Indef: Kebijakan RPIM akan sasar perbankan yang berfokus ke UMKM
Elshinta
Rabu, 22 September 2021 - 22:30 WIB |
Indef: Kebijakan RPIM akan sasar perbankan yang berfokus ke UMKM
Tangkapan layar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dalam FGD daring “Pengaturan Inklusi Perbankan” di Jakarta, Rabu (22/9/2021). ANTARA/Sanya Dinda

Elshinta.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan bahwa kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) disepakati akan menyasar perbankan yang berfokus pada pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut dia Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan  sudah bersepakat bahwa kebijakan RPIM akan menyasar perbankan yang berfokus pada pembiayaan UMKM.

“Jadi memang pada akhirnya mungkin tidak lagi ke individu tapi ke bank-bank yang memiliki model bisnis ke UMKM. Tapi kalau model bisnis bukan UMKM, ada usulan bisa ke arah infrastruktur yang juga diarahkan pemerintah,” kata Aviliani dalam FGD daring “Pengaturan Inklusi Perbankan” yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya BI mengeluarkan Peraturan BI (PBI) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.

Dalam aturan tersebut, BI mewajibkan pemenuhan RPIM secara bertahap, mulai dari minimal 20 persen sejak akhir Juni 2022, 25 persen pada akhir Juni 2023, dan 30 persen pada akhir Juni 2024.

“Di lapangan, data menunjukkan kalau 30 persen itu sangat berat, dan kalau bank-bank harus mengubah bisnis model itu tidak mungkin. Apalagi bank-bank yang dimiliki asing kan sudah memiliki segmen sehingga kalau harus ke UMKM mereka mungkin akan keberatan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah akan mengubah ketentuan pemenuhan kewajiban RPIM bagi perbankan yang tidak berfokus pada UMKM dalam aturan turunan PBI Nomor 23 Tahun 2021.

Di samping itu, menurutnya, perbankan swasta berpotensi kesulitan menyalurkan kredit bagi UMKM karena kehadiran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pelaku UMKM akan lebih memilih fasilitas KUR yang disalurkan oleh bank-bank milik negara.

“Perbankan swasta tidak akan mampu bersaing dengan bunga yang sangat rendah sehingga bank-bank milik negara dan BPD (Bank Pembangunan Daerah) akan banyak menyalurkan ke UMM yang pindah menggunakan fasilitas KUR,”katanya.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Mentan: Semua kabupaten harus bisa ekspor komoditi pertanian
Senin, 18 Oktober 2021 - 19:57 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo mendorong agar semua kabupaten/kota untuk bisa me...
Hiswana Migas Sumut: Distribusi BBM ke SPBU sudah berangsur normal 
Senin, 18 Oktober 2021 - 19:45 WIB
DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumut menyatakan bahwa distribusi BB...
IHSG ditutup menguat ditopang meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi
Senin, 18 Oktober 2021 - 18:07 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup menguat, ditop...
Menparekraf: Pariwisata jangan sampai memicu gelombang ketiga COVID-19
Senin, 18 Oktober 2021 - 12:47 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta sektor pariwisata jangan s...
Rupiah Senin pagi menguat 17 poin
Senin, 18 Oktober 2021 - 09:54 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat 17 poin
IHSG Senin dibuka menguat 15,94 poin
Senin, 18 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat 15,94 poin
Indef: PON berdampak positif bagi transportasi dan pariwisata Papua
Minggu, 17 Oktober 2021 - 22:11 WIB
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menyampaika...
 1.000 pekerja rentan di Kecamatan Lawang, Malang dapat jaminan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:36 WIB
Sekitar 1000 orang pekerja rentan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur mendapat bantuan...
Ibu hamil minta `dielus`Menparekraf 
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:38 WIB
Ada yang menarik di sela-sela kunjungan Menparekraf, Sandiaga Uno di Desa Sanankerto,Turen, Kabupate...
Harga kedelai naik, perajin tahu kian terpuruk
Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:57 WIB
Harga kedelai naik, perajin tahu di Salatiga, Jawa Tengah  semakin terpuruk, akibat lesunya penjual...
Live Streaming Radio Network