Tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Tanjung Pura berkurang
Elshinta
Minggu, 19 September 2021 - 15:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Tanjung Pura berkurang
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terus intens melaksanakan imbau, razia dan penyekatan guna mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan COVID-19. 

Pendisiplinan ini, dilaksanakan mulai Sabtu-Minggu (11-12/9) sampai di malam hari. Dimulai dengan apel bersama, dipimpin Kabag Ops Polres Langkat Kompol Muhammad Arif Batubara, di Halaman Kantor Bupati Langkat. 

Kompol Arif pada arahannya, menyampaikan, pendisiplinan yang dilakukan membuat zonasi hijau meningkat. Word tempat tidur mengalami penurunan, bahkan pasien COVID-19 di ICU sudah berkurang. "Terutama di RSUD Tanjung Pura tinggal dua puluh persen saja," sebutnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (19/9).  

Ia pun mengingatkan kepada petugas, agar tetap melaksanakan imbauan, razia dan penyekatan secara humanis. Petugas terdiri dari unsur Polres Langkat, Kodim 0203/Langkat dan unsur Pemkab Langkat dari dinas terkait. Diantaranya, Diskominfo, Satpol PP, Dinkes, Dinsos dan BPBD.

Pelaksanaan penyekatan sekaligus dilakukan rekayasa lalu lintas di jalur yang sudah ditentukan, diantaranya masuk Pos Sekat Sei Karang, Terminal Lama Pasar X Hinai, Simpang Bupati Stabat dan Tugu Keris Kelurahan Kwala Bingai. 

Sedangkan untuk penertiban jam operasional buka rumah makan, coffee shop dan cafe dilaksanakan diseputar Kecamatan Stabat sekitar. 

Imbauan juga dilakukan dilokasi yang diyakini dapat menimbulkan keramaian atau kerumunan, agar masyarakat tetap mematuhi prokes.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SKK Migas proyeksikan pengeboran 538 sumur sampai akhir 2021
Kamis, 28 Oktober 2021 - 17:37 WIB
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan pen...
Ekonom prediksi bank umum jadi bank digital pada 2030
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:55 WIB
Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mempre...
Garuda Indonesia luncurkan promo harga tes COVID
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:20 WIB
Maskapai Garuda Indonesia melalui Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital...
Masa berlaku PCR penumpang pesawat diperpanjang 3x24 jam
Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:02 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menambah durasi berlaku tes reaksi berantai (polymerase ch...
BMKG prediksi musim hujan di Sulteng bersamaan dengan fenomena La Nina
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:29 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu memprakirakan, wilayah S...
Surabaya kembali gelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan mulai November
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Pemerintah Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur berencana menggelar kembali kegiatan Hari Bebas Ken...
Kota Depok masih tetap di zona kuning
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:45 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana  mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di...
Dinkes Riau ancam cabut izin faskes tak patuhi tarif baru tes PCR
Kamis, 28 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menegaskan pemerintah akan mencabut izin kli...
Wapres: Pengeluaran untuk produk halal capai 2,4 triliun dolar di 2024
Kamis, 28 Oktober 2021 - 00:01 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan jumlah masyarakat muslim dunia berpotensi terus meningkat deng...
70 juta penduduk Indonesia terima vaksin COVID-19 dosis lengkap
Rabu, 27 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Sebanyak 70.113.618 penduduk Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, menurut data ya...