waisak kiri waisak kanan

IGJ: Jangan tergesa-gesa menetapkan status menjadi endemi

Elshinta
Senin, 04 Oktober 2021 - 11:23 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
IGJ: Jangan tergesa-gesa menetapkan status menjadi endemi
Ilustrasi- Pelaksanaan tes cepat antigen di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Elshinta.com - Lembaga Indonesia for Global Justice (IGJ) mengingatkan kepada pemerintah agar jangan tergesa-gesa dalam menetapkan status COVID-19 menjadi endemi, meski diakui bahwa pelonggaran pembatasan tentu menggairahkan perekonomian.

"Tentu tidak dengan gegabah terburu-buru menetapkan status menjadi endemi. Evaluasinya harus lebih matang," kata Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut Rachmi, jika tidak dilaksanakan dengan matang, maka ke depannya hanya berpotensi akan membuka peluang peningkatan kasus, dan tidak menutup kemungkinan kembali pada status lama.

Ia mengemukakan, langkah pemerintah ke arah endemi juga perlu dikombinasikan dengan langkah-langkah kesehatan yang diperlukan seperti menjamin bahwa proses vaksinasi sudah dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Memang harapannya, masih menurut dia, jika situasi semakin membaik akan ada dampak terhadap geliat ekonomi dari pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Ekonomi diharapkan dapat berdampak berangsur pulih. Ketika kegiatan ekonomi dapat berjalan harapannya bisa juga mendongkrak daya beli masyarakat," katanya.

Rachmi berpendapat bahwa pelonggaran kegiatan dapat berdampak pada semua sektor ekonomi, khususnya yang berada di sektor jasa.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mulai menyiapkan transisi dari masa pandemi ke endemi karena COVID-19 belum diketahui kapan akan hilang.

"Karena kita tahu COVID-19 ini tidak mungkin akan hilang. Oleh sebab itu kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi,” kata Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta yang dipantau dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat (10/9).

Presiden mengatakan seluruh pihak perlu mulai belajar hidup bersama dengan COVID-19. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak memiliki euforia yang berlebihan dan tetap waspada terhadap bahaya COVID-19 yang setiap saat bisa menyerang.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito optimistis Indonesia akan mampu mengubah kondisi pandemi/wabah di mana-mana menjadi endemi atau penyakit yang muncul di suatu daerah/wilayah seiring terkendalinya kasus COVID-19 nasional.

"Ingat, untuk mengubah kondisi pandemi menjadi endemi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Namun bukan tidak mungkin jika Indonesia sebagai bangsa besar mampu mempertahankan kondisi yang cukup terkendali," ujar Wiku dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Selasa (7/9).

Ia mengatakan, dengan modal perkembangan kasus COVID-19 di dalam negeri yang semakin membaik, maka target besar Indonesia adalah mempertahankan kondisi kasus yang cukup terkendali.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ribuan warga Jabar dan Jatim ikuti senam bersama Saga
Minggu, 04 Juni 2023 - 15:48 WIB

Ribuan warga Jabar dan Jatim ikuti senam bersama Saga

Elshinta.com, Acara senam tersebut bertujuan menjalin tali persaudaraan sekaligus mempererat solidar...
Nelayan Halmahera Utara hilang enam hari ditemukan meninggal
Minggu, 04 Juni 2023 - 13:26 WIB

Nelayan Halmahera Utara hilang enam hari ditemukan meninggal

Elshinta.com, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan set...
Lembah Bukit Manjai jadi tempat hidup kadal `naga terbang`
Minggu, 04 Juni 2023 - 12:55 WIB

Lembah Bukit Manjai jadi tempat hidup kadal `naga terbang`

Elshinta.com, Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten B...
Kuota haji Bangka Belitung ditambah 79 orang
Minggu, 04 Juni 2023 - 12:39 WIB

Kuota haji Bangka Belitung ditambah 79 orang

Elshinta.com, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 mendapat ta...
Umat Buddha berjalan dari Candi Mendut ke Borobudur jelang Waisak
Minggu, 04 Juni 2023 - 10:27 WIB

Umat Buddha berjalan dari Candi Mendut ke Borobudur jelang Waisak

Elshinta.com, Umat Buddha berjalan kaki dari Candi Mendut menuju ke Candi Borobudur di Kabupaten Mag...
Injourney siapkan 5.000 tiket Pelepasan Lampion Waisak
Minggu, 04 Juni 2023 - 10:15 WIB

Injourney siapkan 5.000 tiket Pelepasan Lampion Waisak

Elshinta.com, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya, PT Tama...
Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda picu gempa dengan magnitudo 6,0
Minggu, 04 Juni 2023 - 09:40 WIB

Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda picu gempa dengan magnitudo 6,0

Elshinta.com, Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda menyebabkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo...
Injourney siapkan skenario pastikan kelancaran puncak perayaan Waisak
Minggu, 04 Juni 2023 - 09:11 WIB

Injourney siapkan skenario pastikan kelancaran puncak perayaan Waisak

Elshinta.com, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya, PT Tama...
Hujan sedang hingga lebat diprakirakan turun di sejumlah wilayah
Minggu, 04 Juni 2023 - 08:59 WIB

Hujan sedang hingga lebat diprakirakan turun di sejumlah wilayah

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan perihal p...
Kebutuhan sapi kurban di Kepri tahun 2023 meningkat 40 persen
Minggu, 04 Juni 2023 - 08:27 WIB

Kebutuhan sapi kurban di Kepri tahun 2023 meningkat 40 persen

Elshinta.com, Kebutuhan hewan kurban sapi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2023 yang di...

InfodariAnda (IdA)