Tanggul Sungai Krueng Pasee jebol, rumah warga Kabupaten Samudera terendam
Banjir di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan melanda sejumlah titik.Bahkan lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, tak bisa dilintasi kendaraan kecil karena ketinggian air di atas badan jalan hingga selutut orang dewasa.

Elshinta.com - Banjir di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan melanda sejumlah titik.Bahkan lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, tak bisa dilintasi kendaraan kecil karena ketinggian air di atas badan jalan hingga selutut orang dewasa bahkan di titik tertentu bisa lebih tinggi dari itu, Jumat pagi (1/10).
Banjir dilaporkan terjadi akibat hujan deras dan jebolnya tanggul Krueng Pase. Sejumlah rumah di kawasan itu ikut terendam. Sementara ketinggian air bervariasi.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murzani mengungkapan tingginya debit air disebabkan hujan deras. Genangan air dari luapan Krueng Pase di permukiman penduduk itu mencapai ketinggian setengah meter.
"Gampong Mancang luapan air juga membuat jalan nasional Banda Aceh – Medan tergenang, hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Sabtu (2/10).
Murzani menambahkan, lokasi yang terjadi luapan Krueng Pase untuk di Kecamatan Samudera, terdiri dari Gampong Tanjong Awe, Kito, Teupin Ara, Teupin Belanga, dan Mancang.
"Upaya kita dari BPBD Aceh Utara bekerjasama dengan seluruh SKPD sudah mendirikan tenda tanggap darurat untuk warga mengungsi dan membangun dapur Umum sementara," ujarnya.
Murzani menyebutkan, banjir terjadi selain hujan deras juga akibat jebolnya tanggul Krueng Pase di kawasan Kecamatan Samudera. Saat ini pihaknya masih di lapangan untuk melakukan pendataan lebih lanjut, termasuk terkait jebolnya tanggul dan rumah warga yang terendam, juga pengungsi.
Untuk pengungsi, sambung Murzani, saat ini yang baru ada data dan laporan sekitar 4 titik yakni di Gampong Mancang, Samudera sudah dibangun dapur umum.
Sementara air di jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Mancang, sambung Murzani lagi, sudah mulai surut.
"Saya di lapangan ini. Sudah mulai surut pelan-pelan. Sudah (Mulai bisa dilintasi kendaraan lagi)," pungkasnya.
Ketinggian air bisa berubah-ubah kapan saja, begitu juga cakupan wilayah terdampak.