Bupati Kapuas Hulu tinjau lokasi banjir minta warga tetap siaga

Elshinta
Minggu, 03 Oktober 2021 - 19:47 WIB |
Bupati Kapuas Hulu tinjau lokasi banjir minta warga tetap siaga
Kondisi banjir yang melanda Kapuas Hulu merendam permukiman penduduk dan menyebabkan akses transportasi darat terputus di Kecamatan Putussibau Selatan Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Minggu (3/10/2021). (FOTO ANTARA/Teofilusianto Timotius)

Elshinta.com - Bupati Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat Fransiskus Diaan saat meninjau warganya yang menjadi korban banjir meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu siaga dan waspada terhadap kondisi banjir yang terjadi di daerah itu, yang merupakan banjir terbesar di tahun 2021.

"Banjir kali ini adalah sejarah, yakni banjir terbesar di Kapuas Hulu, saya imbau tetap waspada dan siaga dan saya minta pihak kecamatan segera melaporkan data warga korban banjir," katanya usai meninjau lokasi banjir di sejumlah titik di Putussibau Kapuas Hulu, Minggu.

Ia mengatakan untuk saat ini Pemkab Kapuas Hulu terus melakukan pendataan dan monitoring kondisi banjir.

"Kami terus berkoordinasi, mendata dan monitor daerah Kapuas Hulu yang terendam banjir, semoga banjir ini segera surut dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," kata Bupati yang juga meninjau posko bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan jiwa di saat kondisi banjir seperti ini.

"Jika perlu evakuasi segera hubungi petugas terdekat, waspada dan berhati-hati utamakan keselamatan," katanya.

Terkait kondisi banjir saat ini, berdasarkan data BPBD Kapuas Hulu ada 10 kecamatan terendam banjir.

"Data yang kami terima ada 10 kecamatan terendam banjir, banjir ini cukup besar mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh, akses jalan terputus dan rumah warga terendam banjir," kata Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan. 
t
Dikatakannya bahwa banjir terjadi sejak 2 Oktober 2021 dengan kedalaman air rata-rata satu hingga tiga meter.

"Banjir ini karena curah hujan cukup tinggi, jika kami perhatikan banjir berangsur sedikit surut, namun Minggu (3/10) sore ini kembali terjadi hujan dan angin kencang, sehingga kami minta warga tetap waspada dan berhati-hati," kata Gunawan.

Berdasarkan pantauan di lapangan ANTARA melaporkan hingga Minggu sore kondisi banjir masih merendam rumah warga. Akses jalan terputus dan terjadi pemadaman listrik negara yang disebabkan tingginya debit air.

Saat ini warga yang rumahnya terendam banjir memerlukan bantuan berupa makanan darurat seperti mie instan, makanan kaleng serta beras.

"Kami tidak bisa kemana-mana akses terputus, listrik padam dan tidak bisa melakukan penarikan uang tunai di mesin ATM, tentu ini menyulitkan kami dalam memenuhi kebutuhan pokok selama banjir," kata Fitri, salah satu korban banjir  di Kecamatan Putussibau Selatan.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil sikap, sehingga dapat segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang memerlukan di tengah banjir sedang melanda.

"Di saat banjir merendam rumah seperti ini lah warga memerlukan bantuan, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi tidak bisa menarik uang tunai di ATM karena listrik tidak menyala, sementara persediaan makan sudah habis," demikian Fitri.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PLN manfaatkan abu batu bara untuk konstruksi jalan
Senin, 15 Agustus 2022 - 23:51 WIB

PLN manfaatkan abu batu bara untuk konstruksi jalan

PT PLN (Persero) memanfaatkan abu batu bara hasil pembakaran di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)...
Pemrov Kalbar bangga stik keladi Singkawang jadi cemilan di G20
Senin, 15 Agustus 2022 - 23:21 WIB

Pemrov Kalbar bangga stik keladi Singkawang jadi cemilan di G20

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan pemerintah provinsi sangat ...
BPS: Penurunan harga CPO sinyal berakhirnya `windfall` komoditas
Senin, 15 Agustus 2022 - 22:51 WIB

BPS: Penurunan harga CPO sinyal berakhirnya `windfall` komoditas

Deputi Bidang Statistik Distribusi Dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menyebutkan penurun...
Kepala SDN 2 Ciarus Banyumas harapkan perbaikan ruang kelas rusak
Senin, 15 Agustus 2022 - 22:21 WIB

Kepala SDN 2 Ciarus Banyumas harapkan perbaikan ruang kelas rusak

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ciarus Kusdianto mengharapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jaw...
BPBD Parigi: Relawan bersihkan rumah warga dari dampak banjir susulan
Senin, 15 Agustus 2022 - 21:21 WIB

BPBD Parigi: Relawan bersihkan rumah warga dari dampak banjir susulan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan para...
Wapres menerima audiensi jajaran pengurus BPKH
Senin, 15 Agustus 2022 - 21:05 WIB

Wapres menerima audiensi jajaran pengurus BPKH

Wakil Presiden Ma`ruf Amin menerima audiensi Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan ...
Kementerian ATR serahkan 2.800 hektare lahan untuk korban konflik Aceh
Senin, 15 Agustus 2022 - 20:21 WIB

Kementerian ATR serahkan 2.800 hektare lahan untuk korban konflik Aceh

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sert...
Kemenperin incar ekspor bumbu masak senilai dua miliar dolar AS
Senin, 15 Agustus 2022 - 20:05 WIB

Kemenperin incar ekspor bumbu masak senilai dua miliar dolar AS

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengincar ekspor bumbu masak senilai dua miliar dolar AS untu...
BKN pastikan tidak ada pembukaan CPNS tahun 2022
Senin, 15 Agustus 2022 - 19:51 WIB

BKN pastikan tidak ada pembukaan CPNS tahun 2022

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menyebut tidak akan ada pembukaan penerimaan Cal...
Kemendag lepas ekspor produk UMKM briket arang kelapa ke Jepang
Senin, 15 Agustus 2022 - 19:37 WIB

Kemendag lepas ekspor produk UMKM briket arang kelapa ke Jepang

Kementerian Perdagangan (Kemendag) lepas ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perda...

InfodariAnda (IdA)