Polisi tangkap pria penganiaya dengan benda tajam di Kendari
Elshinta
Minggu, 26 September 2021 - 00:01 WIB |
Polisi tangkap pria penganiaya dengan benda tajam di Kendari
Waka Polres Kendari Kompol M Alwi saat merilis kasus penganianiayaan dengan menggunakan barang tajam di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/9/2021) (ANTARA/HO-Humas Polres Kendari)

Elshinta.com - Kepolisian menangkap seorang pria inisial F alias P (22) diduga melakukan tindakan penganiayaan dengan menggunakan benda tajam di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Waka Polres Kendari Kompol M Alwi di Kendari, Sabtu mengatakan penangkapan terhadap F alias P karena diduga melakukan penganiayaan pada 13 September 2021 lalu kepada seorang korbannya bernama Agung Nugroho (27) di depan Lorong Kelor, Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.

"Pelaku ditangkap di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari, pada 20 September 2021 saat menjalani aktifitasnya sebagai seorang buruh pelabuhan," kata dia saat merilis kasus tersebut.

Kasus ini bermula saat korban berada di rumah temannya bernama Pis di Lorong Kelor, Kelurahan Jati Mekar. Saat itu korban mendengar ada keributan di luar lalu bersama temannya keluar untuk melihat apa yang terjadi.

Ketika berada di lokasi tempat keributan, korban menanyakan apa yang terjadi kepada pelaku yang saat itu sedang memegang sebilah parang.

Usai korban bertanya, tanpa ada kata pelaku F alias P langsung mengayunkan parang yang ia pegang ke arah korban. Atas kejadian itu korban lalu menangkis dengan tangannya, akibatnya empat jari kanan korban terluka bahkan satu jari putus.

Mendapat tindakan pembacokan, korban bersama temannya kemudian lari untuk menyelematkan diri. Korban lalu meminta pertolongan ke warga setempat sehingga di bawah ke Rumah Sakit Santaana Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sebelum dibawah ke rumah sakit, korban bertemu istrinya untuk memperlihatkan lukanya, dan kemudian istri korban melapor ke Polsek Kendari," jelas dia.

Mendapat laporan itu polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi guna proses penyelidikan hingga terduga berhasil ditangkap tujuh hari kemudian.

Saat ditangkap, pelaku masih membawa sebuah badik yang disimpan di bagian pinggang sebelah kiri. Pelaku F alias P saat ini berada di rutan Polres Kendari.

"Tersangka sudah sering kali melakukan tindakan penganiayaan dengan menggunakan barang tajam hingga semua korbannya mengalami luka hingga dioperasi," jelas Alwi.

Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (2) KUHP Pidana dengan ancaman hukuman maksimal lim tahun dan 2,8 tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Manokwari buru OTK pengibar bendera Bintang Kejora
Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:57 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Manokwari jajaran Polda Papua Barat memburu orang tak dikenal (OTK) pengi...
KPK limpahkan berkas perkara terdakwa suap RAPBD Jambi ke pengadilan
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:40 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Paut Syakarin dari pihak swasta ke Pen...
Waspadai penyusupan iklan judi `online` di situs pemerintah
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:06 WIB
Perlu cari akar masalah ketika akan memberantas perjudian dengan sistem daring (online). Salah satun...
Polda NTT selidiki kasus pencurian baterai tower Telkomsel
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:25 WIB
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian bat...
MAKI tetap gugat Ketua DPR terkait pemilihan anggota BPK
Selasa, 19 Oktober 2021 - 12:43 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan bahwa MAKI tetap mela...
KPK kumpulkan bukti terkait OTT di Riau
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan lembaganya masih mengumpulkan bukti...
KPK benarkan lakukan OTT di Riau
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:29 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Gufron membenarkan bahwa lembaga antirasuah ter...
Menteri Tjahjo dorong Polda Metro Jaya bongkar jaringan calo CPNS
Selasa, 19 Oktober 2021 - 00:11 WIB
Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mendorong Polda Metro Jaya untuk membongkar jaringan dan pihak lain yan...
Ironi di balik pekerja pinjol ilegal
Senin, 18 Oktober 2021 - 23:23 WIB
jIka utang tidak segera dilunasi, foto serta data pribadi peminjam hendak diviralkan di media sosia...
JPU jerat terdakwa `Unlawful Killing` dengan pasal pembunuhan
Senin, 18 Oktober 2021 - 17:16 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa perkara dugaan tindak pidana pembunuhan anggota Laskar F...
Live Streaming Radio Network