Wapres harap NU berperan membuat politik nasional lebih beretika
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 18:44 WIB |
Wapres harap NU berperan membuat politik nasional lebih beretika
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap Nahdlatul Ulama (NU) dapat memiliki peran untuk membuat kondisi politik nasional di Indonesia menjadi lebih beretika.

"Perpolitikan nasional juga menjadi penting juga. Supaya kita harapkan ke depannya politik kita lebih sesuai etika yang benar," kata Wapres Ma’ruf saat mengikuti acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Sabtu (25/9).

Merujuk pada kutipan pendiri Rais Akbar NU Hasyim Asy’ari, Ma’ruf mengatakan bahwa politik di Indonesia harus dijiwai dengan sikap keagamaan yang baik.

Ma’ruf mengatakan Hasyim Asy’ari pernah menilai politik di Indonesia secara prinsip keagamaan Islam mulai melemah.

"Bahkan beliau (Hasyim Asy’ari) mengatakan pada waktu itu (politik Indonesia) hampir mati pada akhir-akhir ini. Saya tidak tahu apakah (politik Indonesia) sudah menguat jiwa keagamaannya atau bahkan sudah mati," tambahnya.

Oleh karena itu, Wapres mengimbau kepada seluruh warga Nahdliyin yang berada di kancah politik untuk menunjukkan etika dan akhlak mulia dalam bersikap.

"Jiwa keagamaan memang perlu kita beri dorongan, supaya lebih beretika dan berakhlak mulia di dalam perpolitikan nasional kita itu," tegas Ma’ruf Amin.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU diselenggarakan di Grand Sahid Hotel Jakarta pada Sabtu dan Minggu (26/9), dengan mengundang 250 pengurus dan anggota, guna membahas persoalan dalam negeri di bidang kesehatan, politik, hukum dan keamanan (polhukam), pendidikan hingga kesejahteraan rakyat.

Forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU tersebut akan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah terkait berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sebanyak 589 khafilah ikuti STQH nasional di Sofifi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 10:01 WIB
Sebanyak 589 kafilah peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI yang beras...
Geliat upaya pelestarian Ulos lewat para penenunnya
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:45 WIB
Wastra nusantara termasuk Ulos yang menjadi kain khas masyarakat Batak terus diupayakan pelestarian...
Wapres berkunjung ke GKI Pniel Kotaraja Jayapura
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkunjung ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pniel Kotaraja di Jayapur...
30 karya lukis anak bangsa dipamerkan di Kazakhstan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:36 WIB
Sebanyak 30 karya lukis hasil karya anak bangsa dipamerkan di Museum Kepresidenan Pertama Republik K...
Dekranasda dorong pengembangan usaha miniatur perahu kater
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 06:45 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Bel...
Budayawan tolak pengelolaan Kebun Raya Bogor oleh MNR
Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim memberikan kesempatan Budayawan Jawa Barat menyampaikan tujuh po...
 Pelepasan Kafilah STQH Kalsel diawali dengan salat hajat
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:36 WIB
Wakil Gubernur Kalsel, H Muhiddin melepas secara resmi keberangkatan Kafilah Prov Kalsel, yang akan ...
 Aceh Utara kirim 20 peserta untuk 10 cabang MQK Aceh
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:27 WIB
Kabupaten Aceh Utara mengirim 20 orang peserta untuk mengikuti 10 cabang perlombaan pada Musabaqah Q...
Belajar dari masyarakat Badui yang tak pernah krisis pangan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Masyarakat Badui yang tinggal di kaki Gunung Kendeng pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hing...
Kadisbudpar Bogor: Rindu Alam itu `legend`
Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi menyatakan keberadaan Rindu Alam...
Live Streaming Radio Network