USU lakukan pengosongan paksa rumah dinas di kampus
Elshinta
Kamis, 30 September 2021 - 22:53 WIB |
USU lakukan pengosongan paksa rumah dinas di kampus
Tim Pengelolaan Aset dan Usaha Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengosongan secara paksa rumah dinas dihuni oleh keluarga Alm Surman Manik. (ANTARA/HO)

Elshinta.com - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Biro Pengelolaan Aset dan Usaha melakukan pengosongan paksa atas rumah dinas di Jalan A Sofyan Nomor 16 Kampus USU Padang Bulan yang selama ini dihuni oleh keluarga Almarhum Surman Manik.

Kepala Humas, Protokoler dan Promosi USU, Amalia Meutia, melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis,  mengatakan, pengosongan rumah dinas tersebut dilakukan bersama tim hukum USU, kepala lingkungan, petugas kepolisian, dan juga tim keamanan USU.

Ia menyebutkan, sebelum dilakukan pengosongan, Tim Biro Pengelolaan Aset dan Usaha USU telah melakukan pendekatan persuasif dengan membacakan surat tugas pengosongan rumah dinas yang ditandatangani oleh Wakil Rektor USU dan meminta penghuni rumah agar kooperatif dan secara sukarela mengosongkan rumah.

Namun penghuni rumah menolak dan tidak memperkenankan tim dari Biro Aset untuk memasuki rumah sehingga dilakukan upaya paksa dengan membuka pintu gerbang yang dalam kondisi terkunci.

"Akhirnya penghuni rumah membiarkan Tim Biro Aset mengeluarkan dan menginventarisasi barang-barang mereka satu persatu serta menempatkannya di depan rumah. Setelah rumah kosong nantinya, Tim Biro Aset akan memagari rumah dengan seng dan tidak memperkenankan penghuni rumah atau siapapun untuk memasukinya selain pihak yang berwenang," kata Amalia.

Sementara itu, Kepala Biro Pengelolaan Aset dan Usaha USU, Suhardi, mengatakan Biro Aset dalam hal ini menjalankan perintah Pimpinan USU untuk melakukan penertiban dan mengosongkan rumah dinas di lingkungan USU.

Sebelumnya beberapa penghuni rumah dinas yang masa berlaku surat penghuniannya telah berakhir telah menyerahkan rumah secara sukarela ke Biro Aset.

"Namun ada beberapa penghuni yang meskipun sudah diberikan surat peringatan pertama sampai dengan terakhir, tidak mengindahkan dan tidak bersedia mengosongkan rumah dinas, sehingga dilakukan pengosongan secara paksa. Salah satu contoh adalah rumah yang baru saja dilakukan proses pengosongan ini," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polrestro Jakbar gagalkan peredaran setengah ton ganja asal Sumatera
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:59 WIB
Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja kering dan si...
Polisi tangkap pengedar narkoba bersenjata api rakitan di Muara Enim
Minggu, 05 Desember 2021 - 09:31 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan  menangkap tersangka terduga pe...
 Valencya bebas, Kuasa hukum: Masih ada tiga kasus lain
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:45 WIB
Sambil menangis, Valencya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu ...
Polda Jabar bekuk sindikat pemalsu Kartu Prakerja
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:59 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membekuk sindikat pemalsu Kartu ...
Bripka MN penembak rekan sejawatnya hingga tewas masih terima gaji
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:47 WIB
Brigadir Polisi Kepala MN, penembak rekan sejawatnya hingga tewas di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Te...
Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 16:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menahan mantan Bupati K...
Kominfo fokuskan sosialisasi pada masyarakat sambil rampungkan RUU PDP
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:48 WIB
Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati menyebutkan Kementerian Kom...
Kejaksaan NTT periksa 30 saksi kasus korupsi aset Pemkab Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan pemerik...
Kompolnas terima 3.701 aduan masyarakat terhadap Polri
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:39 WIB
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selama periode Januari-November 2021 menerima 3.701 aduan mas...
Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
Jumat, 03 Desember 2021 - 08:30 WIB
Kejaksaan Negeri Seruyan, Kalimantan Tengah menahan bendahara Desa Tumbang Laku, Seruyan Hulu, beri...
InfodariAnda (IdA)