Suku Moi di kampung Segun-Sorong menolak investor sawit
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 08:30 WIB |
Suku Moi di kampung Segun-Sorong menolak investor sawit
Warga suku Moi di kampung Segun Distrik Segun Kabupaten Sorong, Papua Barat. ANTARA/Hans Arnold Kapisa

Elshinta.com - Masyarakat adat suku Moi di kampung Segun Distrik Segun kabupaten Sorong Papua Barat, berkomitmen untuk menjaga hutan dan tak akan terjebak janji manis investor sawit di tanah adat mereka.

Sekretaris Kampung Segun Samuel Ketumlas menyatakan bahwa praktek perampasan tanah adat orang Moi yang dilakukan oleh investor sawit dengan berbagai rayuan kesejahteraan dan pembangunan tak lagi berefek bagi warga kampung Segun.

"Kami sudah berkomitmen, bahwa sejengkal tanah di kampung Segun ini tak akan kami lepas untuk perkebunan sawit, apapun tawaran yang diberikan kami bisa hidup tanpa sawit," ujar Samuel, Rabu.

Dia menegaskan bahwa warga pribumi Kampung Segun mendukung penuh kebijakan Bupati Johni Kamuru untuk mencabut izin perkebunan sawit dari sejumlah perusahaan dari wilayah adat mereka.

"Keputusan yang diambil Bupati Sorong membuka mata kami bahwa tidak ada masa depan bagi generasi kami jika hari ini kami izinkan hutan adat kami ditanami sawit," kata Samuel Ketumlas.

Selanjutnya Felix Malagilit warga Kampung Segun mengatakan bahwa keluarga (marga) Malagilit di Kampung Segun sudah melakukan pengukuran dan pemetaan hutan dan tanah adat mereka.

Ia menyebutkan inisiatif itu dilakukan karena telah mendapatkan informasi tentang sebagian dari hutan di wilayah Kampung Segun diketahui telah masuk dalam incaran pembukaan lahan perkebunan sawit oleh salah satu perusahaan.

"Kami dari marga Malagilit di kampung Segun sudah melakukan pemetaan tanah ulayat kami, untuk tetap dijaga karena sedang dalam incaran salah satu perusahaan sawit dengan mendekati saudara kami di sejumlah kampung di wilayah Distrik ini," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi terapkan `contra flow` saat Presiden resmikan Sei Alalak
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:37 WIB
Kepolisian Resor Kota Banjarmasin menerapkan rekayasa lalu lintas dengan `contra flow` (lawan arus) ...
Kemenag gelar pertunjukan wayang virtual peringati hari santri
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:27 WIB
Kementerian Agama akan menggelar pertunjukan wayang secara virtual bertajuk \"Semar Bangun Pesantren...
Pemkab Magelang raih penghargaan Proklim
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:16 WIB
Untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten  Magelang Jateng, melalui Di...
PPKM di Kota Magelang turun level 2
Rabu, 20 Oktober 2021 - 14:11 WIB
Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 53 tahun 2021, tertanggal 18 Oktober 2021, ...
19,64 juta warga Jabar sudah divaksin dosis pertama COVID-19
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:58 WIB
Sebanyak 19,64 juta atau 51,82 persen warga di wilayah Jawa Barat (Jabar) hingga Selasa  sudah mend...
Muskercab, PKB Rembang dorong kesejahteraan nakes 
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyelengg...
Untuk turun ke PPKM Level 2, Kabupaten Cirebon hanya butuh percepatan vaksinasi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:39 WIB
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya membawa wilayahnya turun ke level 2 pada pemberlakuan pe...
Covid melandai, namun status Matim ke level 3, ini penyebabnya
Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:48 WIB
Berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2021 status level PPKM Manggarai Timur, NTT ...
Seleksi CASN Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah untuk 598 formasi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:25 WIB
Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN)  untuk 598 Formasi  Kementerian Hukum dan HAM untuk wil...
1.644 anak terdampak COVID-19 terima bantuan di Bekasi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Sebanyak 1.644 anak yatim dan piatu terdampak COVID-19 setelah ditinggal orang tuanya di Kabupaten B...
Live Streaming Radio Network