilayah S...
Surabaya kembali gelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan mulai November
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Pemerintah Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur berencana menggelar kembali kegiatan Hari Bebas Ken...
Kota Depok masih tetap di zona kuning
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:45 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana  mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di...
Dinkes Riau ancam cabut izin faskes tak patuhi tarif baru tes PCR
Kamis, 28 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menegaskan pemerintah akan mencabut izin kli...
Wapres: Pengeluaran untuk produk halal capai 2,4 triliun dolar di 2024
Kamis, 28 Oktober 2021 - 00:01 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan jumlah masyarakat muslim dunia berpotensi terus meningkat deng...
70 juta penduduk Indonesia terima vaksin COVID-19 dosis lengkap
Rabu, 27 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Sebanyak 70.113.618 penduduk Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, menurut data ya...
LPS akan terus dukung kebijakan penurunan suku bunga
Rabu, 27 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan terus me...