Satgas Covid-19 Kabupaten Malang serahkan kasus wisata gowes Kondang Merak ke Polres Malang
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 14:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Satgas Covid-19 Kabupaten Malang serahkan kasus wisata gowes Kondang Merak ke Polres Malang
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Malang Sanusi menyerahkan kasus Kondang Merak pada kepolisian Polres Malang. “Kami Satgas Covid-19 Kabupaten Malang yang beranggotakan saya, dandim, kapolres, kajari dan ketua PN menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada pihak kepolisian  untuk menindaklanjuti,” katanya kepada Kontributor Elshinta, El-Aris saat ditemui di Pendopo Alon-alon kota Malang.

Dijelaskan Bupati Malang, sesuai dengan SOP pelanggaran PPKM maka pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut. “Soal kasus Kondang Merak masuk soal pidana atau apa itu ranah pihak kepolisian,” imbuhnya.

Ditanya soal apakah kunjungan walikota dan sekda Kota Malang dengan rombongan telah melakukan koordinasi, Sanusi membantahnya.

“Tidak ada ijin kalau pun ada maka saya tidak mengijinkan apalagi saat itu kabupaten berada di level 3 PPKM dan wisata pantai di Kabupaten Malang ditutup selama PPKM, soal koordinasi memang ada tetapi ke pak Sekda yang pasti kasus Kondang Merak kita serahkan ke ranah pihak kepolisian Polres Malang,” jelasnya.

Sebelumnya Minggu (18/9) personil kepolisian Polsek Bantur Polres Malang tidak mengijinkan rombongan gowes dimana pda rombongan itu terdapat Wali Kota Malang Sutiaji dan Sekda Kota Erik Setyo Santoso yang membawa rombongan terdiri dari kepala OPD/Dinas, Camat hingga lurah se Kota Malang untuk masuk di kawasan Pantai Kondang Merak dan meminta agar rombongan keluar dari pantai tersebut karena wisata pantai di Kabupaten Malang ditutup selama PPKM.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenhub uji petik kapal penumpang di Batam
Kamis, 28 Oktober 2021 - 20:01 WIB
Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Ot...
Pertumbuhan literasi bukan tanggung jawab satu pihak
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:55 WIB
Literasi merupakan faktor esensial dalam pembangunan.
Padang sediakan satu unit mobil vaksin percepat target vaksinasi
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:13 WIB
Pemerintah Kota Padang menyediakan satu unit mobil vaksin yang siap melayani vaksinasi sebagai upaya...
SKK Migas proyeksikan pengeboran 538 sumur sampai akhir 2021
Kamis, 28 Oktober 2021 - 17:37 WIB
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan pen...
Ekonom prediksi bank umum jadi bank digital pada 2030
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:55 WIB
Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mempre...
Garuda Indonesia luncurkan promo harga tes COVID
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:20 WIB
Maskapai Garuda Indonesia melalui Aero Globe Indonesia bekerja sama dengan Kartika Pulomas Hospital...
Masa berlaku PCR penumpang pesawat diperpanjang 3x24 jam
Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:02 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menambah durasi berlaku tes reaksi berantai (polymerase ch...
BMKG prediksi musim hujan di Sulteng bersamaan dengan fenomena La Nina
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:29 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu memprakirakan, wilayah S...
Surabaya kembali gelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan mulai November
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Pemerintah Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur berencana menggelar kembali kegiatan Hari Bebas Ken...
Kota Depok masih tetap di zona kuning
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:45 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana  mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di...