PHP2D ITN Malang diminati warga Gondang Legi, Malang
Program PHP2D merupakan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbud Tahun 2021.

Elshinta.com - “Program PHP2D merupakan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbud Tahun 2021,” ujar Wakil Rektor III Ir. Fourry Handoko, didampingi bersama Wakil Dekan III FTI, Drs. Sumanto saat memberikan sambutan pada acara Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 di Desa Panggungrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang..
Ditambahkan, Fourry Handoko, mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang terlihat sudah baik dan siap dalam menjalankan rangkaian kegiatan PHP2D.
“Ini terlihat dari penyelenggaraan kegiatan yang disiapkan secara matang. Tidak hanya konsep kegiatan, namun juga manajemen serta pengelolaan keuangan dari hibah yang diterima. Apalagi kegiatan melibatkan warga setempat dari berbagai kalangan.Kami melihat, mahasiswa sudah siap dalam kegiatan PHP2D. Baik secara fisik, maupun knowledge.” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (5/10).
"Bahkan, secara pengelolaan keuangan juga baik dari hibah yang didapat. Dari informasi, mereka (mahasiswa) bisa transfer pengetahuan kepada banyak penduduk maupun organisasi kependidikan yang ada di desa ini," tambahnya.
“Programnya bagus, kami lihat yang dihasilkan juga real produk. Semoga bisa men-support salah satu upaya peningkatan ekonomi desa,” imbuh Fourry saat ditemui di sela-sela kegiatan PHP2D saat melihat kegiatan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah jeruk, dan pembuatan briket/arang dari kulit jeruk dan ampas tebu. Bahkan ia mengikuti sampai pertengahan sesi kegiatan.
Sementara itu Ketua Tim PHP2D Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang, Zabilla Wulandayani menyatakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pembuatan briket/arang memanfaatkan limbah setempat. POC dibuat dari limbah jeruk, sedangkan briket memanfaatkan limbah kulit jeruk atau limbah ampas tebu apalagi Desa Panggungrejo merupakan penghasil buah jeruk dan tanaman tebu.
“Kami mencoba memanfaatkan limbah buah jeruk sekaligus edukasi kepada masyarakat akan pentingnya POC sebagai pengganti pupuk kimia bagi tanaman sayuran. Sedangkan bio briket dari kulit jeruk atau ampas tebu sebagai energi alternatif yang tidak menghasilkan polusi udara dalam pemanfaatannya (pembakaran),” katanya.
Desa Panggungrejo sebagian besar petaninya selain petani jeruk juga petani tebu. Batang tebu selain dibawa ke pabrik gula, juga diambil sarinya untuk minuman. Sisa ampas tebu ini biasanya hanya dibakar begitu saja. “Nah, dari pada hanya dibakar kan bisa kita manfaatkan untuk briket. Teknologi ini yang kami coba kenalkan ke warga. Kami kombinasi dengan kulit jeruk, atau bisa juga diganti dengan sekam padi dan hasilnya sangat diminati tidak hanya anggota karang taruna dan kelompok tani saja, namun ibu-ibu dari kader PKK juga tidak ketinggalan dimana ada 17 RT yang mengirimkan 2 orang delegasi.” jelasnya.
Dari pelatihan PHP2D, maka akan menghasilkan produk. Untuk itu tim PHP2D Kampus Biru juga akan mengajarkan pemasaran dari produk tersebut dengan metode pemasaran online dan offline. Sehingga kelak diharapkan dapat menaikkan tingkat perekonomian warga setempat.
“Kalau online mungkin bisa dari platform pemasaran atau lewat media sosial seperti instagram. Nah, gols dari kegiatan ini insyaallah warga akan berencana mendirikan UMKM sendiri. Nanti, setelah program usai kami bisa memonitoring dari UMKM-nya,” tandasnya.