Halfeti, kota yang sempat tenggelam dan kembali ke permukaan

Elshinta
Senin, 11 Oktober 2021 - 13:25 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Halfeti, kota yang sempat tenggelam dan kembali ke permukaan
Menara setengah cekung Savasan Koy, salah satu spot yang paling ikonis di Halfeti, Sanliurfa, Turki. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Elshinta.com - Saat berkunjung ke provinsi Sanliurfa di Turki, Halfeti menjadi salah satu objek wisata yang rasanya sayang untuk dilewatkan.

Berbeda dengan destinasi wisata lain yang identik dengan batu-batuan dan kepingan peradaban manusia yang bersejarah, Halfeti menawarkan pengalaman sempurna untuk menikmati teriknya musim panas di tenggara Turki. Yang unik dari Halfeti, adalah kota ini dulunya sempat tenggelam atau terendam karena sebuah proyek bendungan. Sisa-sisa kota tua masih bisa dilihat di bawah air yang bening.

Sebagian besar Halfeti tenggelam di bawah air karena Bendungan Birecik, yang membanjiri daerah itu pada 1990-an sehingga sebuah kota baru kemudian dibangun sekitar 15 kilometer jauhnya. Dengan demikian, pemukiman dibagi menjadi Halfeti Baru dan Lama.

Sisa-sisa Old Halfeti, tenggelam di dalam sungai, telah menarik pengunjung yang mengagumi pemandangan yang dapat dibandingkan dengan museum bawah laut. Mengulik dari sejarahnya, Anda perlu kembali ke 855 sebelum masehi, ketika Raja Asyur Shalmaneser II pertama kali mendirikan pemukiman. Selama era Romawi, sebuah pemukiman dengan nama Akamai berkembang pesat, kemudian berubah menjadi Koyla.

Setelah periode Romawi, kota ini menyaksikan banyak peradaban termasuk Sassania, Arab, Umayyah dan Abbasiyah yang memerintah wilayah tersebut dari abad ke-6 hingga ke-8 Masehi. Pada abad ke-11, Seljuk mengambil alih Halfeti dan pada abad ke-16 menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Pada tahun 2013, kota ini diberikan keanggotaan gerakan Cittaslow atau "kota lambat". Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kenikmatan hidup dengan memperlambat langkah dan berfokus pada kualitas daripada kuantitas. Gerakan ini memilih kota-kota kecil (dengan populasi di bawah 50 ribu) dan mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan dan perlindungan tradisi, masakan, dan alam.

Halfeti dapat dicapai dengan menyewa salah satu perahu kecil di sepanjang pantai (sekitar 100 lira untuk satu perahu – sekitar 30 lira per orang jika Anda pergi dengan kelompok). Selama perjalanan di atas perahu, Anda dapat menyaksikan pemandangan rumah batu yang semi-tenggelam, pohon, menara, dan monumen bersejarah seperti kastil dan istana tua yang benar-benar menakjubkan.

Menara setengah cekung Savasan Koy adalah salah satu yang paling ikonis dari Halfeti.

Anda juga dapat menikmati pemandangan unik dari jembatan gantung sepanjang 135 meter di atas Bendungan Halfeti. Banyak pengunjung datang ke kota setelah melihat pemandangan penting lainnya di daerah itu seperti Rumkale, sebuah benteng kuno yang dibangun oleh Asyur dan kemudian digunakan oleh panglima perang Bizantium dan Armenia selama Abad Pertengahan.

Selain nilai sejarah dan arsitekturnya, kota ini juga terkenal dengan bunga mawar hitamnya. Mawar yang sangat langka ini muncul dalam jumlah kecil di musim panas dan hanya di Halfeti karena kondisi tanah yang unik di daerah tersebut dan tingkat pH air tanah yang berasal dari Sungai Efrat.

Mawar pertama kali muncul berwarna merah tua di musim semi, namun berubah menjadi hitam ketika musim panas tiba dan sekarang hampir punah karena tenggelamnya Halfeti tua. Selain menikmati pemandangan di atas air, Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan bersantap di sejumlah restoran kecil di mana Anda dapat mencicipi masakan lokal, terutama kebab Halfeti dengan seduhan teh atau kopi Turki yang khas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Presiden Ukraina sebut Rusia siapkan serangan rudal baru
Senin, 28 November 2022 - 16:39 WIB

Presiden Ukraina sebut Rusia siapkan serangan rudal baru

Elshinta.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dirinya mengetahui fakta bahwa Rusia s...
Beijing larang pasang barikade meskipun pandemi tak kunjung reda
Senin, 28 November 2022 - 13:20 WIB

Beijing larang pasang barikade meskipun pandemi tak kunjung reda

Elshinta.com, Pemerintah Kota Beijing melarang pemasangan barikade di kompleks permukiman meskipun p...
Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur
Senin, 28 November 2022 - 11:52 WIB

Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur

Elshinta.com, Protes terhadap kebijakan ketat `nol-COVID` China yang melibatkan penguncian (lockdown...
Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai `paling dicintai`, `berharga`
Senin, 28 November 2022 - 11:16 WIB

Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai `paling dicintai`, `berharga`

Elshinta.com, Korea Utara pada Minggu (27/11) kembali memberitakan tentang putri dari pemimpin Korut...
KBRI ubah jam kerja karena lonjakan kasus COVID-19 di Beijing
Minggu, 27 November 2022 - 20:11 WIB

KBRI ubah jam kerja karena lonjakan kasus COVID-19 di Beijing

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Beijing mengubah jam kerja para staf di tengah peningkatan kasus ...
Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mundur dari ketua partai penguasa
Minggu, 27 November 2022 - 17:59 WIB

Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mundur dari ketua partai penguasa

Elshinta.com, Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Progresif Demokrat...
Kemlu: Tidak ada korban WNI dalam banjir di Jeddah Saudi
Sabtu, 26 November 2022 - 08:23 WIB

Kemlu: Tidak ada korban WNI dalam banjir di Jeddah Saudi

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan tidak ada korban dari...
Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku
Sabtu, 26 November 2022 - 06:15 WIB

Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku

Elshinta.com, Sebuah kapal penjaga pantai China dilengkapi dengan meriam terbesar yang pernah terlih...
Rusia berpotensi hadapi gelombang baru COVID-19
Jumat, 25 November 2022 - 17:36 WIB

Rusia berpotensi hadapi gelombang baru COVID-19

Elshinta.com, Sub-varian virus corona Omicron, BQ.1.1 Cerberus lebih menular dibanding varian sebelu...
Kongres Pemda se-Asia Timur sepakati kerja sama industri & pariwisata
Jumat, 25 November 2022 - 13:23 WIB

Kongres Pemda se-Asia Timur sepakati kerja sama industri & pariwisata

Elshinta.com, Kongres Pemerintah Daerah Se-Asia Timur ke-11 menghasilkan kerja sama di bidang indust...

InfodariAnda (IdA)