Bupati minta bencana di Minahasa Tenggara tidak dieksploitasi
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 13:11 WIB |
Bupati minta bencana di Minahasa Tenggara tidak dieksploitasi
Lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Minahasa Tenggara. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Bupati Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, James Sumendap meminta masyarakat tidak mengeksploitasi bencana banjir bandang di daerahnya dengan cara meminta dana di jalanan.

"Kami sangat mengerti maksud atau keinginan sejumlah pihak untuk membantu warga di Minahasa Tenggara yang terdampak bencana. Tapi tolong, dan saya memohon bencana ini tidak dieksploitasi dengan menggalang dana di jalanan," kata Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap di Ratahan, Jumat.

Dia mengatakan, pemerintah maupun masyarakat yang terdampak bencana di Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur membuka tangan bagi lembaga sosial, organisasi maupun pribadi yang peduli untuk ikut membantu.

"Tapi kami berharap penggalangan dana untuk korban bencana tidak dengan cara meminta di jalan, karena hal tersebut secara administrasi nantinya tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

James juga memastikan bantuan yang diberikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan pribadi merupakan sumber yang jelas dan akan dikelola oleh pemerintah kabupaten dengan baik.

"Mohon maaf penerimaan sumbangan untuk bencana di Minahasa Tenggara, harus berasal dari sumber yang jelas dan kami pastikan itu dikoordinasikan dengan baik," jelasnya.

Ia mengatakan, semua bantuan yang diberikan berbagai pihak ini dicatat oleh pemerintah dan dapat dipertanggungjawabkan penyalurannya.

"Kami pastikan semua bantuan dari siapapun telah dicatat oleh pemerintah dan proses penyaluran diatur dengan baik serta disalurkan tepat sasaran," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IHSG Rabu dibuka menguat 6,43 poin
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat 6,43 poin
Rupiah dibuka melemah 10 poin ke Rp14.162 per dolar AS pada Rabu pagi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi dibuka melemah 10 ...
Airlangga: Program BSU akan diperluas sasar 8,78 juta pekerja
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:48 WIB
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja ...
Zaman makin maju, Fatar Yani tekankan perusahaan migas upgrade teknologi
Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:46 WIB
Menjadi yang nomor 3 di Indonesia, Kalimantan tak sepatutnya berbangga diri karena sumur-sumur minya...
 Wabup Fauzi Yusuf minta Badan Wakaf Indonesia selamatkan harta agama
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:36 WIB
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf meminta Badan Wakaf untuk menyelamatkan harta agama, yakni berup...
OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:37 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai ped...
BAZNAS dorong pemanfaatan digitalisasi zakat secara optimal
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lemb...
Rupiah Selasa pagi melemah 2 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:12 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 2 poin
Relawan nilai harga tes PCR terlalu mahal dan bebani masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah menerapkan kewajiban tes PCR sebagai syarat penerbangan. Kebijakan tersebut menyebabkan h...
IHSG Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:49 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 14,36 poin