Sinergitas BNN-PWI Kota Depok sukseskan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 13:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sinergitas BNN-PWI Kota Depok sukseskan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba
Sumber foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota depok gelar lokakarya bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, di Wisma Hijau, Jalan Mekarsari Raya No.15, Mekarsari, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Dijelaskan Sub-Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho guna mengatasi permasalahan maraknya ancaman teror narkotika dan obat terlarang (narkoba), BNNRI merumuskan sebuah kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN). KOTAN ini di masa depan akan mengelaborasi dan memobilisasi potensi seluruh pihak di suatu kabupaten/kota untuk bersama-sama melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

BNN juga proyeksi luncurkan aplikasi siliga (aplikasi lindungi keluarga) yang dapat diakses melalui telepon selular berisi kampanye penangkalan penggunaan narkoba.

"Berkenaan untuk menyukseskan KOTAN,  BNN Kota Depok melaksanakan kegiatan lokakarya   'Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Terwujudnya Kota Tanggap Ancaman Narkoba' untuk membahas permasalahan dan mencari solusi,” ujar Purwanto.

Dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy, Selasa (21/9/2021),  Lokakarya 'Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Terwujudnya Kota Tanggap Ancaman Narkoba' ini menyajikan narasumber yakni, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, Manto, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah dan Pengamat Media, Kesit Handoyo. Peserta lokakarya ini adalah sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Depok. 

Sebagai pembicara pertama, Manto membahas materi tentang sinergitas kehumasan dan insan media untuk mewujudkan KOTAN.

Menurut Manto sinergi BNN dan pemerintah dengan media massa harus terjalin baik demi tujuan mengentaskan peredaran narkoba di Kota Depok. 

"Dalam penanganan peredaran narkoba dibutuhkan kerja sama semua pihak. Terlebih, pers yang memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya narkoba. Pemkot Depok bersedia berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan KOTAN. Misalnya, untuk menjadi sumber informasi terkait upaya-upaya pencegahan penyebaran narkoba di masyarakat," ucap Manto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Sabtu (25/9).  

Manto yakin awak pers dapat jadi agen edukasi efektif dalam pemberantasan narkoba. Membuat pemberitaan yang menginspirasi supaya masyarakat dapat paham bahaya narkoba. 

Pemateri lainnya, Rusdy Nurdiansyah mengatakan, PWI Kota Depok sangat membuka diri bermitra atau berkolaborasi dengan siapa saja. PWI, sebut Rusdy, sangat prihatin dengan peredaran narkoba yang nyata telah meneror masyarakat. 

"Media massa memiliki kekuatan dalam mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba  Narkoba menjadi musuh kita bersama, bukan hanya BNN dan kepolisian tetapi semua pihak. Salah satu yang terpenting media massa. Para wartawan harus juga memiliki tanggung jawab moral dengan memainkan peran dan fungsi edukasi melalui tulisan tentang bahaya narkoba bagi kesehatan fisik dan jiwa," ucap Rusdy Nurdiansyah yang mempunyai pengalaman mendalam dalam peliputan tentang peredaran narkoba ini. 

Menurut Rusdy, perlu perhatian serius, Kota Depok, saat ini bukan lagi sebagai daerah transit peredaran narkoba tapi sudah menjadi tempat peredaran narkoba. Maka, PWI Kota Depok, organisasi profesi yang diketuainya ini, bersedia berkolaborasi dengan BNN Kota Depok untuk membuat program yang nyata. 

Pengamat media massa yang juga praktisi pers ini, menyoroti, kewajiban wartawan menyajikan pemberitaan yang bertanggungjawab. Wartawan, sebutnya, jangan hanya memberitakan pada kerja penindakan aparat hukum kepada pengguna atau pengedar narkoba. Wartawan juga sangat perlu membuat produk jurnalistik berbentuk feature edukasi. 

"Memang peristiwa penindakan atau penangkapan pemakai atau penangkapan pengedar narkoba seksi bagi wartawan. Namun, perlu diperhatikan ada etika pemberitaan yang harus dipatuhi. Media massa mampu membuat persepsi. Jika wartawan yang membuat tulisan makan akan lebih menarik dan menyentuh," ungkap Kesit, Pemimpin Redaksi forumterkini.com. 

Kesit mengajak wartawan untuk menyajikan berita yang menggugah masyarakat tergugah untuk memerangi peredaran narkoba. Sudut pandang, empati, edukasi, dan bahaya narkoba yang mengancam kehidupan perlu lebih dikampanyekan. 

Pengamatan Kesit, di linimasa mesin pencari web virtual, terkini, ada lebih 30 juta artikel narkoba. Hal ini, didominasi oleh pemberitaan penangkapan atau penindakan. Sedang artikel tentang edukasi bahaya narkoba hanya sebagian kecil saja. Hal ini, sebit Kesit, perlu menjadi perhatian dan kepedulian pers untuk lebih meningkatkan produk sosialisasi atau kampanye pemberantasan narkoba.  Sehingga, kemitraan BNN dengan wartawan perlu lebih dioptimalkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir COVID-19: WHO belum rekomendasikan vaksin 12 tahun ke bawah
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 23:09 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia atau...
Erick Thohir apresiasi BRI dampingi UMKM jalani transformasi digital
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 22:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah Bank BRI mendampingi UMKM menjalani transformasi dig...
Tak kantongi izin keramaian, petugas imbau MFW dihentikan 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:44 WIB
Kepolisian Polresta Malang Kota, Jawa Timur menegaskan acara Malang Fashion Week (MFW) di halaman s...
Masa pandemi Langkat raih tiga penghargaan nasional
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:11 WIB
Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menerima tiga penghargaan tingkat nasional, meski pandemi COVID-19...
YLKI: Syarat PCR penumpang pesawat diskriminatif
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:55 WIB
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai kebijakan wajib ...
UNICEF-Pemprov Jateng kolaborasi lindungi anak yatim piatu terdampak Covid-19
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:22 WIB
Sebanyak 28.680 anak di Indonesia menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu karena kehilangan salah sat...
 PROJO minta hapus kewajiban tes PCR Covid-19
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:56 WIB
PROJO mendesak Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 segera meninjau kewajiban tes PCR Covid-19 di t...
Bersama masyarakat, Satgas Yonif RK 751/VJS bersihkan jalan dan kantor desa di Distrik Kubu
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:44 WIB
Kantor desa yang seharusnya menjadi sentral dalam merencanakan pembangunan dan pengembangan desa men...
Biddokes Polda NTT salurkan air bersih dan sembako untuk masyarakat 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:23 WIB
Brigpol Heribertus A.B. Tena, Bintara Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Nusa Tenggara...
 BNN Jateng musnahkan 19,3 kg ganja 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 18:58 WIB
Sebanyak 19,3 Kg ganja, dimusnahkan di kantor BNN Kabupaten Magelang Jateng, Kamis (21/10/2021). Seb...