Pakar sarankan untuk gunakan jenis vaksin yang sama sebagai booster
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 15:37 WIB |
Pakar sarankan untuk gunakan jenis vaksin yang sama sebagai booster
Tangkapan layar Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putra dalam webinar “Salah Kaprah Soal Vaksinasi dan Pembentukan Anti bodi yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (21/9/2021) (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Elshinta.com - Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putra menyarankan agar seluruh pihak dapat menggunakan jenis vaksin yang sama sebagai booster untuk lebih memperkuat anti bodi yang ada dalam tubuh.

“Oleh sebab itu, booster harus dengan vaksin yang sama. Jangan menggunakan vaksin yang berbeda-beda,” kata Andani dalam webinar “Salah Kaprah Soal Vaksinasi dan Pembentukan Anti bodi yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Andani menjelaskan, vaksin booster dapat dilakukan pada penyuntikan vaksin dosis pertama hingga dosis kedua dengan menggunakan jenis vaksin yang sama. Hal tersebut bertujuan agar sel-sel di dalam tubuh dapat lebih cepat mengingat dan langsung merespon ketika sebuah virus masuk ke dalam tubuh.

Sehingga pada saat seseorang melakukan penyuntikan dua dosis vaksin dengan menggunakan jenis yang sama, sel-sel tersebut akan membuat memori mengenai kandungan yang ada dalam vaksin dan langsung menghasilkan anti bodi dalam jumlah yang lebih banyak untuk melawan varian virus dari COVID-19.

Namun apabila seseorang melakukan dua kali vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang berbeda, dia mengatakan orang tersebut tidak melakukan booster melainkan pengulangan vaksin. Sehingga sel dalam tubuh akan mempelajari kembali jenis vaksin baru yang dimasukkan ke dalam tubuh dan menciptakan dua anti bodi berbeda yang tidak maksimal (memiliki masing-masing setengah anti bodi dari dua vaksin berbeda).

“Kalau dia masih pakai Sinovac namanya booster, begitu dia bertukar namanya ulangan. Pakai vaksin yang lain, jadi seorang itu jatuhnya dia dapat dua jenis vaksin,” ujar dia.
 

Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah Republik Indonesia masih menyarankan untuk menggunakan vaksin dari jenis yang sama.

“Sebenarnya aturan dan kebijakan di Indonesia masih memberlakukan agar vaksin pertama dan kedua itu dari satu merek yang sama,” kata Reisa dalam Siaran Sehat bertajuk “Vaksin COVID-19 di Indonesia” yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (20/9).

Reisa menuturkan, baik Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sama-sama mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menggunakan satu jenis vaksin yang sama untuk menjaga keamanan setiap individu yang telah divaksinasi.

Penggunaan satu jenis vaksin yang sama itu disarankan karena hingga saat ini, masih belum ada uji klinis lebih lanjut yang menunjukkan keamanan maupun efektifitas vaksin saat digunakan dengan dua jenis yang berbeda.

Reisa memberikan contoh untuk ibu hamil yang telah memiliki AstraZeneca sebagai vaksin pertama, selama kehamilan tidak disarankan untuk kembali menyuntikkan vaksin tersebut terlebih dahulu karena merek tersebut tidak disarankan untuk ibu hamil. Namun setelah melahirkan, ibu dapat kembali menyuntikkan dosis kedua dari vaksin AstraZeneca.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengenal kanker kepala dan leher
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik baik...
Tindakan bedah minimal invasif untuk koreksi kelainan bentuk tulang
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Tindakan limb lengthening & reconstruction yang tergolong metode pembedahan minimal invasif bisa m...
Kejar vaksinasi untuk terlindung dari COVID-19
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:20 WIB
Pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, namun salah satu cara agar terlindung da...
Strategi unik Inggris bantu warganya berhenti merokok
Senin, 18 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Pemerintah Inggris menggunakan pendekatan berbeda untuk mengurangi angka perokok antara lain dengan ...
Tiga vaksin COVID-19 ini tak perlu `booster` hingga 8 bulan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Tiga vaksin COVID-19 yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson masih menunjukkan tanda respons imu...
Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:01 WIB
Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 ...
Respirator bisa bantu kurangi risiko terkena pajanan polusi udara
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:06 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, ...
Tangani dini AMD agar penglihatan tak semakin memburuk
Jumat, 15 Oktober 2021 - 11:34 WIB
Sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan dini, begitu juga AMD atau degenerasi maku...
Terapi atasi kecemasan remaja pada masa pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:17 WIB
Aktivitas fisik dan latihan fisik bisa menjadi strategi terapi yang efektif mengatasi gejala depresi...
Trigeminal neuralgia bisa disembuhkan dengan tindakan PRFR
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Dokter spesialis bedah saraf dr. Mustaqim Prasetya, Sp.BS FINPS mengatakan trigeminal neuralgia-kon...
Live Streaming Radio Network