Wakil Ketua MPR: Evaluasi pelaksanaan PTM cegah klaster COVID-19
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 12:00 WIB |
Wakil Ketua MPR: Evaluasi pelaksanaan PTM cegah klaster COVID-19
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menyebabkan klaster penyebaran COVID-19.

Dia menilai seharusnya PTM dipersiapkan secara matang, agar menekan potensi terjadinya klaster baru saat pelaksanaannya.

"Evaluasi secara menyeluruh harus segera dilakukan terhadap penyelenggaraan PTM yang menyebabkan klaster COVID-19. Faktor keamanan bagi peserta didik dan tenaga pengajar harus dikedepankan dalam PTM," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya terkait data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mencatat per tanggal 20 September 2021, dari 46.500 sekolah penyelenggara PTM ada 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster COVID-19.

Rerie menilai evaluasi menyeluruh terkait ribuan klaster baru itu harus dilaksanakan, agar segera diketahui secara pasti masalah yang dihadapi sejumlah daerah dalam penyelenggaraan PTM di masa pandemi.

"Pembelajaran tatap muka memang diharapkan mampu menekan ancaman 'learning loss' terhadap para pelajar. Namun apabila kondisi sejumlah daerah belum siap menggelar PTM jangan dipaksakan, karena malah mengancam keselamatan peserta didik dan pengajar," ujarnya.

Dia mengatakan, munculnya ribuan klaster PTM yang tersebar di sejumlah daerah diduga karena belum meratanya kesiapan para penyelenggara pendidikan di sejumlah daerah dalam menyelenggarakan PTM.

Rerie menyayangkan terjadinya ribuan klaster baru penyebaran COVID-19 yang menyebabkan para peserta didik dan guru terpapar COVID-19.

Dia berharap, langkah menghentikan sementara PTM pasca-munculnya klaster baru COVID-19 segera dilaksanakan, dan diikuti dengan upaya tes dan penelusuran yang masif untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

"Pihak penyelenggara pendidikan harus menyiapkan sistem yang bisa memastikan bahwa peserta didik dan tenaga pengajar benar-benar sehat dan tidak terpapar virus, sebelum melaksanakan PTM. Dan persyaratan sudah divaksin COVID-19 yang harus dipenuhi oleh para peserta didik dan tenaga pengajar," katanya lagi.

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, di masa pandemi, masyarakat harus segera membiasakan diri dengan norma-norma baru dalam melaksanakan berbagai kegiatan melalui pemenuhan sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan para pemangku kepentingan.

Menurut dia, kepatuhan seluruh elemen masyarakat terhadap sejumlah aturan yang telah ditetapkan harus terus ditingkatkan, agar tetap bisa berkegiatan dan hidup berdampingan dengan COVID-19 secara aman dan terkendali.

"PTM di masa pandemi merupakan tantangan bagi seluruh anak bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan antara lain seperti gotong royong, persatuan, rela berkorban dan cinta Tanah Air, yang telah diwariskan para pendiri bangsa," ujarnya.

Karena itu, Rerie menilai, tanpa komitmen yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat dalam mematuhi setiap peraturan yang ditetapkan, pelaksanaan PTM di masa pandemi akan jauh dari keberhasilan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kadis Budpar Sumut apresiasi audiensi DKSU
Senin, 18 Oktober 2021 - 22:13 WIB
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Sumut Zumry Sultony didampingi Kabid Budaya Elida ...
  Wali Kota Magelang ingatkan PNS agar jaga amanah
Senin, 18 Oktober 2021 - 20:57 WIB
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz berpesan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pe...
Menkes: Varian obat baru beri harapan menuju endemi
Senin, 18 Oktober 2021 - 20:10 WIB
 Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan varian obat antivirus baru yang sedang dikem...
Aktif pantau situasi wilayah, Babinsa terus melaksanakan pendataan Covid-19
Senin, 18 Oktober 2021 - 18:14 WIB
Babinsa Koramil 03/Dwt Kodim 0103/Aceh Utara, Serka Boby Bersama rekannya melakukan pendampingan kep...
Pemprov Kepri minta Bandara Hang Nadim Batam siapkan alat TCM
Senin, 18 Oktober 2021 - 17:48 WIB
Pemperintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta Bandara Hang Nadim Batam segera menyiapkan alat ...
Warga Kota Lhokseumawe ikut vaksin Covid-19 di Polres Lhokseumawe
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:36 WIB
Sejumlah warga dari berbagai wilayah di Kota Lhokseumawe memanfaatkan kesempatan di akhir pekan untu...
Mentan minta badan karantina kawal ekspor dan lebih kreatif
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:59 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo minta jajaran Badan Karantina Pertanian (Barantan) untuk terus...
Pengamat: Penggunaan APBN bisa jadi solusi penyelesaian kereta cepat
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:11 WIB
Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai keputusan pemerintah menggunakan APBN ...
Penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia segera dibuka
Senin, 18 Oktober 2021 - 12:35 WIB
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menanggapi informasi akan dibukanya kembali penyeberangan Nunuka...
Dinkes Surabaya terapkan tiga strategi cegah kekerdilan
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:08 WIB
Dinas Kesehatan Kota Surabaya menerapkan tiga strategi untuk mencegah anak terlahir dengan masalah k...
Live Streaming Radio Network