Jahe akan dikembangkan di wilayah Windusari
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 18:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Jahe akan dikembangkan di wilayah Windusari
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Di saat pandemik covid-19 seperti saat ini, banyak  orang mencari obat  alternatif untuk menjaga kesehatan. Salah satunya jahe yang menjadi primadona, karena dipercaya dan mampu meningkatkan imun tubuh.

“Di tengah pandemi seperti saat ini, permintaan akan komoditas jahe semakin meningkat , karena Jahe  merupakan ramuan herbal yang banyak manfaatnya bagi kesehatan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Jateng, dalam kegiatan pembukaan Bimtek Pelatihan Pengolahan dan pemasaran jahe di balai desa Balesari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Jateng, akhir pekan kemarin.

Bimtek diikuti sebanyak 60 orang petani.

Pelatihan yang  bertujuan untuk peningkatan  kapasitas petani

Romza mengatakan,  karena produksi jahe yang masih relatif  rendah, belum semuanya dapat dipenuhi. Sehingga menyebabkan harganya melambung dan bahkan langka.

“Maka kita mulai menyadari pentingnya menanam jahe, dan banyak masyarakat mulai marak menanam jahe di rumah-rumahnya untuk kebutuhan pribadi. Sedangkan untuk kebutuhan industri seperti pabrik jamu, biofarmaka, kebutuhan untuk olahan makanan dan minuman berbahan dasar jahe merah lainnya belum mencukupi,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, tahun 2020 lalu,  Kabupaten Magelang mendapatkan fasilitasi kegiatan pengembangan  jahe seluas 2 hektare yang berlokasi di Kecamatan Windusari dan Kecamatan Ngablak, masing-masing seluas 1 hektare. Bantuan tersebut  berupa bibit jahe gajah sebanyak 400 kilogram  dan  masing-masing kelompok tani mendapatkan 200 kilogram.

Untuk perkembangannya cukup baik  yakni sekitar 80 persen tumbuh. Bahkan luas tanam jahe bertambah, yakni mencapai  sekitar 40 persen.

Sementara luasan komoditas jahe di Kabupaten Magelang  pada tahun 2020 lalu  seluas 139,5 hektare.

Dengan peningkatan luas tanam jahe tersebut, memperlihatkan minat petani berbudidaya jahe di wilayah Kabupaten Magelang meningkat.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Vita Ervina dalam sambutannya secara virtual  mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut untuk peningkatan kapasitas petani di bidang hortikultura yaitu cara pengolahan dan pemasaran jahe.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI bersama dengan mitra kami Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Kami bersinergi, berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (21/9).

Menurutnya, pelatihan  tersebut  terselenggara secara parallel setelah pekan lalu dengan Ditjen Hortikultura dan Ditjen Perkebunan. Kemudian ada lagi baik itu bimtek maupun pelatihan dengan eselon I kementan lainnya.

Anggota DPR RI dari Dapil Jateng VI mengatakan, pihaknya menyambut baik  rencana  Pemkab Magelang yang  membuat perda yang akan mengatur tentang kawasan-kawasan pertanian di Kabupaten Magelang. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UMKM gula semut Rejang Lebong juara nasional
Minggu, 17 Oktober 2021 - 22:27 WIB
Produk gula semut Sari Aren Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, keluar sebagai juara pertama...
Program Active Selling dan upaya menolong UMKM bangkit dari pandemi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:49 WIB
Kondisi ekonomi saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis yang pernah terjadi pada satu atau dua d...
Kisah sukses UMKM warung setalah gabung platform digital
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:37 WIB
Dwi Subekti, seorang ibu dua anak yang tinggal di Jakarta Timur, pernah mengalami masa terpuruk saat...
Ekonom: Penghapusan pajak UMKM sudah tepat
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:01 WIB
Pengamat Ekonomi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid menilai langkah pe...
Kota Probolinggo dorong UMKM kembangkan produk olahan mangga
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:45 WIB
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo mendorong usaha ...
Probolinggo akan miliki UKM Mart untuk bangkitkan UMKM di masa pandemi
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 09:55 WIB
Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur akan segera memiliki UKM Mart sebagai salah satu upaya untuk memba...
Triawan Munaf jadi komisaris Sirclo akselerasi digitalisasi UMKM
Jumat, 08 Oktober 2021 - 08:45 WIB
Platform solusi e-commerce Sirclo menyambut bergabungnya Triawan Munaf dan Maurits Lalisang ke dal...
IKM coklat khas Aceh berinovasi agar bertahan di tengah pandemi
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:47 WIB
Industri Kecil Menengah (IKM) coklat khas Aceh terus berinovasi agar tetap bertahan di tengah pandem...
Mendag sebut UKM eksportir pilar ekonomi Indonesia
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:23 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang telah mamp...
UMKM Sungai Raya produksi dodol sebagai pendapatan baru
Selasa, 28 September 2021 - 21:01 WIB
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dikelola kalangan perempuan di Sungai Raya Kepulauan, Kabupat...