Menperin sebut pengguna garam sumbang devisa miliaran dollar AS
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 09:13 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Menperin sebut pengguna garam sumbang devisa miliaran dollar AS
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2K2SuSb

Elshinta.com - Industri pengguna garam menyumbangkan devisa setara hampir 500 kali lipat nilai impor garam. Indonesia masih butuh impor karena berbagai kendala di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, garam merupakan komoditas strategis yang penggunaan sangat luas. Pertumbuhan penggunaannya juga cukup tinggi. “Rata-rata lima hingga tujuh persen per tahun,” ujarnya dalam webinar “Industrialisasi Garam Nasional Berbasis Teknologi” yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi dan Politik (FDEP) bersama SBE-UISC, Jumat (24/9).

Pengguna garam tidak hanya rumah tangga. Pengguna garam terbesar justru dari industri mulai dari petrokimia, kerta, aneka pangan, farmasi dan kosmetik, hingga pertambangan minyak. Industri CAP saja membutuhkan hingga 2,4 juta ton per tahun. Pada 2021, total kebutuhan nasional mencapai 4,6 juta ton. Sementara, data BPS menunjukkan produksi garam nasional tidak sampai 1,5 juta ton.

Karena itu, Indonesia masih harus mengimpor garam dengan nilai hingga 97 juta dollar AS pada 2020. Dengan bahan baku itu, industri pengguna garam mengekspor dengan nilai 47,9 miliar dollar AS. Industri pengguna garam salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi. “Hal ini menunjukkan betapa pentingnya industri pengguna garam,” kata dia.

Kementerian Perindustrian telah berusaha mendorong peningkatan penggunaan garam nasional. Pada 2021, Kementerian Perindustrian berharap industri nasional bisa menyerap hingga 1,5 juta ton garam nasional.

Memang, ada banyak tantangan penggunaan garam nasional. Salah satunya adalah selisih kemampuan produksi dengan kebutuhan nasional. Masalah lain keberlanjutan pasokan. Industri pengguna tidak mungkin menghentikan operasi saat garam nasional tidak tersedia. Masalah yang tidak kalah penting adalah garam produksi dalam negeri belum sesuai kebutuhan industri. 

Garam industri paling tidak harus punya kadar kemurnian 97 persen. Di sektor farmasi dan kosmetik, kadar kemurnian malah paling rendah 99 persen. Sementara kadar garam dalam negeri masih di bawah 90 persen. “Banyak masalah kalau menggunakan garam tidak sesuai standar,” kata Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Hermawan Prajudi.

Garam dengan kandungan air tinggi bisa mempercepat kerusakan produk. Kandungan benda asing di garam bisa menjadi salah satu penyebab mesin pengolah rusak hingga ditolak oleh pasar. Bahkan, keberadaan benda asing dalam produk makanan bisa memicu keluhan konsumen.

Sebagai industri orientasi ekspor, sektor makanan dan minuman juga harus memenuhi standar keamanan pangan di berbagai negara. Standar itu tidak menoleransi benda-benda asing dalam pangan. Karena itu, industri makanan dan minuman sulit menerima garam dengan kadar kemurnian di bawah standar.

Anggota GAPMMI tentu sangat ingin menggunakan garam produksi dalam negeri. Masalahnya, pernah ditemukan aneka pengotor dalam garam produksi dalam negeri. Bahkan, alat pelacak logam sampai bisa mendeteksi logam dalam garam produksi dalam negeri.

Sementara Guru Besar Universitas Indonesia Misri Gozan tidak menampik bahwa ada peluang garam produksi dalam negeri tidak mencapai standar kemurnian yang dibutuhkan. Karena itu, dibutuhkan intervensi teknologi dalam produksi garam nasional. 

Produksi garam nasional juga punya banyak tantangan. Salah satunya adalah kondisi alam. Kelembaban di Indonesia bisa mencapai 90 persen. Sementara di Australia, kelembaban bisa 30 persen.

Selain itu, tidak semua daerah Indonesia bisa terus menerus dalam kondisi panas selama paling tidak 1,5 bulan berturut-turut. Periode itu waktu paling singkat untuk menguapkan air laut. Di Indonesia, produksi garam memang masih mengandalkan penguapan air laut. Sementara di beberapa negara lain, garam ditambang dari gunung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga boleh hajatan, kunjungan pasar meningkat 
Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:56 WIB
Aktivitas pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mulai pulih. Kunjungan pembeli kemba...
 BPMA dan PGE gelar edukasi hulu migas untuk jurnalis
Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:35 WIB
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT. Pema Global Energi (PGE) menggelar edukasi industri hu...
Kemenparekraf gelar event promosi UMKM untuk pelaku usaha di Langkat 
Rabu, 20 Oktober 2021 - 14:49 WIB
Diskusi merancang event promosi UMKM digelar untuk para pelaku usaha di Langkat, oleh Kementerian Pa...
Indonesia tawarkan tiga proyek investasi sektor energi dalam IJBF
Rabu, 20 Oktober 2021 - 14:34 WIB
Pemerintah Indonesia menawarkan tiga proyek investasi dalam sektor energi terbarukan kepada pelaku u...
Presiden Jokowi minta kepala daerah fokus kembangkan produk unggulan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:25 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para kepala daerah fokus saja untuk mengembangkan produk ...
Pelindo Labuan Bajo beri diskon 85 persen untuk kapal tol laut
Rabu, 20 Oktober 2021 - 09:11 WIB
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Labuan Bajo memberikan diskon sebesar 85 persen bagi kapal tol laut...
Dorong ekspor jeruk tiga kali lipat, Mentan janji bantu 1 juta bibit
Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:45 WIB
Menteri Pertanian Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong pengembangan komoditas hortik...
BI pertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen
Selasa, 19 Oktober 2021 - 17:47 WIB
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7...
DPR nilai pernyataan Jokowi soal BUMN bentuk dukungan kepada Erick Thohir
Selasa, 19 Oktober 2021 - 10:58 WIB
Anggota Komisi VI DPR Nyat Kadir mendorong Menteri BUMN Erick Thohir tak ragu melangkah untuk merest...
Rupiah Selasa pagi menguat 42 poin
Selasa, 19 Oktober 2021 - 10:19 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 42 poin
Live Streaming Radio Network