Top
Begin typing your search above and press return to search.

Petani tiga desa di Ngemplak Boyolali panen raya padi jenis inpari 

Para petani di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai panen padi jenis Inpari. Di lahan seluas 146 hektar yang terbagi di tiga desa, yakni Desa Dibal, Gagaksipat dan Sindon panen  mampu menghasilkan sembilan ton gabah kering.

Petani tiga desa di Ngemplak Boyolali panen raya padi jenis inpari 
X
Kepala Dinas pertanian kabupaten Boyolali Jawatengah , Bambang jiyanto,bersama sejumlah anggota DPRD dan para petani , Panen Raya padi jenis Inpari di Desa Dibal kecamatan Ngemplak. Foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Para petani di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai panen padi jenis Inpari. Di lahan seluas 146 hektar yang terbagi di tiga desa, yakni Desa Dibal, Gagaksipat dan Sindon panen mampu menghasilkan sembilan ton gabah kering.

“Sebetulnya hamparan ini cukup luas ada sekitar 146 hektar. Itu irisan tiga desa, jadi Gagaksipat, Sindon dan Dibal. Khusus Dibal sendiri 80 (hektar). Rata rata sebetulnya sembilan ton tetapi tadi diubin (petakan sawah) malah 13 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto usai panen raya padi di kawasan persawahan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Rabu (6/10).

Keberhasilan panen padi tersebut ditentukan oleh kekompakan para petani, para anggota kelompok tani, dinas terkait dan lembaga legislatif. Sehingga mampu memenuhi ketersediaan gabah kering hingga akhir tahun 2021 mencapai 44 ribu ton.

“Sampai dengan akhir tahun nanti prediksi , bisa surplus 44 ribu ton. JAdi kita Insyallah aman,” harapnya.

Harapannya kegiatan pertanian yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Dibal tersebut bisa diadopsi untuk petani di kecamatan kecamatan lain. Menurutnya, petani di Desa Dibal merupakan pelopor petani yang solid, mempunyai semangat yang tinggi dan kompak.

Hal senada di sampaiakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta mendukung penuh upaya Pemkab Boyolali dalam pemenuhan komoditas padi. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Boyolali seluas 16.000 H agar dapat dipertahankan.

“Untuk mempertahankan lahan LP2B ini ,mau tidak mau menjadi penyangga untuk pangan nasional. Ini harus dipertahankan. Di Boyolali memang untuk lahan LP2B itu harga mati tidak boleh untuk digunakan untuk kegiatan atau sarana lainnya,” ungkapnya.

Dalam panen raya tersebut, juga dilakukan panen secara simbolis oleh para anggota DPRD Kabupaten Boyolali dan Kepala Dispertan Kabupaten Boyolai dengan menggunakan mesin panen padi modern atau yang dikenal dengan combine harvester.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire