Imigran dipulangkan oleh AS, bandara Haiti ricuh
Elshinta
Rabu, 22 September 2021 - 16:45 WIB |
Imigran dipulangkan oleh AS, bandara Haiti ricuh
Imigran Haiti menuju bus setelah dideportasi oleh AS dari Texas di Bandara Internasional Toussaint Louverture di Port-au-Prince, Haiti Selasa (21/9/2021). ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Kericuhan terjadi di bandara Port-au-Prince pada Selasa (21/9) ketika para warga Haiti yang dipulangkan oleh pemerintah Amerika Serikat turun dari sebuah pesawat. Mereka mengungkapkan kemarahan dengan mendatangi area terlarang di bandara itu untuk mengambil paspor dan barang mereka.

Sekelompok pria berkaus putih lalu bergerak kembali ke pesawat, seorang di antaranya berusaha masuk ke dalamnya, kata seorang saksi. Petugas bandara lalu menutup pintu pesawat itu. Insiden tersebut menambah tekanan pada pemerintahan Presiden AS Joe Biden agar menghentikan kebijakan pengusiran pada imigran gelap.

Hampir 10.000 imigran yang sebagian besar warga Haiti tinggal di sebuah kamp darurat dengan kondisi yang makin memburuk di bawah jembatan Rio Grande. Jembatan itu menghubungkan Del Rio di Texas dengan Ciudad Acuna di Meksiko. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah AS telah memindahkan sedikitnya 4.000 orang dari kamp tersebut untuk diproses di pusat-pusat penahanan.

Sebanyak 523 imigran telah dideportasi ke Haiti dalam empat penerbangan dan upaya repatriasi terus dilanjutkan secara berkala, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Para imigran yang tiba di Haiti pada Selasa marah karena mereka telah menghabiskan ribuan dolar untuk pergi ke AS dan berharap bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik. Kemarahan bertambah ketika mendengar kabar bahwa pemerintah Haiti menerima deportasi mereka.

"Saya marah kepada pemerintah. Kami diberi tahu di tahanan bahwa pemerintah Haiti telah menyetujui pemulangan kami. Mereka semua orang jahat…" kata Yranese Melidor, 45 tahun, yang tiba di Haiti dengan penerbangan sebelumnya.

Kericuhan di bandara itu menegaskan gambaran soal krisis yang memburuk di Haiti, negara termiskin di belahan bumi bagian barat. Pembunuhan presiden, peningkatan kekerasan oleh geng-geng kriminal, dan hantaman gempa besar telah menyulut berbagai kerusuhan di negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

Filippo Grandi, kepala badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan pengusiran oleh AS dalam situasi krisis seperti itu bisa melanggar hukum internasional karena membuat orang-orang yang mencari perlindungan terancam jiwanya. Pemimpin mayoritas Senat AS Chuck Schumer pada Selasa juga mengkritik Biden, rekannya di Partai Demokrat, dengan mengatakan pemulangan imigran ke Haiti itu "menentang akal sehat". Dia juga mengungkapkan kemarahan pada perlakuan penjaga perbatasan saat mengendalikan para imigran di kamp Texas.

Wakil Presiden AS Kamala Harris mengatakan situasinya rumit dan bahwa AS perlu "melakukan lebih banyak hal" untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat Haiti. Kamp-kamp pengungsi di perbatasan Meksiko semakin banyak. Para imigran dibantu sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah, Doctors Without Borders, dan badan pengungsi PBB.

Masyarakat Ciudad Acuna juga membantu para imigran dengan memberi makanan. Surreane Petit, sambil merangkul puteranya yang berusia 3 tahun, mengatakan berada di Meksiko jauh lebih baik daripada di kamp AS.

"Di sini masyarakat Meksiko sangat membantu."

"Di sana kami lapar," kata Petit. "Di bawah jembatan tak ada bantuan, tak ada pertolongan."

Dia mengaku telah tinggal di Chile selama lima tahun dan anaknya lahir di sana. Setelah Chile menerapkan lockdown akibat pandemi, dia pun meninggalkan negara itu karena sulit mendapatkan penghasilan. Meski berisiko dideportasi ke Haiti, banyak imigran tetap bertahan di kamp Del Rio.

Carly Pierre, 40 tahun, mengatakan dirinya berada di sana karena melihat peluang untuk bisa tinggal di AS bersama istri dan dua anak balitanya, setelah tinggal sekian lama di Brazil.

"Ada yang dideportasi dan ada yang berhasil menetap," kata Pierre, yang bajunya terlihat basah setelah menyeberangi sungai untuk membeli es dan soda di sebuah toko di Meksiko.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga India menanti izin WHO bagi vaksin Covaxin
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:05 WIB
Tertahan di sebuah desa di selatan India selama sembilan bulan, Sugathan P.R. berharap Badan Kesehat...
AS, Indonesia serukan forum G20 baru untuk hadapi pandemi berikutnya
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:11 WIB
Ekonomi-ekonomi terbesar dunia harus membuat forum guna memfasilitasi koordinasi global untuk pandem...
Komite Senat Brazil setujui laporan agar Presiden Bolsonaro didakwa
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:48 WIB
Komite investigasi Senat Brazil menyetujui sebuah laporan yang meminta agar Presiden Jair Bolsonaro ...
40 perusahaan Prefektur Hyogo Jepang siap investasi di Indonesia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:58 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes R) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan Gubernu...
Tesla bernilai satu triliun dolar AS, beri keuntungan ganda bagi Musk
Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Lonjakan nilai pasar saham Tesla Inc melampaui satu triliun dolar AS pada perdagangan Senin (25/10/2...
Xi Jinping janji China akan selalu menjunjung perdamaian dunia
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Presiden Xi Jinping berjanji bahwa China akan selalu menjunjung perdamaian dunia dan aturan internas...
Perkuat kerja sama, kapal Angkatan Laut Australia kunjungi Jakarta
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Kapal terbesar Angkatan Laut Australia HMAS Canberra berlabuh di Tanjung Priok , Jakarta Utara, Seni...
Vaksin untuk anak usia 5-11 tahun di AS mungkin tersedia November
Senin, 25 Oktober 2021 - 14:06 WIB
Pakar utama Amerika Serikat tentang penyakit menular, Anthony Fauci, mengatakan vaksin bagi anak-ana...
Kasus baru varian Delta di Tiongkok meluas
Senin, 25 Oktober 2021 - 13:46 WIB
Gelombang baru COVID-19 varian Delta di Tiongkok meluas dan bahkan lebih besar dibandingkan dengan y...
Singapura berencana impor listrik hingga 4 GW pada 2035
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:25 WIB
Negara Singapura berencana mengimpor listrik hingga empat gigawatt (GW) pada 2035, kata menteri perd...