Kementerian diminta tindak lanjuti pertemuan Presiden dengan peternak
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 13:39 WIB |
Kementerian diminta tindak lanjuti pertemuan Presiden dengan peternak
Rapat Koordinasi Peternak Mandiri Sejawa di Bogor Jawa Barat, Rabu (21/9/2021) (Antara/elshinta.com)

Elshinta.com - Kalangan peternak unggas meminta lembaga terkait yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Sosial untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para peternak mandiri di Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu.

Sekjen Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Kadma Widjaya menyatakan, pada 15 September 2021 sejumlah perwakilan peternak bertemu Presiden menyampaikan kondisi terkini yang dialami pelaku usaha peternakan unggas.

Pada pertemuan tersebut, lanjutnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, pihaknya menyampaikan sejumlah masalah yang terus-menerus dihadapi peternak, antara lain persaingan yang tidak sehat antara peternak unggas mandiri dan perusahaan konglomerasi, over supply ayam hidup yang menyebabkan harga jual selalu di bawah harga pokok produks, serta harga pakan dan Day Old Chick (DOC) yang tinggi.

“Kami sangat berharap ada progress dari pertemuan dengan Presiden kemarin. Namun setelah pertemuan di Istana Negara dan sampai hari ini kami belum bertemu dengan Kementan," ujarnya.

Kadma menyatakan, pihaknya bersama perwakilan peternak unggas mandiri se-Jawa melakukan konsolidasi dengan membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi.

Pembentukan tim kecil, tambahnya, sebagai upaya meneruskan perintah Presiden agar Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, dan Kepolisian RI menjalankan tugas masing-masing, sesuai dengan masalah yang dialami peternak unggas mandiri.

"Sesuai arahan Presiden, untuk masalah over supply dan HPP yang tinggi, kami akan ke Kementan dan Kemendag. Untuk bantuan kepada peternak mandiri, terutama di masa pandemi, kami ke Kemensos. Untuk masalah harga jagung yang melonjak tinggi, kami minta Kapolri untuk segera membentuk tim investigasi," katanya.

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Heri Darmawan mengatakan, konsolidasi yang dilakukan bersama seluruh peternak mandiri se-Jawa adalah untuk menyampaikan hasil pembicaraan perwakilan peternak dengan Presiden.

"Semua usulan peternak broiler tidak ada satu pun yang ditolak Presiden, ini sudah sangat bagus dan di luar dugaan kami," katanya.

Sementara itu peternak mandiri asal Sukabumi Budiyanto berharap pemerintah serius menangani persoalan yang dihadapi peternak unggas mandiri.

Menurut dia, selama tiga tahun terakhir peternak unggas mandiri terus merugi, sehingga banyak yang bangkrut dan meninggalkan utang yang besar.

"Kami hanya ingin dilindungi, minimal bisa melunasi utang. Kami sangat berharap harga jual di atas harga pokok produksi, minimal di atas acuan Permendag di Rp19.000-Rp19.500/kg," katanya.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Pardjuni mengungkapkan arahan Presiden kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Menteri Sosial juga termasuk Satgas Pangan harus segera dilaksanakan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kadin sebut sistem pendidikan belum dukung terciptanya wirausaha baru
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:35 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menyebut, ada beberapa ke...
 Kodim 1701/Jayapura beri bantuan tunai kepada PKL dan warung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:10 WIB
Kodim 1701/Jayapura telah melaksanakan kegiatan Launching Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warun...
Dorong kemajuan ekonomi Kalsel, Angkasa Pura I dukung ekspor produk perikanan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Manajemen Angkasa Pura I bersinergi dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasi...
Menteri ATR/BPN: Cakupan pemanfaatan wakaf perlu diperluas
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:46 WIB
Gerakan santri yang mempromosikan wakaf dalam bentuk uang harus dikelola dengan baik dan dengan penu...
Komisi IV DPR kembangkan percontohan teknologi pertanian di Magelang
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:48 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP  dapil VI Jateng, Vita Ervina mengatakan, pihaknya telah ...
 Peduli puluhan kafe kopi di Majalengka, BRIN hibahkan mesin roasting kopi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi bantuan hibah mesin panggang atau penyangrai kopi (r...
 Babinsa Blang Mangat, dampingi petani cabai wujudkan ketahanan pangan 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Wujudkan ketahanan pangan wilayah ditengah pandemi covid-19, Babinsa Koramil 22/Blm Serka Rusli Panj...
 Hulu migas setor Rp136,8 triliun untuk penerimaan negara
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:26 WIB
Momentum membaiknya harga minyak dunia berhasil dimaksimalkan oleh kinerja hulu minyak dan gas bumi ...
 MUI:  Lembaga keuangan syariah bisa berantas pinjol ilegal
Jumat, 22 Oktober 2021 - 19:06 WIB
Pinjaman online atau lebih dikenal sebagai pinjol menjadi salah satu masalah besar Indonesia di teng...
Sandiaga: Potensi game di masa depan luar biasa bagi ekonomi Indonesia
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:35 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...