Polresta Bogor Kota tangkap komplotan penipu berkedok wisatawan asing
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 20:31 WIB |
Polresta Bogor Kota tangkap komplotan penipu berkedok wisatawan asing
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat ekspose penangkapan atas komplotan penipu berkedok wisatawan asing, di Kota Bogor, Sabtu (25/9/2021). (ANTARA/HO/Polresta Bogor Kota)

Elshinta.com - Polresta Bogor Kota berhasil menangkap komplotan penipu berkedok wisatawan asing yang menawarkan investasi tetapi malah mencuri uang milik korban melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan komplotan penipu yang berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polresta Bogor Kota ada empat orang, yakni Adi Santoso, Joko, Bimo, dan Usman.

"Mereka beroperasi mencari calon korban yakni wisatawan yang menginap di hotel berbintang di seputar SSA (sistem satu arah) yakni jalan yang melingkari Kebun Raya Bogor," katanya.

Susatyo menjelaskan modus utama komplotan penipu ini adalah, mengaku sebagai wisatawan asing dengan logat melayu Brunei Darussalam dan ingin mencari mitra bisnis untuk investasi.

Empat orang komplotan tersebut memiliki tugas dan peran masing-masing dalam memperdaya calon korbannya. Adi Santoso, berperan sebagai yang mencari calon korban.

Joko berperan sebagai wisatawan asing berlogat melalui Brunei Darussalam dan dalam aksinya dia menukar ATM milik korban. Kemudian, Bimo dan Usman berperan sebagai supir dan juga membantu mencari calon korban.

Menurut Kapolresta, Adi bertugas mencari calon korban dan sasarannya adalah wisatawan yang menginap di hotel berbintang di jalan utama seputar Kebun Raya Bogor, yang diperkirakan memiliki banyak uang.

"Adi ini tugasnya berkenalan dengan tamu hotel, dan menelusuri profil kenalannya yang akan menjadi calon korban," katanya.

Kemudian, datang Joko yang berperan sebagai wisatawan asing asal negara tetangga, berpura-pura bertanya ingin ke ATM di suatu tempat.

Joko juga bercerita ingin investasi. Adi bersama calon korban yang sudah diajak ngobrol, bersama-sama mengantar Joko ke ATM.

Joko menawari investasi kepada calon korban dengan menunjukkan sejumlah ATM bank asing untuk meyakinkan calon korban.

Setelah korban berhasil diyakinkan, Joko menukar ATM miliknya dengan ATM milik korban.

"Komplotan ini kemudian mencuri uang korban dari ATM miliknya setelah sebelumnya menghafal nomor pin ATM korban," katanya.

Menurut Susatyo, dari keterangan para tersangka dalam pemeriksaan, komplotan tersebut sudah berhasil menipu lima korban dalam setahun terakhir dengan mengumpulkan uang sekitar Rp500 juta.

"Setiap korban yang ditipu, kerugiannya tidak ada yang di bawah Rp100 juta," katanya.

Dari komplotan tersebut, polisi juga menyita sebanyak 118 kartu ATM bank nasional maupun bank asing, uang dalam bentuk rupiah dan dolar AS, serta kendaraan yang digunakan untuk menipu.

Komplotan penipu tersebut disangkakan dengan pasal 378 KUHP, mengenai penipuan dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi sita ratusan botol minuman keras dijual ilegal di Garut
Rabu, 20 Oktober 2021 - 23:15 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Garut kembali menyita ratusan botol minuman keras berbagai jenis dan merk ...
KPK periksa Bupati Kuansing sebelum ditahan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua tersangka kasus dugaan suap terkait perpanjangan iz...
Polres Cirebon Kota tangani kasus penganiayaan anak
Rabu, 20 Oktober 2021 - 21:15 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota, Polda Jawa Barat menangani kasus penganiayaan terhadap anak,...
Polisi selidiki pembakaran pos timbangan di Musi Banyuasin
Rabu, 20 Oktober 2021 - 21:01 WIB
Kepolisian Resor Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sedang menyelidiki pembakaran pos timbangan di D...
Polres Manokwari buru OTK pengibar bendera Bintang Kejora
Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:57 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Manokwari jajaran Polda Papua Barat memburu orang tak dikenal (OTK) pengi...
KPK limpahkan berkas perkara terdakwa suap RAPBD Jambi ke pengadilan
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:40 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Paut Syakarin dari pihak swasta ke Pen...
Waspadai penyusupan iklan judi `online` di situs pemerintah
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:06 WIB
Perlu cari akar masalah ketika akan memberantas perjudian dengan sistem daring (online). Salah satun...
Polda NTT selidiki kasus pencurian baterai tower Telkomsel
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:25 WIB
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian bat...
MAKI tetap gugat Ketua DPR terkait pemilihan anggota BPK
Selasa, 19 Oktober 2021 - 12:43 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan bahwa MAKI tetap mela...
KPK kumpulkan bukti terkait OTT di Riau
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan lembaganya masih mengumpulkan bukti...
Live Streaming Radio Network